Breaking News
Investing Pro 0
DISKON Cyber Monday: Diskon InvestingPro+ hingga 54% KLAIM PENAWARAN

Komoditas Minggu Ini: Lockdown Baru di China Hantui Minyak; Data Pekerjaan AS Ditunggu

Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)Komoditas29/03/2022 18:56
id.investing.com/analysis/komoditas-minggu-ini-lockdown-baru-di-china-hantui-minyak-data-pekerjaan-as-ditunggu-200236260
Komoditas Minggu Ini: Lockdown Baru di China Hantui Minyak; Data Pekerjaan AS Ditunggu
Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)   |  29/03/2022 18:56
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
 
XAU/USD
-0,76%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
Gold
-0,77%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
LCO
+0,35%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
CL
+1,21%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Tindakan keras China yang intensif terhadap COVID-19, yang telah menyebabkan penutupan pusat keuangan di Shanghai, dapat menekan permintaan minyak dan komoditas utama lainnya sepanjang minggu ini, meskipun ada perkiraan positif untuk laporan pekerjaan AS untuk bulan Maret.

Oil Daily
Oil Daily

Minggu ini juga bisa menjadi minggu yang volatil di seluruh pasar, dimana investor juga sedang menanti data inflasi AS dalam bentuk pendapatan pribadi dan angka pengeluaran pada hari Kamis, sehari sebelum laporan pekerjaan.

J.P. Morgan (JPM), dalam sebuah laporan sebelum akhir pekan, mengutip penurunan angka mobilitas di Eurasia dan California. Bank Wall Street mengatakan itu adalah tanda paling jelas dari kehancuran permintaan minyak, yang sebagian besar bertahan di sekitar $100 per barel sejak mencapai hampir $140 setelah invasi 24 Februari ke Ukraina.

Di perdagangan Asia hari Senin, Brent yang diperdagangkan di London, patokan harga minyak global, turun $3,23, atau 2,6%, menjadi $114,14 per barel pada pukul 12:00 siang waktu Singapura (12:00 pagi waktu New York). Brent naik hampir 12% minggu lalu untuk kenaikan mingguan terbesar sejak invasi ke Ukraina.

Patokan harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) turun $3,51, atau 3,1%, menjadi $110,39. WTI naik 8,8% minggu lalu.

Bahkan emas, yang sering diandalkan untuk lindung nilai terhadap masalah politik dan ekonomi, turun di perdagangan Asia hari Senin.

Gold Daily
Gold Daily

Kontrak berjangka emas di COMEX New York, April, turun $10,10, atau 0,5%, di $1,944,10 per ons. Patokan kontrak berjangka emas naik 1,3% minggu lalu.

Shanghai mengumumkan pada hari Minggu bahwa mereka akan me-lockdown kota dalam dua tahap untuk melakukan pengujian COVID-19 selama periode sembilan hari, karena jumlah yang terinfeksi tanpa gejala telah mencapai rekor harian, sementara dunia mengira pandemi telah berakhir.

Shanghai telah berjuang melawan lonjakan COVID-19 selama hampir satu bulan dan Sabtu kemarin adalah jumlah kasus harian tertinggi di sana sejak wabah mulai surut. Kota ini mencatat 2.631 kasus tanpa gejala, itu berarti hampir 60% total kasus baru tanpa gejala di China dihari itu, ditambah 47 kasus baru dengan gejala.

Pihak berwenang Shanghai sebelumnya telah menolak kebijakan lockdown kota Shanghai untuk menghindari ketidakstabilan ekonominya dan lebih memilih pendekatan "slicing and gridding" yang melibatkan penyaringan lingkungan satu per satu.

Berdasarkan kebijakan baru, transportasi umum, termasuk layanan transportasi online, akan ditangguhkan selama periode lockdown, kata pemerintah kota di akun WeChat resminya, menambahkan bahwa kendaraan yang tidak mendapatkan izin tidak boleh berada di jalan. Dikatakan juga bahwa semua perusahaan dan pabrik akan menangguhkan produksi atau bekerja dari jarak jauh selama penguncian, selain dari mereka yang terlibat dalam menawarkan layanan publik atau memasok makanan.

Dalam sebuah laporan, JPM mengatakan harga minyak mentah yang tinggi bukan satu-satunya penyebab hancurnya permintaan dalam komoditas. Krisis di Ukraina, sanksi keuangan yang melumpuhkan Rusia, dan penyebaran varian Omicron yang sangat menular di China memiliki dampak yang lebih langsung pada konsumsi bahan bakar regional daripada harga tinggi. Ia menambahkan bahwa mereka mengharapkan aktivitas China mulai berkontraksi di bulan Maret dan April, mendorong penurunan 1,1 poin persentase untuk pertumbuhan PDB China Kuartal ke 2.

Akibatnya, bank Wall Street memotong 1,1 juta barel per hari (mbd) dari perkiraan permintaan Kuartal ke 2 tahun 2022, diikuti oleh pemotongan sekitar 0,5 mbd untuk Kuartal ke 3 dan ke 4. Secara bersih, Wall Street memangkas 420.000 barel per hari dari ekspektasi bank untuk permintaan minyak global 2022 karena harga tinggi, pembatasan COVID, dan konflik geopolitik mendorong kehancuran permintaan di Rusia, Cina, India, dan Eropa.

