Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Komoditas Minggu Ini: Minyak Menanti Musim Mengemudi AS; Emas Tunggu Fed

Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)Komoditas24/05/2022 16:42
id.investing.com/analysis/komoditas-minggu-ini-minyak-menanti-musim-mengemudi-as-emas-tunggu-fed-200236764
Komoditas Minggu Ini: Minyak Menanti Musim Mengemudi AS; Emas Tunggu Fed
Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)   |  24/05/2022 16:42
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Kenaikan harga bahan bakar AS, yang sudah mencapai rekor tertinggi dalam dua minggu terakhir, dapat dipercepat menjelang Memorial Day pada 30 Mei, yang akan menjadi awal dari puncak musim mengemudi di Amerika Serikat.

Selain kenaikan harga bensin dan solar AS yang terus berlanjut, minyak mentah juga dapat mengalami reli yang tinggi—meskipun ketidakpastian tentang seberapa serius China dalam membuka kembali Shanghai dari lockdown COVID selama dua bulan. Keuntungan pasar importir komoditas terbesar di dunia ini mungkin akan tertutup.

Oil Daily
Oil Daily

Saat perdagangan minggu ini dimulai, nilai West Texas Intermediate (WTI) yang diperdagangkan di New York berada sedikit di atas Brent London di sesi Asia hari Senin —mengulang premi singkatnya dari minggu lalu terhadap patokan minyak dunia.

Pemulihan dramatis pada kekayaan WTI adalah cerminan dari bagaimana perdagangan memprioritaskan minyak mentah AS dibanding Brent saingannya di Inggris, mengingat situasi permintaan yang terlalu besar versus produksi untuk hampir semua bentuk energi di Amerika Serikat.

Pada pukul 02:00 ET Senin waktu New York (14:00 waktu Singapura), WTI untuk pengiriman Juli berada di $111,20 per barel, naik 92 sen, atau 0,8% pada hari itu.

Brent untuk pengiriman Juli berada di $110,98, naik 99 sen, atau 0,9%.

"Jika momentum bullish memperoleh dukungan beli yang cukup, WTI dapat memperpanjang sisi atas ke $123,70," kata Sunil Kumar Dixit, kepala strategi teknis di skcharting.com.

Tetapi dia juga memperingatkan bahwa kenaikan WTI akan sangat bergantung pada harga yang bertahan di atas 108,50. Dia menambahkan:

"Penembusan pada support akan mendorong WTI turun ke $105, yang merupakan titik pembatalan untuk tren naik saat ini."

Puncak musim mengemudi di AS biasanya dimulai pada akhir pekan Memorial Day pada akhir Mei dan berakhir pada Hari Buruh bulan September.

"Harga minyak yang tinggi terdukung karena permintaan bensin tetap kuat menjelang puncak musim mengemudi AS," Stephen Innes, Managing Partner di SPI Asset Management, mengatakan dalam komentar yang dibawa oleh Reuters.

"Kilang biasanya meningkatkan produksi untuk menyediakan BBM bagi para pengemudi AS yang butuh bensin."

Meskipun ada kekhawatiran tentang kenaikan harga bahan bakar yang berpotensi mengurangi permintaan, data mobilitas dari TomTom dan Google telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, menunjukkan lebih banyak orang mengemudi di jalan terutama di AS.

Dolar yang melemah pada hari Senin juga menyebabkan harga minyak lebih tinggi, karena itu membuat harga minyak mentah lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain. Dollar Index, yang mengadu greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, membukukan penurunan mingguan pertama dalam enam minggu. Dalam perdagangan Asia hari Senin, dolar berada di 102,67 versus tertinggi 20 tahun di 105,06 minggu lalu.

Meski begitu, beberapa analis mengatakan kenaikan minyak diperparah oleh kekhawatiran upaya China dalam menghentikan COVID dengan kebijakan lockdown, bahkan ketika China telah bersiap untuk membuka kembali ekonomi Shanghai pada 1 Juni dari lockdown selama dua bulan.

Pembatasan ekonomi di China, negeri importir minyak utama dunia, telah memukul produksi industri dan konstruksi dunia; mendorong langkah untuk menopang perekonomian, termasuk penurunan suku bunga hipotek yang lebih besar dari perkiraan Jumat lalu.

"Lockdown COVID-19 adalah hambatan sementara pada permintaan di China, meskipun di tempat lain permintaan tetap bertahan dengan baik," kata analis ANZ dalam sebuah catatan.

