Breaking News
Investing Pro 0
DISKON Cyber Monday: Diskon InvestingPro+ hingga 54% KLAIM PENAWARAN

Komoditas Minggu Ini: Minyak, Emas & Inflasi, Langkah Rusia Berikutnya Terhadap Ukraina

Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)Komoditas11/05/2022 05:00
id.investing.com/analysis/komoditas-minggu-ini-minyak-emas--inflasi-langkah-rusia-berikutnya-terhadap-ukraina-200236628
Komoditas Minggu Ini: Minyak, Emas & Inflasi, Langkah Rusia Berikutnya Terhadap Ukraina
Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)   |  11/05/2022 05:00
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
 
NDX
-0,85%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
XAU/USD
-0,70%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
US500
-1,06%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
DX
+0,35%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
Gold
-0,71%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
LCO
+0,44%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Kekhawatiran resesi global akibat inflasi tinggi dan pengetatan moneter yang diakibatkan oleh para gubernur bank sentral dapat menjadi penentu apakah harga minyak turun dari puncaknya minggu ini, sehingga emas bisa naik lagi sebagai asuransi untuk masalah ekonomi.

Gold Daily
Gold Daily

Pembacaan bulanan hari Rabu untuk Indeks Harga Konsumen (IHK) AS, akan menentukan apakah inflasi di negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini telah mencapai puncaknya setelah berbulan-bulan tumbuh dan mencapai tertinggi empat dekade. Jika demikian, Federal Reserve mungkin diminta untuk tidak memaksakan kenaikan suku bunga yang sangat tinggi dalam beberapa bulan mendatang.

Jika kenaikan suku bunga tetap tinggi maka pasar khawatir langkah Fed berikutnya mungkin adalah menaikkan 75 basis poin, setelah kenaikan 50 bps minggu lalu—yang merupakan kenaikan tertinggi dalam lebih dari 20 tahun.

Fed bersikeras bahwa kenaikan suku bunganya tidak akan mengarahkan ekonomi AS ke dalam resesi tetapi pasar tidak percaya.

Sementara minyak mentah berjangka telah meningkat dalam dua minggu terakhir, akibatnya harga bensin AS naik ke rekor tertinggi baru akhir pekan ini, ketakutan akan ketergantungan Fed dan apa yang dapat dilakukan Fed terhadap ekonomi dapat memicu aksi jual lagi dalam minyak minggu ini, kata para analis.

Crude Oil Daily
Crude Oil Daily

Minyak turun sebelumnya pada hari Senin di tengah kekhawatiran resesi global kemudian berbalik lebih tinggi dan investor mengamati pembicaraan Uni Eropa tentang embargo minyak Rusia yang diperkirakan akan memperketat pasokan global.

Spekulasi bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dapat meningkatkan konflik Ukraina ke tingkat “perang” sehubungan dengan perayaan Hari Kemenangan Moskow hari ini—versus label “operasi militer khusus” yang dia gunakan sejauh ini—juga mempertahankan harga minyak mentah.

Data ekonomi China juga membantu terjadinya rebound, meskipun ada kekhawatiran baru-baru ini tentang lockdown yang telah menekan harga minyak.

Ekspor year-on-year China turun dari 14,7% menjadi 3,9% pada April, sementara perkiraan tumbuh sebesar 3,2%. Tetapi impor year-on-year datar dari penurunan yang diperkirakan sebesar 3% dan pertumbuhan negatif sebelumnya sebesar 0,1%. Akibatnya, neraca perdagangan itu sendiri berada di $51,12 miliar versus perkiraan di $50,65 miliar dan angka sebelumnya di $47,38 miliar.

Minyak mentah Brent, patokan harga minyak global yang diperdagangkan di London, naik 39 sen, atau 0,4%, menjadi $112,78 per barel pada pukul 12:51 ET (0451 GMT) setelah menyentuh sesi terendah $110,64.

Brent Oil Daily
Brent Oil Daily

Brent telah naik 6% dua minggu sebelumnya setelah pertemuan Mei OPEC+ yang menyetujui kenaikan produksi standar 432.000 barel per hari yang tetap jauh dibawah supply-demand di pasar.

West Texas Intermediate (WTI) yang diperdagangkan di New York, patokan harga minyak mentah AS, naik 28 sen, atau 0,3%, menjadi $110,05. Harga itu telah menurun, dimana sebelumnya harga mencapai $110,64.

WTI naik lebih dari 8% dua minggu sebelumnya.

