Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Komoditas Minggu Ini: Minyak Menyebabkan Kekhawatiran Global; Gandum Meledak usai Larangan India

Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)Komoditas18/05/2022 07:34
id.investing.com/analysis/komoditas-minggu-ini-minyak-menyebabkan-kekhawatiran-global-gandum-meledak-usai-larangan-india-200236692
Komoditas Minggu Ini: Minyak Menyebabkan Kekhawatiran Global; Gandum Meledak usai Larangan India
Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)   |  18/05/2022 07:34
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Meningkatnya prospek perlambatan di dua ekonomi teratas dunia kemungkinan akan membebani minyak lagi minggu ini, memperpanjang volatilitasnya, sementara emas mencoba untuk mempertahankan level kunci $1.800 meskipun rentan terhadap dolar yang kuat.

 

Perkembangan tak terduga untuk minggu ini adalah gandum, yang mencapai level tertinggi 14 tahun di tengah berita bahwa India telah melarang ekspor gandum karena tekanan pasokan domestik.

Pasar minyak mentah memulai perdagangan awal Senin di Asia dengan pergerakan naik, kemudian berubah menjadi merah dalam beberapa jam karena data yang buruk dari China. Penjualan ritel, produksi industri, dan pengangguran pun ikut memukul sentimen dalam minyak.

 

Seminggu yang lalu, harga minyak mentah turun 10% di awal minggu di tengah kekhawatiran potensi resesi AS, kemudian sedikit berubah di akhir minggu.

Melakukan pemulihan seperti itu minggu ini bisa lebih rumit dalam menghadapi situasi di China, importir minyak terbesar dunia.

“Lockdown yang terjadi di tahun 2020 hingga 2021 adalah masalah yang mengerikan bagi banyak ekonomi,” kata ekonom Eamonn Sheridan di forum ForexLive.

“Sayang sekali China belum dapat mengatasi wabah COVID-19 sementara saat ini sudah menuju pertengahan 2022.”

Penjualan ritel China turun 11,1% pada April tahun lalu, sementara prediksi jajak pendapat mengatakan penurunan lebih dari 6,1%; produksi industri turun 2,9% pada bulan April tahun lalu, cukup kontras dengan prediksi yang mengatakan kenaikan tipis 0,4%; pengangguran di 31 kota terbesar di negara itu mencapai level tertinggi baru 2018 sebesar 6,1% pada April.

Data terbaru pada minyak mengatakan, China mengumumkan bahwa mereka memproses 11% lebih sedikit minyak mentah pada bulan April dibandingkan tahun sebelumnya, dengan throughput harian turun ke level terendah sejak Maret 2020 seiring dengan pemangkasan biaya operasi penyulingan karena permintaan yang lebih lemah karena lockdown COVID-19 semakin meluas.

“Situasi ekonomi internasional yang semakin suram dan kompleks serta guncangan yang lebih besar dari pandemi COVID-19 di dalam negeri jelas melebihi ekspektasi dan hal ini terus menekan ekonomi,” kata biro statistik China dalam sebuah pernyataan.

Biro tersebut mengatakan dampak COVID bersifat sementara dan ekonomi “diperkirakan akan stabil dan pulih.”

Harga minyak mentah naik sebanyak 1%, kemudian diperdagangkan 1,5% lebih rendah pada pukul 12:00 waktu New York Senin (12:00 waktu Singapura).

Brent yang diperdagangkan di London, patokan global untuk minyak mentah, yang menetap di $111,55 per barel pekan lalu, melonjak menjadi $112,68 pada awal perdagangan kemudian jatuh ke sesi terendah di $109,51.

West Texas Intermediate (WTI) yang diperdagangkan di New York, patokan harga minyak mentah AS, menetap di $110,49 Jumat lalu. WTI turun ke level $ 106,72 pada perdagangan Asia hari Senin setelah sebelumnya diperdagangkan di $109,80.

"Sejauh ini, support WTI di $98 WTI terbukti sulit dicapai, sementara $104-$106 menjaga momentum naik," kata Sunil Kumar Dixit, kepala strategi teknis di skcharting.com.

"Konsolidasi ringan yang disebabkan oleh volatilitas dari $106 ke 104 akan menarik lebih banyak pembeli, sementara pelemahan di bawah $104 akan menekan minyak menuju $101 - $99."

Dixit menambahkan penembusan di bawah $98 akan membatalkan momentum bullish.

"Penembusan itu memicu koreksi sebesar $18 - $20, mengekspos WTI ke $88 dan $75 dalam jangka menengah."

Rekor harga bensin di atas $4,50 per galon dan solar di atas $6 di Amerika Serikat—di tengah kenaikan suku bunga yang agresif oleh Federal Reserve untuk mengalahkan inflasi terburuk dalam 40 tahun sementara pasokan minyak mentah global terus mengetat —telah menciptakan dinamika yang luar biasa bagi minyak di negara ini.

