Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Komoditas Minggu Ini: Kekhawatiran Resesi Bisa Hambat Minyak, Tahan Emas Tetap Stabil

Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)Komoditas21/06/2022 11:01
id.investing.com/analysis/komoditas-minggu-ini-kekhawatiran-resesi-bisa-hambat-minyak-tahan-emas-tetap-stabil-200237070
Komoditas Minggu Ini: Kekhawatiran Resesi Bisa Hambat Minyak, Tahan Emas Tetap Stabil
Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)   |  21/06/2022 11:01
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Gejolak resesi di AS dan penjualan yang dapat dilihat pada grafik dapat menekan harga minyak sampai menembus di bawah $100 per barel minggu ini; kemudian gelombang pembelian dapat membuat harga miinyak mentah merebut kembali sebagian besar dari apa yang telah hilang.

Crude Oil Daily
Crude Oil Daily

Sejak Federal Reserve mengumumkan kenaikan suku bunga terbesar dalam 28 tahun dengan kenaikan 75 basis poin minggu lalu, para trader menjadi yakin bahwa Amerika Serikat sedang menuju resesi berdasarkan kombinasi data ekonomi makro yang melemah dan pengetatan moneter yang sangat besar untuk melawan inflasi terburuk dalam 40 tahun.

Ketua Fed Jerome Powell akan kembali ke Kongres minggu ini untuk menyampaikan alasannya tentang mengapa bank sentral melakukan apa yang dilakukannya dan mengapa hal itu dapat mengakibatkan "pendaratan lunak" ekonomi dan bukan resesi. Hanya beberapa orang yang percaya dengan apa yang dia katakan.

"Kata 'R' semakin sering digunakan saat angin resesi mulai bertiup lebih kencang yang dapat dilihat melalui data ekonomi dan pergerakan harga di seluruh spektrum kelas aset," kata Jeffrey Halley, yang mengawasi penelitian Asia-Pasifik untuk platform perdagangan online OANDA. Dia menambahkan, sambil merenung:

“Bahkan harga minyak melonjak karena hingar bingar beban resesi. Kasus klasik mungkin, dimana harga tinggi menjadi obat terbaik untuk harga tinggi?”

Harga minyak mentah anjlok sebanyak 9% minggu lalu, terbesar sejak April, setelah produksi pabrik AS turun selama lima bulan berturut-turut karena perusahaan berjuang mengatasi kemacetan rantai pasokan dan biaya tinggi, meskipun produksi industri itu sendiri meningkat.

Dalam perdagangan Asia hari Senin, minyak rebound, meskipun tidak terlalu meyakinkan.

West Texas Intermediate yang diperdagangkan di New York, patokan harga minyak mentah AS, naik 70 sen atau 0,7%, menjadi 108,69 dolar per barel pada pukul 14:00 waktu Singapura (2:00 pagi waktu New York). WTI kehilangan lebih dari $11 minggu lalu, yang merupakan kerugian paling tajam dalam delapan minggu.

Minyak mentah Brent yang diperdagangkan di London, patokan harga minyak global, naik 69 sen, atau 0,6%, menjadi $113,81. Brent kehilangan hampir $9 minggu lalu, kerugian terbesar dalam dua bulan.

Tepat sebelum jatuh minggu lalu, WTI melonjak ke puncak tiga bulan di $123,18, tertinggi sejak kenaikan Maret menjadi hampir $130 setelah invasi Rusia ke Ukraina. Brent mencapai $125,16, setelah puncak Maret hampir $140, merupakan tertinggi dalam 14 tahun.

Aksi harga itu tampaknya mendukung apa yang dikatakan Halley dari OANDA: Harga yang lebih tinggi dapat menyembuhkan harga minyak yang sudah tinggi.

Sebelum jatuh, analis teknis telah memperingatkan selama berminggu-minggu bahwa harga WTI dan Brent sangat overbought karena kedua tolok ukur minyak mentah ini masing-masing naik sekitar $20 dalam delapan minggu terakhir.

Minyak mentah bisa mendapat tekanan lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang, kata mereka.

"Aksi harga di minggu yang baru saja berakhir telah mengkonfirmasi pola DOJI bearish di WTI yang terbentuk pada minggu sebelumnya," kata Sunil Kumar Dixit, kepala strategi teknis di skcharting.com.

“Kami melihat penurunan tajam $15 di WTI dari $123,66 menjadi $108,25,” kata Dixit, menambahkan bahwa pembacaan stochastic 54/65 pada grafik mingguan dan 30/8 pada grafik harian memperkuat potensi volatilitas minyak mentah AS dan tren bearish.

Dia mengatakan uji support WTI di $100 tidak dapat diabaikan.

Dia mengatakan penyelesaian WTI di bawah EMA 50 Hari di $109,83 merupakan tanda bearish lainnya.

