Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Komoditas Sepekan: Harga Minyak Mode Yoyo Imbas OPEC & Omicron; Emas di Atas $1.700

Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)Komoditas07/12/2021 11:14
id.investing.com/analysis/komoditas-sepekan-harga-minyak-mode-yoyo-imbas-opec--omicron-emas-di-atas-1700-200234397
Komoditas Sepekan: Harga Minyak Mode Yoyo Imbas OPEC & Omicron; Emas di Atas $1.700
Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)   |  07/12/2021 11:14
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Harga minyak mentah kemungkinan akan berayun dalam kisaran pertengahan $60-ke-$70 per barel minggu ini karena Arab Saudi, dan produsen lain dalam aliansi OPEC+, mencoba menyelamatkan pasar dari kekhawatiran lanjutan atas varian Omicron COVID yang dapat mengakibatkan kerugian tujuh minggu berturut-turut.

Oil Weekly TTM
Oil Weekly TTM

Saat perdagangan pekan ini dimulai, Saudi mengumumkan bahwa mereka telah menaikkan OSP, atau Harga Jual Resmi minyak mentah mereka untuk Amerika Serikat dan Asia dalam upaya untuk menunjukkan bahwa mereka tidak terlalu peduli dengan varian tersebut.

Langkah tersebut memiliki efek yang diinginkan: Harga patokan berjangka untuk minyak AS dan Brent yang diperdagangkan secara global melonjak 2% karena kenaikan OSP, menunjukkan rebound paling kuat sejak kasus pertama Omicron dilaporkan pada akhir November.

Amin Nasser, kepala eksekutif Saudi Aramco (SE:2222), mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perusahaan minyak kerajaan itu “sangat optimis” pada permintaan energi di kuartal mendatang dan dia berpendapat bahwa pasar telah bereaksi berlebihan terhadap ketakutan tentang dampak varian tersebut.

Aramco mengatakan minyak mentah Arab Light grade untuk pelanggan Asia akan berharga $3,30 per barel, di atas patokan dari Januari, 60 sen lebih tinggi dari pada bulan Desember. Minyak mentah untuk Asia dan Amerika juga meningkat 80 sen.

Langkah itu dilakukan dalam waktu 48 jam setelah ancaman terselubung oleh Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo bahwa produsen minyak mungkin akan kembali memangkas produksi jika mereka tidak bisa menghentikan penurunan harga minyak mentah yang telah kehilangan sekitar 20% sejak mencapai tertinggi tujuh tahun di atas $85 per barel pada pertengahan Oktober.

"Kami akan terus melakukan yang terbaik untuk memastikan stabilitas harga di pasar minyak secara berkelanjutan," kata Barkindo dalam acara industri pada hari Sabtu.

Jika diterjemahkan, itu berarti bahwa tambahan 400.000 barel harian yang telah dijanjikan OPEC dan sekutunya untuk dipompa sejak Juli kemungkinan akan dibatalkan jika permintaan global dan harga minyak mentah tetap lesu pada Januari.

OPEC Ambigu, Mempunyai Dua Pendapat Berbeda

Itu adalah pembicaraan ambigu yang sudah sering dilakukan oleh OPEC. Dua hari sebelumnya, pada pertemuan akhir pekan lalu dengan sekutunya, mereka berjanji tidak akan mengubah jadwal produksinya untuk Januari.

Sikap itu memang mengejutkan karena dokumen internal OPEC yang dilaporkan Reuters jelang pertemuan menunjukkan kelompok itu memperkirakan surplus minyak global sebesar 2 juta barel per hari pada Januari, 3,4 juta pada Februari, dan 3,8 juta pada Maret.

Yang pasti, Saudi dan sekutu mereka masih menahan sekitar 5,0 juta barel pasokan harian reguler dari pasar sebagai bagian dari pengurangan produksi yang dilakukan pada puncak jatuhnya harga karena COVID-19. Mereka tidak memiliki keraguan untuk menambahkan itu.

"Efek dari semua ini adalah volatilitas yang lebih tinggi, dan itulah yang akan Anda lihat minggu ini dan dalam waktu dekat—pergerakan yoyo yang sangat nyata pada harga minyak mentah," kata John Kilduff, mitra pendiri di Again Capital, dana lindung nilai energi di New York.

