Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Komoditas Pekan Ini: Minyak dan Emas Tergantung pada Ancaman Omicron

Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)Komoditas30/11/2021 11:50
id.investing.com/analysis/komoditas-pekan-ini-minyak-dan-emas-tergantung-pada-ancaman-omicron-200234219
Komoditas Pekan Ini: Minyak dan Emas Tergantung pada Ancaman Omicron
Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)   |  30/11/2021 11:50
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Pekan lalu adalah pekan terburuk pada minyak sejak April 2020 dan penanda baru dalam sejarah perdagangan minyak mentah. Tidak jelas ke arah mana pasar akan bergerak dalam beberapa hari mendatang.

Oil Daily
Oil Daily

Jawaban itu hanya dapat dikatakan dengan akurat ketika tingkat infeksi, rawat inap, dan kematian akibat varian baru Omicron diketahui.

Tetapi bagi pasar dan pembuat keputusan, mereka harus mendapatkan informasi secara cepat dan bergerak cepat pula untuk mengetahui efek samping pada pasar.

Siapa pun yang ragu harus melihat tanda-tandanya dari aliansi penghasil minyak OPEC+, yang telah melakukan penundaan selama 48 jam untuk dua pertemuan teknis yang dijadwalkan pada Senin dan Selasa, menjelang pertemuan para menteri yang sangat penting yang dipimpin oleh Abdulaziz bin Salman dari Arab Saudi dan Alexander Novak dari Rusia.

“Penundaan ini dilakukan untuk memberikan lebih banyak waktu untuk menilai pasar sehubungan dengan kekhawatiran varian COVID-19 baru,” kata Eamonn Sheridan dari ForexLive.

Pada saat penulisan, tolok ukur minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 4,5% menjadi $71,22 per barel, menutup hampir setengah dari penurunan 11% pada hari Jumat yang menandai kerugian satu hari paling tajam sejak wabah COVID besar pertama hampir dua tahun lalu.

Minyak mentah Brent yang diperdagangkan di London, patokan global untuk minyak, naik 3,8% menjadi $71,31 per barel, setelah jatuh 12% pada hari Jumat.

Apakah Rebound Minyak Terlalu Prematur?

Bagi banyak pembeli minyak, pemulihan yang baru terjadi setelah penurunan minggu lalu akan menghasilkan kegembiraan yang luar biasa.

Rebound terjadi karena investor mencari barang murah setelah kemerosotan Jumat, di tengah spekulasi bahwa OPEC+ dapat menghentikan peningkatan produksi sebagai tanggapan terhadap penyebaran Omicron.

"Saya merasa bahwa posisi terendah hari Jumat mungkin merupakan tawaran terbaik tahun ini jika Anda adalah pembeli minyak, spekulatif atau fisik," kata Jeffrey Halley, kepala penelitian Asia di OANDA.

Phil Flynn, analis di broker Price Futures Group di Chicago, sependapat dengan pandangan itu, menggambarkan WTI di $72 per barel sebagai sudah "murah."

“Dari segi harga untuk minyak, ini seharusnya seperti penjualan Diskon Black Friday,” tulis Flynn dalam komentar menjelang akhir pekan.

“Jika saya memiliki risiko harga naik, saya akan menggunakan jeda ini sebagai peluang lindung nilai,” tambahnya.

“Saya tidak tahu seberapa buruk varian ini dan apakah itu akan menyebabkan lockdown besar-besaran. Tentu saja, jika varian ini ternyata jauh lebih buruk daripada varian Delta, maka semua perkiraan dan pendapat dibatalkan.”

Tentunya, banyak orang berpikir bahwa kejatuhan minyak yang disebabkan Omicron masih jauh dari selesai.

“Perangkap bull,” Samir Madani, sumber yang diikuti dalam pelacakan kapal tanker minyak, mengatakan dalam sebuah tweet, menggambarkan rebound hari Minggu.