Perbedaan besar sekarang antara harga minyak mentah dan minyak sulingan adalah defisit pasokan yang sangat buruk ditambah dengan permintaan yang hampir kembali ke level tertinggi sebelum pandemi. Persediaan solar di AS bagian Timur telah jatuh ke posisi terendah 1990. Di luar China dan Timur Tengah, kapasitas penyulingan minyak turun 1,9 juta barel per hari dari akhir 2019 hingga hari ini yang merupakan penurunan terbesar dalam 30 tahun. Pasokan diesel Eropa juga terhambat oleh sanksi Barat terhadap produk energi Rusia.

Data ekonomi AS minggu ini akan diteliti dengan cermat karena investor mencoba mengukur apakah pengetatan agresif oleh Fed untuk mengekang inflasi yang melonjak akan menghasilkan hard landing atau soft landing bagi perekonomian.

Angka penjualan ritel untuk bulan April yang akan dirilis hari Selasa diperkirakan menunjukkan kenaikan yang solid, berkat penjualan mobil yang stabil. Ekonom memperkirakan kenaikan 0,8% setelah kenaikan 0,7% di bulan Maret, meskipun inflasi lebih tinggi.

AS juga akan merilis data regional pada aktivitas manufaktur bersama dengan laporan perumahan baru dan penjualan rumah yang ada. Data perumahan diperkirakan akan menurun akibat dari kenaikan suku bunga hipotek.

Ketua Fed Jerome Powell akan berbicara pada hari Selasa dan diperkirakan akan menegaskan kembali bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga setengah poin persentase pada dua pertemuan berikutnya.

Pembicara Fed lainnya selama minggu ini termasuk Presiden Fed New York John Williams, Presiden Fed St. Louis James Bullard, Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker, dan Presiden Fed Chicago Charles Evans.

Sementara itu emas, naik tipis pada hari Senin dari level terendah lebih dari tiga bulan di sesi sebelumnya, karena imbal hasil Treasury AS yang lebih rendah membuat permintaan untuk emas batangan dengan hasil nol bertahan di atas level support utama di sekitar $1.800 per ons.

 

Emas berjangka front-month untuk Juni di COMEX melayang di $1,806 per ons pada hari Senin setelah menetap di $1,808,20 per ons hari Jumat lalu, turun $16,40 atau 1%, pada hari itu. Sesi terendah pada hari Jumat adalah $1.797,45—terendah yang tidak terlihat sejak 30 Januari. Emas Juni berakhir minggu lalu turun 4%.

Meskipun rebound pada hari Jumat dari posisi terendah, emas dapat berkunjung lagi ke wilayah $1.700 jika gagal menghapus serangkaian resistance dari $1.836 menjadi $1.885, jelas Dixit dari skcharting.com.

“Karena tren saat ini telah berubah menjadi bearish, penjual kemungkinan besar akan menguji area resistance ini,” ujar Dixit dari skcharting, yang menggunakan harga spot emas untuk analisisnya.

“Karena emas telah berubah menjadi bearish jangka pendek, tekanan bearish akan mencoba ke $1.800 dan kemudian $1.780 - $1.760. Penutupan yang menentukan di atas rentang harga dapat memperpanjang pemulihan ke $1.880, jika gagal, tekanan bearish akan mendorong emas turun ke $1800 - $1780, dan memperpanjang penurunan ke $1.760 di minggu-minggu selanjutnya."

Tetapi jika emas menembus dan bertahan di atas $1.848, pemulihannya dapat berlanjut ke $1.885 dan $1.900, tambahnya.

Di sektor gandum, India awalnya mengumumkan larangan ekspor gandum karena defisit pasokan domestik. Mereka kemudian mengatakan bahwa India akan tetap membuka peluang untuk mengekspor biji-bijian ke negara-negara yang kekurangan pangan.

Gandum untuk pengiriman Juli di Chicago Board of Trade mencapai sesi tertinggi $12,49 per gantang ketika larangan diterapkan, hampir mencapai harga tertinggi Maret 2008 di $12,98—hanya beberapa bulan sebelum krisis keuangan yang meletus tahun itu.

“Konsolidasi panjang $2 dalam gandum telah menyimpulkan penembusan kuat di atas rentang $11,50 - $11,80 dan mendekati tempat bertengger di $12,00, menyelesaikan minggu ini dengan momentum yang kuat.

“Jika reli yang konsisten naik di atas $12,00, maka harga diperkirakan akan berada pada rentang $13,50 - $14,00. Formasi breakout yang lebih luas dapat menyebabkan kenaikan parabola setinggi $15,50 dalam jangka menengah."

Disclaimer: Barani Krishnan menggunakan berbagai pandangan dari luar untuk membawa keragaman dalam analisisnya tentang berbagai pasar. Untuk netralitas, ia terkadang menyajikan pandangan dan variabel pasar yang berbeda. Dia tidak memegang posisi pada komoditas dan sekuritas yang dia tulis.

Komoditas Minggu Ini: Minyak Menyebabkan Kekhawatiran Global; Gandum Meledak usai Larangan India
 

Artikel Terkait

Komoditas Minggu Ini: Minyak Menyebabkan Kekhawatiran Global; Gandum Meledak usai Larangan India

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email