“Kasus Omicron sedang bergerak dan dapat kembali mendominasi pasar makro dan ekuitas. Akan sulit bagi konstituen minyak untuk mengabaikannya.”

Dampak Kasus Omicron Terlihat di Seluruh Dunia, Tingkat Keparahannya Masih Belum Diketahui

Sejak kasus Omicron pertama di AS dilaporkan pada 30 November, infeksi telah terdeteksi di setidaknya sepertiga dari 50 negara bagian Amerika. Puluhan negara di seluruh dunia juga terdampak kasus varian tersebut. Sementara jumlah negara yang melaporkan kasus Omicron terus meningkat, para ilmuwan masih mencoba untuk menentukan apakah penyebaran varian ini lebih buruk dari varian lain dan apakah lebih berpotensi menyebabkan penyakit serius dan mematikan.

Dalam perdagangan Asia Senin, minyak mentah Brent yang diperdagangkan di London, harga patokan minyak global, naik $1,62, atau 2,3%, menjadi $71,50 pada pukul 01:10 waktu New York (0610 GMT). Brent turun 4% minggu lalu, dan turun 18% dalam enam minggu terakhir, setelah mencapai tertinggi 2014 di $86,70 selama seminggu hingga pertengahan Oktober.

West Texas Intermediate, harga patokan minyak mentah AS, naik $1,68, atau 2,5%, menjadi $67,94 per barel. WTI turun 2,8% bulan lalu, dan 20% dalam enam minggu, dari tertinggi tujuh tahun di $85,41 selama pekan yang berakhir 15 Oktober.

Sementara penurunan WTI diperkirakan akan dibatasi pada $65-$62 minggu ini, harga bisa meluncur ke antara $56,90 dan $52,90 berdasarkan tes potensial Simple Moving Average 100 minggu dari patokan minyak mentah AS, kata Sunil Kumar Dixit, kontributor reguler teknis komoditas untuk Investing.com.

“Tetapi karena tren utama WTI adalah bullish, koreksi $62-$57 juga merupakan area pertemuan yang kuat pada grafik bulanan yang akan menarik investor pembeli nilai, memicu pergerakan naik baru,” kata Dixit dari skcharting.com, memprediksi overruns kuat di atas $70 per barel juga.

Emas Masih Berfungsi Sebagai Safe-Haven Pada Munculnya Varian Baru

Dalam kasus emas, Omicron terus menjadi "krisis tetapi masih ada harapan" untuk logam kuning, menopangnya dengan stabil di $1.700-an.

Gold Weekly TTM
Gold Weekly TTM

Ekspektasi sangat tinggi sepanjang minggu lalu, tetapi kemudian emas jatuh ke wilayah $1.600 setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral siap mempercepat pengurangan stimulus, dan akan meningkatkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan semula. Setiap pengetatan moneter AS dipandang sebagai bencana bagi emas.

Terlepas dari tindakan yang direncanakan Fed, kekhawatiran tentang dampak potensial Omicron di Amerika Serikat dan dunia pada akhirnya terbukti lebih besar, memicu pembelian safe-haven emas, dan pembelian itu telah membantu harga logam kuning melayang di level tertinggi $1.700 dan membukukan kenaikan yang berarti pada penutupan perdagangan berjangka hari Jumat di New York.

Dalam perdagangan Asia Senin, kontrak emas berjangka AS, Februari, naik sedikit 65 sen, atau 0,04%, menjadi $1.784,55 per ons.

Dixit dari skcharting.com mengatakan emas perlu naik melewati $1.810 untuk menguji ulang puncak terbaru $1.825.

Tetapi, dia memperingatkan bahwa kegagalan untuk bertahan di atas $1.780 dapat mendorong logam kuning ke dalam kelemahan baru $1.750 dan $1.735.

Disclaimer: Barani Krishnan menggunakan berbagai pandangan dari luar untuk membawa keragaman dalam analisisnya tentang berbagai pasar. Untuk netralitas, ia terkadang menyajikan pandangan dan variabel pasar yang berbeda. Dia tidak memegang posisi pada komoditas dan sekuritas yang dia tulis.

Komoditas Sepekan: Harga Minyak Mode Yoyo Imbas OPEC & Omicron; Emas di Atas $1.700
 

Artikel Terkait

Komoditas Sepekan: Harga Minyak Mode Yoyo Imbas OPEC & Omicron; Emas di Atas $1.700

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email