Breaking News
Investing Pro 0
🚨 Data Pro Kami Tunjukkan Juara Musim Laporan Laba Akses Data

Masih Terjebak Dalam Pola Sideways, IHSG Lanjut Konsolidasi

id.investing.com/analysis/masih-terjebak-dalam-pola-sideways-ihsg-lanjut-konsolidasi-200238839
Masih Terjebak Dalam Pola Sideways, IHSG Lanjut Konsolidasi
Oleh Stefanus Mulyadi Handoko   |  28/11/2022 07:26
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
 
JKSE
+0,07%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Bursa Wall street bergerak mixed dan ditutup bervariasi pada perdagangan akhir pekan, karena investor mengamati penjualan Black Friday dan kasus Covid-19 di China. Perdagangan di Wall Street berlangsung hanya setengah hari, setelah libur Thanksgiving pada Kamis. Dow Jones ditutup naik 152,97 poin (+0,45%) menjadi 34.347,03, sementara S&P 500 melemah tipis 1,14 poin (-0,03%) menjadi 4.026,12 dan Nasdaq turun 58,96 poin (-0,52%) menjadi 11.226,36. Indeks Nasdaq turun dipicu oleh pelemahan saham Apple yang tertekan turun -2,0%, di tengah berita pengurangan pengiriman iPhone dari pabrik Foxconn di China pada November karena produksi dilanda kerusuhan pekerja terkait Covid. Secara mingguan ketiga indeks bursa saham utama AS berhasil menguat dengan Dow Jones mengalami kenaikan +1,78%, S&P 500 bertambah +1,53% dan Nasdaq meningkat +0,72%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG terkoreksi 27,36 poin (+0,39%) ke level 7.053.150 pada akhir pekan. Investor asing mencatatkan net sell di pasar reguler senilai Rp 232 miliar, dan rupiah ditutup dikisaran level Rp. 15.672/USD. Secara mingguan IHSG turun -0,41%, meski investor asing membukukan net buy senilai Rp 999 miliar di pasar reguler. 

Pasar saham Indonesia masih terjebak dalam pola sideways dan masih belum bisa menembus resistance psikologis 7.100. Pergerakan IHSG masih didominasi oleh sentimen global, salah satunya yakni sentimen ledakan kasus infeksi Covid-19 yang terjadi di China, membuat pasar khawatir akan adanya potensi lockdown yang bisa memperlambat laju pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Di sisi lain, pasar mendapatkan katalis positif dari sinyal perlambatan kenaikan suku bunga The Fed. Dalam risalah pertemuan The Fed bulan November terlihat pernyataan mayoritas para pembuat kebijakan setuju akan kemungkinan untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga, sehingga memperbesar peluang kenaikan fed rate hanya sebesar 50 bps pada pertemuan bulan depan. Merespon hal tersebut, imbal hasil Treasury AS 10 tahun melandai ke level terendah lebih dari tujuh minggu, sementara indeks dolar AS turun kembali ke posisi terendah baru-baru ini terhadap mata uang utama global.

Secara teknikal, pergerakan IHSG masih sama seperti pekan sebelumnya yang bergerak di dalam tren mendatar atau sideways. IHSG terlihat masih terjebak dalam fase konsolidasi di range area kisaran support 6.955-6.962 dan resistance di level 7.108-7.127. Apabila mampu breakout dan maintain diatas 7.127 maka IHSG akan keluar dari area konsolidasi dan melanjutkan ke fase bullish intermediate menuju target area di 7.293, dengan minor target menutup gap atas dikisaran 7.156-7.172. Sebalikanya apabila IHSG turun dan menembus ke bawah support 6.955, maka IHSG akan bergerak melemah dalam jangka pendek menuju target dikisaran 6.798-6.747. Indikator teknikal MACD terlihat bergerak mendatar di area centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi.

Grafik oleh TradingView
Grafik oleh TradingView

Untuk minggu ini, seperti biasa di awal bulan akan ada rilis data manufaktur dan inflasi bulan November pada hari kamis, dimana diperkirakan inflasi akan cenderung turun dibandingkan periode sebelumnya. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di minggu ini antara lain adalah :

  • Senin 28 November 2022 : Pernyataan Gubernur RBA Lowe
  • Selasa 29 November 2022 : Rilis data inflasi Jerman, Pernyataan Gubernur BOE Bailey, Rilis data kepercayaan konsumen AS
  • Rabu 30 November 2022 : Rilis data NBS manufaktur China, Rilis data inflasi zona euro, Rilis data GDP India, Rilis data pekerjaan ADP dan GDP AS, Pernyataan Ketua The Fed Powell
  • Kamis 1 Desember 2022 : Rilis data Caixin manufaktur China, Rilis data tingkat pengangguran zona euro, Rilis data indeks harga dan manufaktur AS
  • Jum’at 2 Desember 2022 : Pernyataan Gubernur RBA Lowe, Rilis data perdagangan Jerman, Rilis data pekerjaan dan tingkat pengangguran AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG relatif tidak berubah dibanding dengan penutupan minggu sebelumnya, karena masih berada di fase sideways dalam jangka pendek. Kira-kira sudah hampir sebulan IHSG bergerak dalam pola konsolidasi di area trading 6962 hingga 7127. Pelaku pasar terlihat masih wait and see dengan aksi beli masih terbatas, namun juga tidak ada tekanan jual yang cukup berarti. Apabila mampu menembus resistance 7.127 dan membentuk pola higher high, maka IHSG akan mengkonfirmasi sinyal breakout dari fase sideways menuju intermediate bullish menuju area gap 7.156-7.172. Namun sebaliknya jika IHSG turun dan gagal bertahan diatas 6962, indeks berpotensi memasuki tren turun jangka pendek.

Untuk itu disarankan tetap safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya dengan baik.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Masih Terjebak Dalam Pola Sideways, IHSG Lanjut Konsolidasi
 

Artikel Terkait

Stefanus Mulyadi Handoko
BBTN Signs Of Moving Up Oleh Stefanus Mulyadi Handoko - 08/02/2023

Saham BBTN sedang berkonsolidasi dan mencoba breakout area resistance 1425. Apabila BBTN mampu melewati resistance tersebut, maka saham ini akan mengkonfirmasi terbentuknya pola...

Masih Terjebak Dalam Pola Sideways, IHSG Lanjut Konsolidasi

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar

Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email