Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Market Outlook: Berakhirnya Larangan Pembukaan Lahan Sawit Baru dan Rapat BI

id.investing.com/analysis/market-outlook-berakhirnya-larangan-pembukaan-lahan-sawit-baru-dan-rapat-bi-200232779
Market Outlook: Berakhirnya Larangan Pembukaan Lahan Sawit Baru dan Rapat BI
Oleh Danny Eugene/Megasekuritas.id   |  20/09/2021 10:22
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Berakhirnya Larangan Pembukaan Lahan Sawit Baru dan Rapat Suku Bunga BI. Pada minggu ini terdapat beberapa data ekonomi yang akan rilis baik di Indonesia maupun di luar negeri yang akan memengaruhi pergerakan pasar domestik. Data ekonomi yang patut investor cermati diantaranya keluarnya pengumuman dimana pemerintah Indonesia akhirnya menyudahi larangan untuk pembukaan lahan sawit baru di Indonesia. Pelarangan ini telah dimulai sejak 19 September 2018 silam atau tepat 3 tahun lamanya. Berakhirnya larangan pembukaan lahan baru ini jelas menjadi sentiment negatif bagi harga komoditas kelapa sawit. Pasar menilai bahwa jika Kembali diijinkannya pembukaan lahan sawit baru, maka pasokan kelapa sawit akan semakin banyak ke pasar yang berpotensi membuat harga CPO menjadi turun. Terbukti akibat aturan ini, komoditas CPO melemah 3,9% je kevek RM4518 di bursa Malaysia. Saham-saham yang perlu dicermati investor yaitu AALI, LSIP, DSNG, TAPG.

Hari ini juga dimulainya rapat Bank Indonesia untuk membahas suku bunga BI yang akan diumumkan pada Selasa, 21 September besok. Para analis memperkirakan bahwa suku bunga akan tetap dipertahankan di level 3,5%. Selain data domestik, Amerika Serikat juga akan mengumumkan suku bunga acuannya pada Rabu, 22 September dan pengumuman claim asuransi pengangguran AS pada Kamis, 23 September. Kedua data ini akan menjadi gambaran kapan dan bagaimana AS akan melakukan skema taperingnya. Pada hari Jumat tanggal 24 September, Gubernur The Fed, Jerome Powel akan berpidato dimana apa yang akan disampaikan oleh Powel ini akan sangat berdampak pada kebijakan moneter AS selanjutnya yang berdampak pada bursa US dan secara tidak langsung bagi bursa domestik juga.

Pada perdagangan Jumat kemarin, IHSG diangkat naik, ditutup menguat di level 0,38% dengan asing catatkan aksi beli bersih Rp598Miliar di saham TLKM, AGRO, dan ARTO sedangkan UNTR, PGAS, dan UNVR menduduki peringkat 3 besar top net sell oleh asing secara harian. Jika dari data mingguan, asing melakukan aksi beli bersiih Rp1,6Triliun dengan saham BUKA, BBCA, dan BBRI menjadi top 3 net buy mingguan dengan BUKA +1,78%, BBCA flat 0,00% dan BBRI –4,50% selama rata-rata 1 minggu kemarin sedangkan UNVR, ANTM, dan UNTR top net sell dengan UNVR – 3.19%, ANTM –7,34%, dan UNTR –3.42% selama rata-rata 1 minggu kemarin.

IHSG Fluktuatif, Cenderung Menguat Terbatas (6,080—6,170). IHSG sempat dibuka melemah di awal perdagangan sebelumnya, namun akhirnya ditutup menguat berada di level 6,133. Indeks tampak sedang mencoba bertahan di atas EMA 50, di mana berpeluang berlanjut menguat menuju resistance level 6,170 hingga 6,220. MACD berada pada kecenderungan menguat, namun stochastic berpotensi menghambat laju penguatan indeks. Hari ini diperkirakan indeks Kembali bergerak fluktuatif, cenderung menguat terbatas.

Market Outlook: Berakhirnya Larangan Pembukaan Lahan Sawit Baru dan Rapat BI
 

Artikel Terkait

Market Outlook: Berakhirnya Larangan Pembukaan Lahan Sawit Baru dan Rapat BI

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email