Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Merger 3 Bank Syariah, Ini Info Lengkapnya!

Oleh Ellen May Pasar Saham22/10/2020 08:40
id.investing.com/analysis/merger-3-bank-syariah-ini-lengkapnya-200224263
Merger 3 Bank Syariah, Ini Info Lengkapnya!
Oleh Ellen May   |  22/10/2020 08:40
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
Tiga Bank Syariah Bank Rakyat Indonesia (JK:BBRI) Syariah (BRIS (JK:BRIS)), Bank Mandiri (JK:BMRI) Syariah (BMS), dan Bank Negara Indonesia (JK:BBNI) Syariah (BNIS) sepakat melakukan merger. Merger dilakukan karena melihat tingkat penetrasi aset syariah dibandingkan dengan aset perbankan secara umum di Indonesia pada masih tergolong rendah, yaitu dibawah 8% (2019). Padahal, Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Diharapkan dengan merger, Bank Syariah akan dapat meningkatkan penetrasi aset syariah serta dapat bersaing secara global dengan 10 bank syariah terbesar di dunia. Merger ini diharapkan menjadi efektif pada tanggal 1 Februari 2021.
 
Bank hasil merger akan menargetkan nasabah kelas menengah ke atas. Selain itu, Bank hasil merger juga akan penetrasi sector agrikultur dan perhutanan, manufaktur dan processing, konstruksi, perdagangan ritel dan besar, pertambangan, property, transportasi, dan akomodasi yang dianggap belum digarap maksimal oleh Bank Syariah. 
 
BRIS menjadi bank penerima penggabungan dalam skema merger Bank Syariah. Setelah merger, BRIS adalah bank yang akan tetap melanjutkan kegiatan usaha melalui kantor pusat, cabang, baik yang semula dijalankan oleh BRIS ataupun oleh BSM atau BNIS. Nantinya Bank hasil merger akan memiliki jaringan kantor cabang sebesar lebih dari 1.200 kantor yang tersebar di seluruh Indonesia.
 
BRIS mengkonfirmasikan bahwa dirinya bersedia untuk menerima dan mengambil alih semua usaha, pengoperasian, aktiva dan pasiva serta ekuitas BSM dan BNIS sebagai akibat dari merger berdasarkan Pasal 122 ayat (3) UUPT dan Pasal 9 Peraturan OJK No. 41/2019. 
 
Berdasarkan perhitungan konversi saham yang akan digunakan untuk merger, dan dengan asumsi bahwa tidak ada pemegang saham minoritas Bank yang menerima merger dan menjual saham BRIS atau tidak ada yang memiliki/mengambil hak memesan efek terlebih dahulu, susunan permodalan dan komposisi kepemilikan saham BRIS  setelah proses merger adalah sebagai berikut:
 
Saham
Saham
 
Sumber: ringkasan rancangan penggabungan
 
Kami melihat HMETD atau right issue adalah opsi yang mungkin akan dilakukan mengingat dilusi kepemilikan yang besar. Dengan right issue, proporsi kepemilikan saham masyarakat bisa mencapai batas minimal ketentuan 7.5%. Melihat komposisi kepemilikan diatas, BRIS berpotensi keluar dari BEI. Hal ini karena proporsi kepemilikan masyarakat 4.4% atau dibawah ketentuan BEI 7.5% untuk tetap listing. Sebelum merger, proporsi masyarakat sebesar 18.47%. 
 
Bank syariah hasil merger ini akan memiliki total aset Rp 214.7 triliun (berdasarkan laporan historis 1H20). BMS memiliki aset tertinggi dengan Rp 114.4 triliun. Setelah merger, total utang bank syariah yang merger senilai Rp 52.3 triliun. Berdasarkan profitabilitas, BSM memiliki kinerja yang lebih baik dengan laba 1H20 Rp 718.3 miliar. 
 
Keuangan
Keuangan
 
 
Sumber: ringkasan rancangan penggabungan, menggunakan data 1H20 dalam jutaan rupiah               
 
Merger 3 Bank Syariah, Ini Info Lengkapnya!
 

Artikel Terkait

Merger 3 Bank Syariah, Ini Info Lengkapnya!

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email