Sementara AS telah relatif terisolasi sejauh ini (meskipun harga bensin tertinggi dalam catatan), revisi permintaan JPM sangat terkonsentrasi di Eropa, yang tetap menjadi pusat guncangan geopolitik. Sejak dimulainya perang Rusia-Ukraina, para ekonom bank telah menurunkan pertumbuhan di wilayah tersebut lebih dari 2 poin persentase dan telah menaikkan perkiraan inflasi hampir 3 poin persentase.

Akibatnya, JPM telah memangkas ekspektasi untuk permintaan minyak Eurasia 2022 sebesar 270.000 barel per hari karena sanksi yang dikenakan pada Rusia. Permintaan Eurasia untuk bahan bakar jet akan menjadi 130.000 barel per hari, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, karena kira-kira setengah dari pesawat sipil Rusia akan berhenti beroperasi sebagai akibat dari larangan wilayah udara dan kekurangan suku cadang. JPM juga merevisi permintaan minyak Eropa turun rata-rata 160.000 barel per hari untuk 2022 karena sensitivitas terhadap harga tinggi dan ekspektasi yang lebih rendah untuk pertumbuhan ekonomi di kawasan itu.

Di California, vehicle miles traveled (VMT) telah mendata jarak tempun kendaraan dengan cermat untuk tahun 2018-19 sejak akhir tahun lalu. Tapi datanya cukup menyimpang bila dibandingkan dengan data di tahun 2019 karena kasus Omicron menyebar ke seluruh negara bagian, dan karena di akhir Februari harga minyak melonjak ketika terjadi penyerangan ke Ukraina.

Pemerintahan Biden, sementara itu, sedang mempertimbangkan melepaskan minyak dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) yang bisa lebih besar dari penjualan 30 juta barel awal bulan ini, kata sebuah sumber. Secara total, AS dan anggota lain dari International Energy Agency (IEA) melepaskan sekitar 60 juta barel dari cadangan.

"Mereka pasti memiliki kapasitas untuk melakukan penarikan minyak lebih banyak lagi—mereka (anggota IEA) memiliki sekitar 1,5 miliar barel persediaan SPR. Memang ini adalah fungsi utama dari SPR, untuk memberikan bantuan di masa darurat," kata Natasha Kaneva, kepala penelitian komoditas di J.P. Morgan.

Laporan nonfarm payroll hari Jumat untuk bulan Maret dapat membantu pasar memahami apakah keputusan Federal Reserve untuk kenaikan suku bunga terlalu agresif atau tidak cukup agresif.

Para ekonom memperkirakan ekonomi AS telah menambahkan 475.000 pekerjaan, setelah penambahan sebesar 678.000 di bulan Februari. Penghasilan per jam rata-rata diperkirakan meningkat 5.5% year-on-year, sementara tingkat pengangguran diperkirakan akan turun menjadi 3.7%.

Indikasi berlanjutnya kekuatan pasar tenaga kerja akan menunjukkan dengan jelas pentingnya kenaikan suku bunga yang lebih agresif karena Fed sedang berjuang untuk mengekang inflasi yang melonjak.

Fed menaikkan suku bunga seperempat poin persentase pada 16 Maret tetapi sejak itu Ketua Fed Jerome Powell telah mengindikasikan bahwa bank sentral siap untuk menaikkan suku bunga setengah poin jika diperlukan, meskipun ada kekhawatiran bahwa ini dapat memicu penurunan ekonomi.

Menjelang laporan pekerjaan, pemerintah AS akan merilis angka pendapatan dan pengeluaran pribadi Februari pada hari Kamis. Laporan tersebut berisi data pengeluaran konsumsi pribadi, ukuran inflasi yang diawasi ketat oleh Fed.

Ekonom memperkirakan indeks harga PKP inti naik 5,5% setiap tahun, tetap jauh di atas target inflasi Fed 2%.

Kalender ekonomi juga menampilkan update pada kepercayaan konsumen, lowongan pekerjaan, perekrutan sektor swasta, klaim pengangguran, dan ISM manufacturing PMI.

Selain itu, Presiden Fed New York John Williams, kepala Fed Philadelphia Patrick Harker, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic dan Presiden Fed Richmond Thomas Barkin akan tampil minggu ini.

Disclaimer: Barani Krishnan menggunakan berbagai pandangan dari luar untuk membawa keragaman dalam analisisnya tentang berbagai pasar. Untuk netralitas, ia terkadang menyajikan pandangan dan variabel pasar yang berbeda. Dia tidak memegang posisi pada komoditas dan sekuritas yang dia tulis.

Komoditas Minggu Ini: Lockdown Baru di China Hantui Minyak; Data Pekerjaan AS Ditunggu
 

Artikel Terkait

Komoditas Minggu Ini: Lockdown Baru di China Hantui Minyak; Data Pekerjaan AS Ditunggu

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email