Dalam kasus emas, kontrak berjangka front-month Juni di COMEX berada di $1.852,87 per ons, naik $10,77 sen, atau 0,6%, memperpanjang reli 2% minggu lalu.

Gold Daily
Gold Daily

Emas juga bergerak lebih tinggi di tengah pelemahan dolar karena perdagangan menunggu risalah Fed dari pertemuan kebijakan Mei, yang dijadwalkan akan dirilis pada hari Rabu.

Dixit dari skcharting.com mengatakan emas kemungkinan akan diuji minggu depan, di level $1867, yang merupakan level Fibonacci 38,2% dari swing high ke $1.998 dan level terendah $1.787.

"Emas harus tetap kokoh di atas $1858 untuk kelanjutan momentum kenaikan karena pelemahan di bawah level tersebut akan menyebabkan koreksi ke $1,836-$1,825-$1,800 dan pelemahan dapat berlanjut lagi ke level $1,780-$1760," ujar Dixit, yang analisanya pada emas didasarkan pada harga spot emas batangan.

Momentum penurunan emas ditambah lagi dengan pembacaan stokastik mingguan yang sudah oversold di 20/19, kata ahli grafik. "Ini menandakan akan terjadi rebound," tambahnya.

“Namun, momentum akan sangat bergantung pada imbal hasil obligasi AS 10 tahun yang tersisa di bawah 2,80% dan turun menjadi antara 2,60% dan 2,40%.

Dengan indeks S&P 500 Wall Street di ambang penurunan, investor akan melihat ke risalah Fed untuk memberikan wawasan tentang seberapa agresif bank sentral mengatasi inflasi—yang sudah melonjak—bulan depan.

Ketua Fed Jerome Powell yakin bank sentral dapat mencapai "pendaratan lunak", tetapi Wall Street tidak yakin Fed dapat melakukannya, dengan memberikan peringatan tentang kemungkinan terjadinya resesi yang semakin kuat.

Ahli strategi Goldman Sachs telah memperkirakan peluang ekonomi AS memasuki resesi dalam dua tahun ke depan adalah 35%, sementara analis Wells Fargo memperkirakan hanya akan terjadi resesi ringan di akhir 2022 dan awal 2023.

Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin sejak Maret dan pasar memperkirakan kenaikan suku bunga 50 basis poin pada bulan Juni dan Juli.

Powell telah berjanji untuk menaikkan suku bunga setinggi yang diperlukan untuk menjinakkan inflasi. Risalah akan menunjukkan bagaimana para pembuat kebijakan memperkirakan inflasi dan apakah ekonomi cukup tangguh untuk menghadapi kebijakan moneter yang lebih ketat.

Investor akan bersiap untuk laporan pendapatan dari Costco (NASDAQ:COST), Dollar General (NYSE:DG), dan Best Buy (NYSE:BBY) minggu ini setelah hasil yang mengecewakan dari pengecer besar pekan lalu dan memukul saham, menambah kekhawatiran atas prospek ekonomi.

Walmart (NYSE:WMT), pengecer terbesar di negara itu, dan saingannya Target (NYSE:TGT) melaporkan bahwa sementara lalu lintas toko masih kuat, inflasi yang tinggi mulai mengikis daya beli konsumen AS.

Sementara pialang Wall Street memperkirakan keuntungan akan tertekan oleh melonjaknya biaya bahan bakar, para analis mengatakan mereka tidak memperkirakan penghematan yang diterapkan banyak konsumen dan beralih ke pembelian kebutuhan dasar dengan margin yang lebih rendah daripada barang dagangan umum yang lebih menguntungkan. Tingkat penumpukan inventaris dan diskon besar-besaran oleh pengecer juga sedikit mengejutkan, kata para analis.

Kombinasi dari kekhawatiran ini akan membentuk pergerakan bullish untuk emas, yang secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap ekonomi dan politik—walaupun fungsi lindung nilai tersebut telah diperlemah oleh kenaikan suku bunga tertinggi dalam satu generasi yang direncanakan oleh Fed.

Disclaimer: Barani Krishnan menggunakan berbagai pandangan dari luar untuk membawa keragaman dalam analisisnya tentang berbagai pasar. Untuk netralitas, ia terkadang menyajikan pandangan dan variabel pasar yang berbeda. Dia tidak memegang posisi pada komoditas dan sekuritas yang dia tulis. 

Komoditas Minggu Ini: Minyak Menanti Musim Mengemudi AS; Emas Tunggu Fed
 

Artikel Terkait

Komoditas Minggu Ini: Minyak Menanti Musim Mengemudi AS; Emas Tunggu Fed

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email