Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Liarnya Harga Minyak dan Apa Arti Omicron bagi Trader

Oleh Ellen R. Wald, Ph.D.Komoditas03/12/2021 19:35
id.investing.com/analysis/liarnya-harga-minyak-dan-apa-arti-omicron-bagi-trader-200234335
Liarnya Harga Minyak dan Apa Arti Omicron bagi Trader
Oleh Ellen R. Wald, Ph.D.   |  03/12/2021 19:35
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Pasar minyak anjlok Jumat lalu, tertekan oleh berita utama pandemi dari Afrika Selatan.

WTI Weekly TTM
WTI Weekly TTM

Dokter lokal di Botswana mengumumkan akhir pekan lalu bahwa mereka telah mendeteksi jenis virus corona baru—dijuluki varian Omicron. Pasar ekuitas dan minyak kemudian terpukul karena trader dan investor membuang aset berisiko saat mereka beralih ke safe haven.

Di Amerika Serikat, hari Jumat merupakan hari setelah Thanksgiving, sehingga banyak trader yang merayakannya bersama keluarga; mereka tidak memperhatikan pasar, meskipun bursa buka. Volume peserta yang lebih rendah dari biasanya ini mungkin telah berkontribusi pada volatilitas.

Pada akhir perdagangan hari Jumat, WTI telah turun lebih dari 13% menjadi $68,15 per barel, dan Brent turun 11,6% menjadi $72,72 per barel.

Penurunan tersebut terutama dipicu oleh ketakutan dan ketidakpastian. Sangat sedikit yang diketahui atau dipahami tentang varian Omicron termasuk seberapa berbahayanya, serta kemungkinan dan tingkat penyebarannya. Banyak ahli dan pejabat pemerintah berasumsi yang terburuk.

Dengan sangat cepat, beberapa pemerintah—termasuk Inggris, Belanda, Jepang, dan Israel—menanggapi berita tersebut dengan menutup atau membatasi akses ke perbatasan negara mereka.

Dalam beberapa kasus, hanya kedatangan dari wilayah selatan Afrika yang diblokir. Jepang dan Israel untuk sementara menutup perbatasan mereka sepenuhnya untuk warga negara asing. Penutupan ini memicu kekhawatiran akan pembatasan perjalanan lebih lanjut dan penurunan penerbangan secara global.

Sejak 26 November, ada 56 negara yang telah melarang warganya untuk travel untuk "menjaga" agar Omicron tidak semakin menyebar.

Mengingat reaksi terhadap varian COVID-19 yang baru ini bersama dengan ketidakpastiannya, memicu volatilitas yang sedang berlangsung di pasar minyak, ada tiga masalah utama yang harus dipertimbangkan oleh trader yang dapat mempengaruhi prospek permintaan dan dengan demikian mendorong harga:

1. Apakah penurunan tersebut hanya untuk sementara kemudian menuju harga yang lebih tinggi?

Harga mulai pulih pada hari Senin, dan Brent mencapai $77 per barel kemudain jatuh kembali ke $73,44 per barel. WTI mencapai $72 per barel kemudian jatuh ke $69,95 per barel pada penutupan perdagangan. Beberapa indikasi mulai muncul bahwa varian Omicron mungkin lebih ringan daripada varian virus corona lainnya, dan beberapa negara mulai mengurangi tingkat keparahan dan durasi pembatasan perjalanan mereka.

Australia, Israel, dan beberapa negara Eropa bahkan mengumumkan bahwa mereka telah menemukan varian Omicron pada warga mereka, yang mengarah pada harapan bahwa pembatasan traveling tidak diperlukan. Pada hari Rabu, AS juga mengumumkan keberadaan Omicron di perbatasan negaranya.

Namun, pada hari Selasa dan Rabu harga minyak turun lagi ketika pemerintahan Biden mengumumkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan pengujian perjalanan yang jauh dalam waktu dekat dan prosedur karantina yang akan mempersulit perjalanan keluar dan masuk ke Amerika Serikat bagi warga negara dan pengunjung.

Terlepas dari berita bahwa Omicron telah mengglobal, kepanikan tampaknya telah memicu ketakutan, sehingga mengakibatkan penurunan permintaan minyak. Sampai Rabu, ketakutan belum mereda.

2. Apa artinya ini bagi perkiraan harga minyak?

Karena Brent dan WTI di bawah $70 per barel pada Rabu, 1 Desember, tampaknya perkiraan OPEC dan IEA terbukti lebih akurat daripada yang dikeluarkan oleh bank-bank besar. OPEC dan IEA mungkin memiliki perkiraan yang lebih baik, tetapi mereka tidak tahu mengapa atau bagaimana pasar akan menghadapi harga yang lebih rendah.

Tahun 2021 hanya tinggal satu bulan lagi, tampaknya tidak mungkin harga minyak akan mencapai $90 per barel tahun ini, sementara beberapa bank telah memperkirakan kenaikan ini di tahun 2021. Lembaga perbankan tampaknya masih yakin bahwa harga minyak akan bergerak lebih tinggi. Goldman Sachs bahkan mengeluarkan catatan yang menjelaskan mengapa analisnya percaya aksi jual ini berlebihan dan mengapa harga minyak seharusnya lebih tinggi dalam keadaan saat ini.

3. Bagaimana langkah ini mempengaruhi pengambilan keputusan bulanan OPEC+?

Setelah harga jatuh, OPEC dan OPEC+ menunda pertemuan mereka selama satu hari untuk memberi diri mereka waktu tambahan dalam menilai pasar sehubungan dengan berita tersebut. OPEC bertemu kemarin tetapi tidak membahas masalah kebijakan produksi minyak pada pertemuan itu. Sebaliknya, kartel fokus pada masalah birokrasi seperti anggaran dan pengangkatan Sekretaris Jenderal baru.

Ada beberapa indikasi bahwa OPEC+ mungkin memutuskan untuk menghentikan kenaikan bulanan 400.000 barel per hari yang dijadwalkan pada pertemuan Kamis, tetapi tidak jelas berapa lama jeda ini. Rusia dan Arab Saudi belum memberikan indikasi apakah mereka ingin berhenti atau maju dengan rencana peningkatan produksi. Mereka hanya mengatakan bahwa mereka berencana untuk mempertimbangkan peningkatan produksi dengan cara melihat perkembangan terbaru di pasar

Banyak analis percaya bahwa kelompok tersebut akan menghentikan sementara peningkatan produksinya sehubungan dengan rilis SPR dari AS dan negara-negara lain dan penurunan harga karena takut akan Omicron. Pada Rabu pagi, laporan internal OPEC bocor ke Reuters, menunjukkan bahwa perkiraan OPEC terhadap surplus minyak tumbuh menjadi 2 juta barel per hari pada Januari 2022, 3,4 juta barel per hari pada Februari 2022, dan 3,8 juta barel per hari pada Maret 2022.

Banyak analis melihat ini sebagai alasan untuk percaya bahwa OPEC+ tidak akan melanjutkan kenaikan yang telah direncanakan, tetapi kami belum dapat menganggap ini benar.

Liarnya Harga Minyak dan Apa Arti Omicron bagi Trader
 

Artikel Terkait

Liarnya Harga Minyak dan Apa Arti Omicron bagi Trader

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar (1)
agoes roberts
agoes roberts 05/12/2021 14:27
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
cantik .aku suka
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email