Breaking News
Ambil Diskon 40% 0
Baru! 💥 Dapatkan ProPicks untuk tahu strategi yang mengungguli S&P 500 hingga 1,183%+ Klaim diskon HINGGA 40%

Komoditas Sepekan: Minyak Emas di Minggu Tegang dalam Retorika OPEC dan Pekerjaan

Oleh Investing.com (Barani Krishnan)Komoditas03/07/2023 15:33
id.investing.com/analysis/komoditas-sepekan-minyak-emas-di-minggu-tegang-dalam-retorika-opec-dan-pekerjaan-200241252
Komoditas Sepekan: Minyak Emas di Minggu Tegang dalam Retorika OPEC dan Pekerjaan
Oleh Investing.com (Barani Krishnan)   |  03/07/2023 15:33
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
 
XAU/USD
+1,89%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
Gold
+1,80%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
LCO
+1,89%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
CL
+1,98%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
  • OPEC, the Fed, dan laporan pekerjaan AS dapat menyebabkan minggu yang bergejolak untuk minyak, emas, dan komoditas lainnya.
  • Para trader tengah mengamati rencana pemangkasan produksi minyak oleh menteri perminyakan Saudi dalam seminar OPEC.
  • Optimisme tetap ada untuk potensi kenaikan harga minyak, sementara harga emas menghadapi tekanan dari kekhawatiran kenaikan suku bunga.

Saat ini bulan Juli dan OPEC - Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak - diharapkan akan menyampaikan semua pandangan dan langkah yang tepat untuk mencoba dan "merebut kembali" narasi minyak. Masalahnya adalah bahwa the Fed juga akan menyampaikan sesuatu minggu ini mengenai mengapa mereka menghentikan kenaikan suku bunga pada rapat bulan lalu. Dan kemudian, ada laporan pekerjaan AS yang sangat penting untuk bulan Mei.

Jika digabungkan, ketiganya dapat menyebabkan minggu yang menegangkan tidak hanya untuk perdagangan minyak tetapi juga emas dan logam lainnya serta komoditas yang dipengaruhi secara makro.

Di sisi minyak, trader dan manajer hedge fund akan mengamati dengan seksama bukti dari rencana Menteri Perminyakan Saudi untuk membuat perbedaan atas harga bulan ini dengan tambahan satu juta barel per hari dalam pengurangan produksi.

Minyak: Pertunjukan Saudi Dimulai

Memulai pesan bullish dari Saudi dan produsen minyak lainnya adalah seminar para CEO industri minyak pada 5-6 Juli dan para menteri energi dari OPEC dan mitranya, yang dikenal sebagai OPEC+, yang mencakup Arab Saudi dan Rusia. Aliansi 23 negara ini memompa lebih dari 40% pasokan minyak dunia.

Bertekad untuk mengontrol narasi pertemuan ini, OPEC kembali melarang Bloomberg, Reuters, dan Wall Street Journal untuk meliput acara ini, seperti yang dilakukan pada pertemuan tingkat menteri OPEC+ terakhir di bulan Juni.

"Fokusnya adalah pada seminar OPEC, yang kemungkinan besar akan berisi update mengenai apa yang dipikirkan oleh Saudi," kata Ed Moya, analis di platform trading online OANDA.

Saudi, yang memimpin OPEC+, telah mengumumkan tiga pemangkasan produksi sejak Oktober yang secara teoritis akan mengurangi 2,5 juta barel per hari dari produksi mereka, sehingga produksi menjadi sekitar 9 juta barel per hari di bulan Juli.

Tetapi harga minyak hanya menguat sesaat setelah setiap pengumuman tersebut karena kenaikan suku bunga oleh the Fed dan bank sentral lainnya telah menjadi faktor yang lebih besar bagi pasar minyak yang mengkhawatirkan perlambatan ekonomi dunia yang dapat berdampak pada permintaan energi.

Beberapa pengamat pasar yang paling optimis memperkirakan harga minyak akan mencapai $90 atau lebih untuk satu barel Brent dari perpaduan antara pembicaraan yang keras dan tindakan dari menteri Saudi, yang menunjukkan kesenangannya dalam menghadapi para short-seller minyak.

Pada perdagangan Asia hari Senin, Brent yang diperdagangkan di London, yang mengakhiri kuartal kedua turun 6% dan semester pertama turun 13%, sedikit berubah di atas $75.

Brent Weekly Chart
Brent Weekly Chart

West Texas Intermediate yang diperdagangkan di New York, atau WTI, juga bergerak, sedikit di atas $70, setelah mengakhiri kuartal kedua turun hampir 7% dan semester pertama turun 14%.

WTI Weekly Chart
WTI Weekly Chart

"Paruh pertama dari cerita minyak menunjukkan kekecewaan para buyer minyak dengan kekhawatiran akan kenaikan suku bunga, para pejabat Federal Reserve yang menjanjikan perlambatan ekonomi, kegagalan bank, persepsi kelemahan dalam permintaan minyak China dan ketidakmampuan untuk mengendalikan minyak yang terkena sanksi dari Rusia dan Iran," ujar Phil Flynn, analis energi di Price Futures Group di Chicago.

