Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Market Review & Outlook: IHSG +0,64%, Asing Nett Buy Rp2 Triliun

id.investing.com/analysis/market-review--outlook-ihsg-064-asing-nett-buy-rp2-triliun-200232087
Market Review & Outlook: IHSG +0,64%, Asing Nett Buy Rp2 Triliun
Oleh Danny Eugene/Megasekuritas.id   |  23/08/2021 13:46
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

IHSG +0,64%, Asing Nett Buy Rp2 Triliun. Pada hari Jumat, 20 Agustus 2021, IHSG ditutup menguat 0.64% di level 6,031 dengan asing mencatatkan aksi beli bersih Rp156 Miliar baik dipasar regular maupun negosiasi. Pembelian terbesar asing ada pada saham BBCA (JK:BBCA). TLKM (JK:TLKM), dan TBIG (JK:TBIG), sedangkan penjualan terbesar di saham FREN, ARTO, dan BBRI (JK:BBRI).

Jika ditarik data mingguan, maka investor asing sudah mencatatkan aksi beli bersih sebanyak Rp2,177 Triliun dengan saham BBCA, BUKA, dan TLKM menjadi saham yang paling banyak dikoleksi, sedangkan BMRI (JK:BMRI), ASII (JK:ASII), dan BBRI sebaliknya.

BBCA menguat sejak dipublikasikannya portofolio JP Morgan (NYSE:JPM) ASEA Equity Fund, dimana BBCA menempati urutan ke 2 terbanyak di portofolio JP Morgan meski jumlah nya menurun 7,2%. Pun halnya dengan BBRI yang menempati urutan ke 4 sebagai saham paling banyak dikoleksi di portofolio JP Morgan, ASEAN Equity Fund. Sedangkan TLKM mendapat sentiment dari kerjasama yang dilakukan TLKM dengan Microsoft (NASDAQ:MSFT) guna meningkatkan kapabilitas TLKM dalam sektor digital ditambah lagi menangnya TLKM dalam tender penggunaan pita frekwensi radio untuk meningkatkan kapasitas jaringan seluler di Timor Leste.

Tidak ada sentiment yang terlalu memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan harga saham domestik pada perdagangan Jumat, 20 Agustus. Namun, Bank Indonesia pada Jumat, 20 Agustus merilis data neraca pembayaran dimana hasilnya minus 400 Juta Euro dari sebelumnya surplus 4,1Miliar Euro. Hal ini mengindikasikan bahwa terjadi defisit pembayaran dimana pengeluaran pemerintah lebih banyak dibanding pemasukan, yang salah satu penyebabnya adalah lebih besar import disbanding ekspor seperti data yang telah dipublikasi oleh Bank Indonesia, Kamis 19 Agustus kemarin.

IHSG Fluktuatif, Cenderung Melemah Terbatas (5,945—6,080). Sempat dibuka melemah di awal perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG akhirnya ditutup menguat berada di level 6,030. Indeks juga sempat menguji support level di 5,945 namun belum mampu melewatinya. Hal tersebut memberikan peluang untuk berlanjut menguat menuju resistance level 6,080. Munculnya formasi hammer memberikan peluang adanya penguatan. Hari ini diperkirakan indeks kembali bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas.

Market Review & Outlook: IHSG +0,64%, Asing Nett Buy Rp2 Triliun
 

Artikel Terkait

Market Review & Outlook: IHSG +0,64%, Asing Nett Buy Rp2 Triliun

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email