Terlepas dari rebound harga minyak mentah baru-baru ini, ancaman resesi masih bisa menghancurkan harga minyak, kata para analis.

“Fed terlihat semakin agresif dalam meningkatkan suku bunga dan ini dapat menakuti sentimen, mulai dari saham hingga minyak,” kata John Kilduff, pendiri dana lindung nilai energi New York, Again Capital.

Jeffrey Halley, yang mengepalai penelitian Asia-Pasifik untuk platform perdagangan online OANDA, juga mengatakan harga minyak mentah mungkin mengalami kesulitan menembus penghalang berupa kenaikan yang signifikan karena konflik Ukraina.

“Minyak mentah Brent telah membentuk triple top di $114,75 per barel, yang akan menjadi penghalang tangguh dalam waktu dekat. Support berada di $103,50 per barel dan saya berpegang pada rentang harga yang lebih luas $100 hingga $120 per barel ke depannya untuk saat ini,” jelas Halley.

"WTI memiliki resistance di $111,50 dan support di $100,00 per barel," jelasnya.

"Sekali lagi, saya tetap nyaman pada rentang harga $95 hingga $115 per barel dalam jangka menengah."

Setelah penurunan mingguan kelima berturut-turut dalam ekuitas dan obligasi global, kontrak berjangka S&P 500 dan NASDAQ 100 turun lebih dari 1% di perdagangan Asia hari Senin karena Jepang memimpin pasar saham Asia lebih rendah, dan utang negara berada di bawah tekanan.

Pembuat kebijakan Fed yang kebingungan ketika berpidato minggu ini, dapat meningkatkan standar pengetatan moneter oleh bank sentral.

Presiden Fed Richmond Tom Barkin telah mengubah bar hawkish sedikit lebih tinggi pada hari Jumat dengan mengatakan dia "tidak tetap mendukung kenaikan 75-bps".

Pejabat bank sentral yang dijadwalkan untuk memberikan pemikiran mereka tentang suku bunga dan ekonomi minggu ini termasuk Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, Presiden Fed New York John Williams, Gubernur Fed Christopher Waller, Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari, Presiden Fed Cleveland Loretta Mester dan Presiden Fed San Francisco Mary Daly.

Dorongan tambahan untuk penurunan minyak bisa datang dari reli tanpa henti dalam dolar, yang telah mencapai tertinggi 20 tahun sudah menyebabkan beberapa kehancuran permintaan energi. Indeks Dolar, yang mengadu greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik hampir 11% tahun ini.

Dalam kasus emas, emas berjangka front-month untuk Juni di COMEX New York ditutup naik $7,10 di $1,882,80 per ons dalam perdagangan Jumat. Meski begitu, emas bulan Juni turun 1,5% minggu ini, turun tiga minggu berturut-turut dalam penurunan yang membuat logam kuning mundur hampir 5% secara keseluruhan untuk periode tersebut.

Emas jatuh karena dolar—saingan utamanya dan penerima manfaat utama dari kenaikan suku bunga AS—melonjak bersama dengan imbal hasil obligasi yang dipimpin oleh obligasi Treasury 10 tahun AS. Indeks dolar, yang mengadu greenback terhadap enam mata uang utama, naik ke puncak 104,12, tertinggi sejak Desember 2002 di 107,38.

"Ada beberapa catatan konstruktif dalam aksi harga emas baru-baru ini," kata Halley dari OANDA.

"Emas bertahan dengan sangat baik versus dolar AS yang merajalela dan kurva imbal hasil (obligasi) AS di mana sebagian besar dimulai dengan tiga imbal hasil (normal, terbalik, dan datar)."

 

Disclaimer: Barani Krishnan menggunakan berbagai pandangan dari luar untuk membawa keragaman dalam analisisnya tentang berbagai pasar. Untuk netralitas, ia terkadang menyajikan pandangan dan variabel pasar yang berbeda. Dia tidak memegang posisi pada komoditas dan sekuritas yang dia tulis.

 

Komoditas Minggu Ini: Minyak, Emas & Inflasi, Langkah Rusia Berikutnya Terhadap Ukraina
 

Artikel Terkait

Komoditas Minggu Ini: Minyak, Emas & Inflasi, Langkah Rusia Berikutnya Terhadap Ukraina

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar (2)
Hendra Hendra
Hendra Hendra 13/11/2022 21:03
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
analis so good
Abdul Rahmanto
Abdul Rahmanto 11/05/2022 10:45
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
untuk level kedalaman di brp pak
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email