😎 Sale Tengah Tahun Eksklusif - Hemat hingga 50% pilihan saham dari AI InvestingProAMBIL SALE

Mengenal Sejarah Black Monday, Peristiwa yang Membuat Pasar Saham Anjlok

Diterbitkan 24/06/2024, 11/46

Di dunia pasar keuangan, istilah "Black Monday" mengacu pada salah satu peristiwa paling dramatis dalam sejarah pasar saham. Peristiwa ini menggambarkan penurunan besar-besaran harga saham yang terjadi dalam waktu singkat dan dampaknya yang luas terhadap ekonomi global. Black Monday menjadi pelajaran berharga bagi investor, analis, dan pembuat kebijakan mengenai risiko, volatilitas, dan pentingnya manajemen krisis.

Sejarah Black Monday

Istilah "Black Monday" pertama kali digunakan untuk menggambarkan kejatuhan pasar saham pada 19 Oktober 1987. Pada hari itu, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Amerika Serikat anjlok sebesar 22,6%, yang merupakan penurunan satu hari terbesar dalam sejarah pasar saham. Kejatuhan ini tidak hanya terbatas pada pasar saham AS, tetapi juga menyebar ke pasar saham di seluruh dunia, menciptakan kepanikan global.

Penyebab Black Monday 1987

Meskipun penyebab pasti dari kejatuhan tersebut masih diperdebatkan, ada beberapa faktor yang dianggap berkontribusi, antara lain:

  1. Perdagangan Terprogram (Program Trading): Banyak transaksi saham dilakukan secara otomatis oleh komputer berdasarkan algoritma tertentu. Ketika pasar mulai turun, program-program ini memicu penjualan lebih lanjut yang memperparah penurunan.

  2. Overvaluation: Sebelum kejatuhan, pasar saham mengalami kenaikan yang signifikan selama beberapa tahun, menyebabkan valuasi yang terlalu tinggi.

  3. Kondisi Ekonomi dan Politik: Ketidakpastian ekonomi dan ketegangan politik internasional juga berperan dalam meningkatkan ketidakstabilan pasar.

  4. Psikologi Pasar: Kepanikan di antara investor menyebar dengan cepat, menyebabkan gelombang penjualan yang tidak rasional.

Dampak dan Respons

Black Monday 1987 memiliki dampak yang signifikan terhadap pasar keuangan dan ekonomi global. Banyak investor kehilangan sebagian besar kekayaan mereka dalam semalam. Namun, pasar saham berhasil pulih dalam beberapa bulan berikutnya, sebagian besar berkat tindakan cepat dari bank sentral dan pemerintah yang menurunkan suku bunga dan memberikan likuiditas tambahan untuk menstabilkan pasar.

Pelajaran dari Black Monday

Beberapa pelajaran penting yang dapat diambil dari Black Monday adalah:

  1. Pentingnya Regulasi: Kejadian ini menunjukkan perlunya regulasi yang lebih ketat terhadap perdagangan otomatis dan mekanisme pasar untuk mencegah penjualan panik yang tidak terkendali.

  2. Manajemen Risiko: Investor dan manajer portofolio perlu memiliki strategi manajemen risiko yang kuat untuk melindungi investasi mereka dari volatilitas pasar.

  3. Diversifikasi: Menyebar investasi di berbagai aset dan geografi dapat membantu mengurangi risiko.

  4. Komunikasi dan Transparansi: Pemerintah dan lembaga keuangan harus memastikan komunikasi yang jelas dan transparan untuk mencegah kepanikan di pasar.

 

Black Monday adalah pengingat nyata tentang betapa rentannya pasar keuangan terhadap faktor-faktor yang dapat memicu kepanikan dan kejatuhan pasar secara tiba-tiba. Peristiwa ini telah mengubah cara pandang banyak pihak terhadap pasar keuangan dan pentingnya manajemen risiko yang efektif. Dengan memahami dan belajar dari sejarah, investor dan pembuat kebijakan dapat lebih siap menghadapi tantangan dan ketidakpastian di masa depan.

 

Komentar terkini

Memuat artikel selanjutnya...
Pengungkapan Risiko: Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.
Versi bahasa Inggris dari perjanjian ini adalah versi utama, yang akan berlaku setiap kali ada perbedaan antara versi bahasa Inggris dan versi bahasa Indonesia.
© 2007-2024 - Fusion Media Limited. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.