Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Tingkatkan Sekarang

Minyak dan Emas Berusaha Buat ‘Level Baru’, Data Inflasi Jadi Sorotan

id.investing.com/analysis/minyak-dan-emas-berusaha-buat-tanda-baru-data-inflasi-jadi-sorotan-200237596
Minyak dan Emas Berusaha Buat ‘Level Baru’, Data Inflasi Jadi Sorotan
Oleh Barani Krishnan/Investing.com   |  08/08/2022 22:33
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
 
XAU/USD
-1,66%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
Gold
-1,75%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
LCO
0,00%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
CL
-4,86%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
  • Angka inflasi Juli pada hari Rabu ditunggu di seluruh pasar
  • Inflasi utama diperkirakan akan turun, meskipun bisa mengejutkan naik
  • Harga minyak, emas tetap dalam kisaran ketat menjelang rilis inflasi

Apa yang bisa dibilang sebagai satu-satunya data AS yang paling banyak disorot akan segera rilis minggu ini dan harga komoditas utama terjebak dalam rentang perdagangan yang ketat, di mana minyak kemungkinan akan mencapai batas bawah sementara emas mencoba untuk naik dalam minggu keempat berturut-turut, untuk mengantisipasi laporan Indeks Harga Konsumen (IHK).

Gold Daily
Gold Daily

Ekonom yang dilacak oleh Investing.com memproyeksikan pertumbuhan inflasi sebesar 8,7% untuk tahun ini hingga Juli, dibanding kenaikan 9,1% selama 12 bulan hingga Juni. Jika benar, itu akan menjadi tanda bahwa upaya Federal Reserve dalam memerangi inflasi mulai berhasil.

Namun, jika angkanya kurang dari setengah persen dalam inflasi tahun ke tahun (yoy) hampir tidak membuat perbedaan dengan apa yang sedang diperjuangkan The Fed. Bank sentral, seperti yang kita semua tahu, ingin mengembalikan inflasi ke target yang telah lama diharapkan sebesar 2% per tahun; atau 4,5 kali lebih kecil dari IHK bulan Juli.

Harga bensin di stasiun pom AS—salah satu komponen terbesar inflasi—telah turun dari rekor tertinggi Juni sebesar $5 per galon menjadi di bawah $4 sekarang. Itu tentu saja bisa menghilangkan panas dari data inflasi utama ketika pembaruan Juli dirilis pada hari Rabu. Meskipun demikian, IHK inti, harga bensin dan makanan yang tidak stabil, diperkirakan akan meningkat sebesar 0,5% dari bulan ke bulan dan 6,1% yoy.

Yang bisa lebih buruk adalah bahwa jumlah IHK utama ternyata bisa lebih tinggi dari 9,1% bulan Juni. Kemungkinannya kecil. Tetapi jika ya, lalu di mana ini bisa meninggalkan tindakan para pengambil Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC)?

Itulah pertanyaan yang mengganggu para trader minyak, emas, dan komoditas berdenominasi dolar lainnya.

Kata Stephen Innes, direktur pelaksana Manajemen Aset SPI yang berfokus pada komoditas:

“Akhir-akhir ini, data yang digunakan FOMC sebagai masukan penting untuk proses pengambilan keputusannya telah menunjukkan tanda-tanda pasar tenaga kerja yang terlalu panas dan tekanan upah yang intens. Oleh karena itu, laporan inflasi minggu ini tampaknya kemungkinan sangat tidak akan menawarkan 'bukti kuat' atas perlambatan yang diperlukan The Fed untuk menarik diri dari tindakan memerangi inflasi yang agresif."

Tanda-tanda bahwa inflasi masih belum mencapai puncaknya dapat mengurangi ekspektasi bahwa bank sentral akan dapat menghentikan kenaikan suku bunga awal tahun depan, berpeluang menekan tidak hanya komoditas tetapi juga saham bergerak lebih rendah.

Menambahkan Michael Antonelli, direktur pelaksana dan ahli strategi pasar di Baird, dalam komentar yang dikutip oleh Reuters:

"Kita berada di titik di mana data harga konsumen telah mencapai tingkat kepentingan Super Bowl. Ini memberi kita beberapa indikasi tentang apa yang kita dan The Fed hadapi."

