Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Komoditas Minggu Ini: Minyak Melacak Kuota OPEC; Emas Terpukul Menjelang Laporan Pekerjaan AS

Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)Komoditas05/10/2021 11:47
id.investing.com/analysis/komoditas-minggu-ini-minyak-melacak-kuota-opec-emas-terpukul-menjelang-laporan-pekerjaan-as-200233101
Komoditas Minggu Ini: Minyak Melacak Kuota OPEC; Emas Terpukul Menjelang Laporan Pekerjaan AS
Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)   |  05/10/2021 11:47
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Minyak dan emas diperkirakan akan melihat pergerakan yang saling bertentangan minggu ini dimana pasar minyak mentah kemungkinan akan melemah sampai produsen OPEC+ memutuskan kuota produksi baru, sementara harga logam kuning bisa mengalami kenaikan menjelang rilis laporan pekerjaan AS untuk bulan September hari Jumat ini.

Karena China dan Korea Selatan sedang libur nasional, maka pasar regional tutup, likuiditas tipis di awal minggu dan berita santer bahwa raksasa properti China Evergrande (OTC:EGRNY) (HK:3333) yang sarat utang, mungkin akan kesulitan lagi membayar $260 juta obligasi luar negeri yang jatuh tempo Senin menambah suasana ketidakpastian di sekitar pasar.

Oil Weekly TTM
Oil Weekly TTM

Setelah lonjakan bulan lalu hampir 10%—terbesar sejak Juni—dan kenaikan tahun ini lebih dari 50%, minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent berada dalam mode jeda karena OPEC+ mempertimbangkan kuota produksi lebih tinggi dari yang diumumkan sebelumnya.

Cerita resminya adalah bahwa OPEC+ mengakomodasi seruan Gedung Putih untuk memproduksi lebih banyak agar bisa membantu memoderasi tekanan inflasi pada Amerika Serikat dan negara-negara konsumen lainnya dari harga minyak mentah yang tinggi.

Angka Produksi OPEC yang Lebih Tinggi Dipandang Sebagai Pergerakan Melawan Minyak Serpih AS

Yang benar adalah OPEC+—yang terdiri dari 13 anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak yang dipimpin Saudi dan 10 produsen minyak lainnya yang dikendalikan oleh Rusia—mungkin kurang peduli dengan yang namanya “tanpa pamrih”, mereka hanya perduli dan memastikan agar produsen minyak mentah AS tidak pernah menjadi ancaman lagi bagi kartel.

Gembira melihat shale oil output AS dibatasi setidaknya 2 juta barel per hari di bawah tertinggi pra-pandemi 13 juta barel per hari, OPEC+ ingin tetap seperti itu.

Kebijakan pemerintahan Biden dalam membunuh bisnis bahan bakar fosil sudah setengah jalan, sementara prioritas baru dari para pengebor AS untuk membuat pemegang saham senang tanpa mengambil risiko tambahan telah seimbang.

OPEC+ tahu bahwa ekonomi yang sedang berkembang dan potensi pemulihan lebih banyak berkat obat virus corona yaitu Merck & Company (NYSE:MRK) yang sekarang sedang mempopulerkan produknya. Kesemuanya ini berarti lebih banyak permintaan minyak.

Mereka juga tahu bahwa para pengebor AS—dimana mereka sangat patuh sekarang dibanding dulu—akan melihat prospek yang sama dan mungkin bertanya-tanya apakah mereka harus meluncurkan beberapa barel tambahan.

Kata Tariq Zahir, salah satu manager di Tyche Capital Advisors yang berfokus pada minyak:

"Hal terakhir yang ingin dilihat OPEC adalah minyak serpih kembali dan merebut pangsa pasarnya."

Persediaan minyak mentah AS naik 4,6 juta barel pekan lalu, melebihi ekspektasi, didorong oleh rebound dalam produksi karena fasilitas lepas pantai yang pernah ditutup karena badai telah melanjutkan aktivitasnya.

OPEC+, yang membuka monthly meeting terbarunya pada pukul 1200 GMT hari Senin, sedang mempertimbangkan untuk memproduksi di luar tambahan 400.000 bph per bulan yang telah dijanjikan hingga April 2020, empat sumber yang sangat paham dengan pemikiran aliansi mengatakannya minggu lalu.

West Texas Intermediate yang diperdagangkan di New York, tolok ukur untuk minyak AS, turun 38 sen, atau 0,5%, pada $75,50 per barel pukul 0700 GMT. WTI naik 2,6% minggu lalu dan naik 2% untuk kuartal ketiga.

Minyak mentah Brent yang diperdagangkan di London, tolok ukur untuk minyak global, adalah 36 sen, atau turun 0,5%, pada $78,92. Brent naik 1,9% pada minggu ini dan 4,5% untuk kuartal ketiga.

Emas Menanti Laporan Nonfarm Payroll

Pada emas front, fokusnya hampir seluruhnya pada apa yang akan dilaporkan Departemen Tenaga Kerja pada hari Jumat untuk pertumbuhan nonfarm payroll bulan September.

Gold Weekly TTM
Gold Weekly TTM

Pada bulan Agustus, departemen melaporkan jumlah yang mengecewakan yaitu sebesar 235.000 pekerjaan versus perkiraan sebesar 750.000 dan percepatan Juli 1,05 juta.

Selain mencerminkan pemulihan pasar tenaga kerja dari pandemi COVID-19, angka pekerjaan bulanan telah menjadi indikator utama untuk memutuskan kapan Federal Reserve harus mulai mengurangi stimulus bulanannya sebesar $120 miliar dan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya, dimana suku bunga selama 19 bulan terakhir mendekati nol.

Kata Jeffrey Halley, yang mengepalai penelitian Asia-Pasifik untuk platform perdagangan online OANDA:

“Semuanya tentu saja, akan mengarah pada data non-farm payrolls AS. Angka yang jauh lebih rendah dari 500k berarti pengurangan pembelian obligasi Fed tertunda, meskipun mungkin dengan mengorbankan peningkatan stagflasi. Sebaliknya, jika angkanya jauh lebih tinggi maka pengurangan akan dilakukan bulan Desember.”

Kontrak teraktif emas berjangka AS, Desember, naik sedikit pada pukul 07:00 GMT, naik $3,25, atau 0,2%, menjadi $1.761,65. Emas berjangka berakhir di 0,4% minggu lalu setelah kerugian yang cukup besar bulan September sebesar 3,4%.

Emas hampir tidak memenuhi label safe-havennya tahun ini—menurun lebih dari 7% sejak awal 2021—meskipun inflasi berkembang pada laju tercepat dalam 13 tahun. Reli pada imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun telah menyebabkan lebih banyak kerusakan pada posisi safe haven emas daripada variabel lainnya karena terus melonjak pada ekspektasi kenaikan suku bunga, yang akhirnya memukul emas.

Jika angka pekerjaan September ternyata lebih rendah dari yang diharapkan, emas bisa memiliki kesempatan hidup lagi.

Disclaimer: Barani Krishnan menggunakan berbagai pandangan dari luar untuk membawa keragaman dalam analisisnya tentang berbagai pasar. Untuk netralitas, ia terkadang menyajikan pandangan dan variabel pasar yang berbeda. Dia tidak memegang posisi pada komoditas dan sekuritas yang dia tulis.

 

Komoditas Minggu Ini: Minyak Melacak Kuota OPEC; Emas Terpukul Menjelang Laporan Pekerjaan AS
 

Artikel Terkait

Komoditas Minggu Ini: Minyak Melacak Kuota OPEC; Emas Terpukul Menjelang Laporan Pekerjaan AS

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email