China akan mulai melepaskan sekitar 10 juta barel minyak yang diimpor dari Iran dan Venezuela dan menunggu di pelabuhan selama berminggu-minggu di tengah meningkatnya pengawasan kargo, Reuters melaporkan pada Rabu lalu, mengutip sumber-sumber perdagangan yang mengetahui hal ini.

Flynn, seorang bull minyak yang bersemangat, bagaimanapun, berpikir bahwa paruh kedua bisa menjadi cerita yang "sangat berbeda" untuk minyak mentah dan positif bagi mereka yang telah lama berada di pasar karena surplus pasokan saat ini "dapat berubah menjadi defisit yang dalam".

Emas Lanjutkan Pergerakan Turun nan Lambat

Sementara itu, harga emas melewati level tertinggi dalam setengah tahun terakhir dengan kenaikan sekitar 5% untuk perdagangan berjangka dan juga harga emas spot. Namun, support logam mulia di level $1.900 mulai goyah di tengah kekhawatiran akan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Harga emas berjangka Agustus di Comex New York sedikit turun, berada di atas $1.923/oz.

Gold Futures Weekly Chart
Gold Futures Weekly Chart

Harga emas spot, yang mencerminkan perdagangan fisik emas dan lebih banyak diikuti daripada kontrak future oleh beberapa trader, juga sedikit turun di sekitar $1.915.

Spot Gold Weekly Chart
Spot Gold Weekly Chart

Yang juga ditunggu bulan ini adalah The Fed, yang mengamati dengan cernat segala sesuatu yang terkait dengan ekonomi - di antaranya dari pasar tenaga kerja hingga inflasi yang dipicu oleh energi - untuk memutuskan suku bunga dalam rapat 26 Juli. Pada hari Rabu setempat, bank sentral akan merilis risalah dari rapat kebijakan 14 Juni di mana bank sentral berhenti sejenak untuk pertama kalinya dalam menggerakkan suku bunga setelah lebih dari satu tahun melakukan pengetatan moneter.

Sebuah diskusi panel pada hari Rabu lalu yang diselenggarakan oleh European Central Bank dan termasuk kepala Federal Reserve, Bank of England, dan Bank of Japan, menunjukkan hampir semua setuju suku bunga yang lebih tinggi akan menghambat tingginya inflasi.

Indikator inflasi favorit Fed - Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi, atau PCE - tumbuh sebesar 3,8% pada tahun ini hingga Mei - di bawah level kunci 4% untuk pertama kalinya selama lebih dari dua tahun.

The Fed Awasi Inflasi dan Pekerjaan

Toleransi The Fed untuk inflasi, bagaimanapun, hanya 2% per tahun. Bank sentral telah menaikkan suku bunga sebesar 5% sejak akhir wabah virus corona pada Maret 2022, sehingga mencapai puncaknya sebesar 5,25% dalam upaya untuk mengembalikan inflasi ke tingkat yang ditargetkan.

"[Gambaran] besar [adalah] inflasi melambat, tetapi masih terlalu tinggi untuk The Fed," MarketWatch menyatakan dalam sebuah komentar yang diterbitkan segera setelah laporan PCE dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan.

Dengan demikian, ekspektasi adalah bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga pinjaman sebesar 25 bps lagi pada 26 Juli yang akan membawa ke tingkat puncak 5,25%.

Puncak dari semua ini untuk minggu ini adalah laporan nonfarm payroll AS untuk bulan Mei, yang kemungkinan akan menunjukkan bahwa ekonomi menambah lebih dari 200.000 pekerjaan di bulan Juni.

Jumlah tersebut akan lebih kecil dari 339.000 posisi yang ditambahkan pada bulan Mei, kendati pertumbuhan pekerjaan yang sangat besar bulan lalu juga tingkat pengangguran mencapai level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir sebesar 3,7%.

Tanda-tanda berlanjutnya kekuatan di pasar tenaga kerja dapat menggarisbawahi pandangan yang telah membantu mendorong Wall Street tahun ini: bahwa ekonomi AS dapat menghindari resesi yang parah meskipun ada langkah pengetatan yang agresif dari The Fed.

Menjelang laporan pekerjaan hari Jumat, pasar akan mendapatkan informasi terbaru mengenai area-area lain di pasar tenaga kerja yaitu data perekrutan sektor swasta dari ADP, lowongan kerja JOLTS, dan klaim pengangguran mingguan.

Omar Aguilar, chief executive officer dan chief investment officer Schwab Asset Management, mengatakan dalam sebuah komentar yang dilansir Reuters:

"Pasar tenaga kerja kemungkinan akan menjadi katalisator besar untuk apa yang mungkin terjadi dari sisi pasar dan juga dari sisi kebijakan moneter."

***

Disclaimer: Barani Krishnan tidak memiliki posisi di komoditas dan sekuritas yang ia tulis.

Komoditas Sepekan: Minyak Emas di Minggu Tegang dalam Retorika OPEC dan Pekerjaan
 

Artikel Terkait

Komoditas Sepekan: Minyak Emas di Minggu Tegang dalam Retorika OPEC dan Pekerjaan

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar

Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar (1)
Gaess Phone007
Gaess Phone007 01/08/2023 20:51
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
🧑👍
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email