“China tidak akan mau membeli dengan harga ini,” tambah Madani.

“Turunkan lagi harganya, mereka pasti beli. Untaian Omicron ini akan memakan waktu hingga dua minggu untuk dipahami; setelah itu akan ada konsensus dari para ahli. Ada lebih banyak kerugian yang akan terjadi dalam masa penantian ini.”

COVID-19 kembali menjadi agenda utama bagi investor di tengah kekhawatiran bahwa varian baru Omicron dapat menghambat pemulihan ekonomi global yang sudah menderita  selama hampir dua tahun.

Emas, Sebagai Safe-Haven, Menghasilkan Sedikit Peningkatan

Dan itu bisa menentukan arah emas juga. Logam kuning naik 0,5% menjelang pembukaan Senin di New York, setelah kenaikan 0,7% hari Jumat.

Gold Daily
Gold Daily

“Emas memiliki resistance di $1800,00 dan $1815.00 pada perdagangan minggu ini, dengan lonjakan pasca pembukaan ke $1770,00 per ons pagi ini, langkah yang meragukan bahkan pada standar pembukaan berjangka Asia hari Senin,” kata Halley dari OANDA.

“Kegagalan di  $1770.00 menandakan pengujian ulang $1760.00 dan $1740.00 per ons."

Jenis virus baru ini  juga dapat menimbulkan keraguan tentang seberapa cepat Federal Reserve dapat bergerak untuk melepaskan stimulus untuk mengatasi inflasi yang meningkat.

Dengan latar belakang seperti ini, laporan pekerjaan AS hari Jumat dan kesaksian pada hari Selasa oleh Ketua Fed Jerome Powell dan Menteri Keuangan Janet Yellen akan diawasi dengan ketat.

Sebelum Jumat, investor telah optimis tentang kekuatan pemulihan ekonomi di tengah ketersediaan vaksin yang luas dan kemajuan dalam perawatan, meskipun ada kekhawatiran atas inflasi yang terus meningkat.

Laporan pekerjaan November yang kuat dapat memberikan alasan yang kuat bagi Fed untuk mempercepat program stimulus $120 miliar per bulan pada pertemuan berikutnya pada pertengahan Desember. Tetapi gelombang baru pandemi dapat menunda rencana itu.

Kekhawatiran atas inflasi yang meningkat, ditambah dengan tanda-tanda pemulihan ekonomi yang semakin cepat, telah mendorong investor untuk mulai memperkirakan kenaikan suku bunga yang lebih cepat dan lebih awal.

Laporan nonfarm payroll hari Jumat untuk November diperkirakan akan menunjukkan bahwa ekonomi telah menambah 550.000 pekerjaan, membawa tingkat pengangguran sedikit turun menjadi 4.5%.

Kalender ekonomi untuk pekan ini juga menampilkan indeks manufaktur dan layanan Institute for Supply Management, bersama dengan data penjualan rumah tertunda, kepercayaan konsumen, dan Beige Book Fed.

Ketua Fed Powell, yang baru saja dinominasikan untuk masa jabatan kedua oleh Presiden Joseph Biden, akan memberikan kesaksian tentang CARES Act, program stimulus era pandemi bank sentral, di hadapan Komite Perbankan Senat di Washington hari Selasa.

Sidang serupa akan diadakan di hadapan Komite Keuangan DPR di Kongres hari Rabu.

Disclaimer: Barani Krishnan menggunakan berbagai pandangan dari luar untuk membawa keragaman dalam analisisnya tentang berbagai pasar. Untuk netralitas, ia terkadang menyajikan pandangan dan variabel pasar yang berbeda. Dia tidak memegang posisi pada komoditas dan sekuritas yang dia tulis.

Komoditas Pekan Ini: Minyak dan Emas Tergantung pada Ancaman Omicron
 

Artikel Terkait

Komoditas Pekan Ini: Minyak dan Emas Tergantung pada Ancaman Omicron

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email