The Fed telah menaikkan suku bunga empat kali sejak bulan Maret, membawa suku bunga pinjaman utama dari hampir nol menjadi setinggi 2,5%. Ada tiga revisi rapat tersisa sebelum tahun ini berakhir, dengan yang pertama akan hadir pada 21 September.

Namun rilis laporan ketenagakerjaan nonpertanian pada hari Jumat mengubah semua itu karena mengonfirmasi penambahan 528.000 pekerjaan terhadap ekspektasi ekonom untuk peningkatan hanya 250.000.

Sampai rilis data pekerjaan, konsensus di antara trader pasar uang adalah kenaikan 50 basis poin bulan depan. Namun, pada hari Jumat, ada kemungkinan 62% bahwa kenaikan suku bunga September akan menjadi 75 basis poin—sama seperti pada bulan Juni dan Juli, yang notabene merupakan yang tertinggi dalam 28 tahun ketika diperkenalkan dua bulan lalu.

Masalah sebenarnya dengan jumlah pekerjaan yang kuat adalah tekanan yang menyertainya terhadap upah. Upah per jam AS telah meningkat dari bulan ke bulan sejak April 2021, kumulatif meningkat sebesar 6,7% selama 16 bulan terakhir, atau rata-rata 0,4% per bulan.

Selain IHK, angka indeks harga produsen (PPI) untuk bulan Juli akan dirilis pada hari Kamis, bersama dengan laporan mingguan klaim pengangguran awal, sementara Indeks sentimen konsumen Universitas Michigan akan dipublikasikan pada hari Jumat.

Dalam perdagangan minyak Asia Senin, Brent, patokan global yang diperdagangkan di London untuk minyak mentah, naik 79 sen, atau 0,8%, menjadi $95,71 per barel pada pukul 03:00 PM di Singapura (3:00 AM New York). Harga turun sekitar 14% pada minggu terakhir Juli untuk mencatat kerugian mingguan terburuk sejak wabah COVID-19 April 2020 yang hampir menghancurkan permintaan energi.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) AS, yang menjadi patokan untuk minyak mentah AS, naik 74 sen, atau 0,8%, di $89,75. WTI mencapai level terendah enam bulan di $87,01 per barel pada hari Jumat. Harga turun sekitar 10% pada minggu terakhir bulan Juli.

Oil Daily
Oil Daily


Sunil Kumar Dixit, kepala strategi teknis di SKCharting.com, mengatakan perdagangan di atas $96,60 dapat mengubah momentum jangka pendek WTI dan menyiapkan reli menuju $99 dan $101.

Jika tidak, WTI dapat melanjutkan perjalanan ke selatan, menuju sekelompok support $88-$85-$82, tambahnya.

Dalam kasus emas di COMEX New York, patokan kontrak berjangka Desember naik $3,55, atau 0,2%, menjadi $1.794,75

Dalam kasus emas di COMEX New York, patokan kontrak berjangka Desember naik $3,55, atau 0,2%, di $1.794,75/oz di perdagangan Asia Senin. Emas Desember jatuh ke $1.780,30/oz pada hari Jumat tetapi berakhir positif selama tiga minggu berturut-turut.

Dixit dari SKCharting mengatakan agar emas melanjutkan lintasan positifnya selama empat minggu berturut-turut, harga harus bertahan di atas $1.762 dan swing low di $1.754.

Disclaimer: Barani Krishnan menggunakan berbagai pandangan di luar pandangannya sendiri untuk membawa keragaman pada analisisnya tentang berbagai aset pasar. Untuk netralitas, ia terkadang menghadirkan pandangan kontrarian dan variabel pasar. Ia tidak memiliki posisi di komoditas dan sekuritas yang ditulis.

Minyak dan Emas Berusaha Buat ‘Level Baru’, Data Inflasi Jadi Sorotan
 

Artikel Terkait

Minyak dan Emas Berusaha Buat ‘Level Baru’, Data Inflasi Jadi Sorotan

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email