Di sisi lain, dia mengatakan minyak mentah AS dapat memantul dari Bollinger Band tengah mingguan di $106 dan menelusuri kembali ke level $113 - $116 - 119.

“Jika itu terjadi, penjual dapat mengekspektasikan pergerakan lebih rendah berikutnya, yang menargetkan SMA 200 Hari di $101,” tambah Dixit.

Kesaksian Powell kepada Kongres pada hari Rabu dan Kamis akan diikuti oleh pidato dari pejabat-pejabat Fed lainnya minggu ini. Masing-masing akan diawasi dengan ketat karena pasar mencoba mengukur ukuran kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed Juli mendatang.

Dalam pidatonya besok, Powell diperkirakan akan mengatakan lagi komitmennya untuk mengendalikan inflasi, yang mencapai level tertinggi sejak 1981. Fed pada hari Jumat mengatakan komitmennya untuk memerangi inflasi adalah "tanpa syarat."

Powell mengatakan Fed tidak dapat mengendalikan semua faktor yang berkontribusi terhadap inflasi yang lebih tinggi, seperti perang di Ukraina yang telah mendorong harga energi.

Pelaku pasar khawatir kenaikan suku bunga Fed yang sangat agresif dapat menjerumuskan ekonomi ke dalam resesi. Dengan tanda-tanda pertumbuhan yang melambat dan S&P 500 sudah berada di wilayah pasar bearish, Powell mungkin akan dimintai keterangan lebih lanjut tentang bagaimana Fed dapat mengekang inflasi tanpa menyebabkan terlalu banyak keributan pada ekonomi dan pasar.

Sementara invasi Ukraina dan sanksi Barat berikutnya terhadap eksportir energi utama Rusia jelas memperburuk ketatnya pasokan minyak mentah dunia, reli minyak tahun ini berada diluar jangkauan banyak negara konsumen yang miskin, kata para analis.

Di Amerika Serikat, untuk mendapatkan ukuran terbaik beban masyarakat terhadap reli adalah harga bensin, yang melebihi $5 per galon untuk pertama kalinya sejak minggu lalu. Banyak SPBU di AS, terutama di negara bagian Pantai Barat seperti California, menjualnya dengan harga hampir $6 per galon, kata American Automobile Association. Diesel bahkan lebih tinggi di California, di atas $7 per galon.

Untuk minggu ini, data hari Selasa pada penjualan rumah yang ada di AS kemungkinan menunjukkan perlambatan di bulan Mei karena suku bunga hipotek terus meningkat. Amerika Serikat juga dijadwalkan untuk merilis angka penjualan rumah baru pada hari Jumat dan pasar mencari tanda-tanda pemantulan, setelah penurunan 16,6% di bulan Mei.

Data klaim pengangguran awal akan dirilis hari Kamis. Angka minggu lalu menunjukkan penurunan pada pasar tenaga kerja meskipun kondisinya tetap ketat. Data awal sektor manufaktur dan services juga akan dirilis pada hari Kamis.

Dalam kasus emas, emas berjangka front-month untuk Agustus di COMEX New York naik $4,80, atau 0,3%, menjadi $1,845,40 per ons pada pukul 14:00 waktu Singapura.

Pada hari Jumat, emas Agustus di COMEX turun 0,5%, sedangkan untuk minggu ini, turun 1,9%.

Gold Daily
Gold Daily

Dixit dari skcharting.com mencatat bahwa aksi harga selama seminggu dalam emas melihat logam kuning melalui channel persegi panjang naik $75 yang terbentuk setelah tertinggi COMEX April di $1.998 ketika logam tidak bisa menembus $2.000.

“Channel naik seperti itu sering cenderung bearish dengan potensi penurunan lagi jika support ditembus dengan pasti,” katanya.

Dixit juga mencatat bahwa aksi harga mingguan mengindikasikan kelanjutan bearish dari penutupan logam di bawah EMA 50 Hari di $1.851 dan SMA 100 Hari di $1.845.

“Pergerakan berkelanjutan di atas $1.830-$1.840 akan berpotensi rebound jangka pendek ke $1.850-$1.860, yang harus diuji untuk resistance berikutnya di $1.878,” kata Dixit.

Tetapi penolakan dari $1.850-$1.860 dapat mendorong emas menuju pengujian ulang dari $1.830-$1.820 yang dapat berlanjut ke support di $1.805, kata Dixit.

"Setiap penembusan di $1.878 atau $1.805 yang cukup menentukan akan membuka pergerakan $30-$75 lebih lanjut ke arah penembusan, baik lurus atau bertahap, tergantung pada pemicunya," tambahnya.

Disclaimer: Barani Krishnan menggunakan berbagai pandangan dari luar untuk membawa keragaman dalam analisisnya tentang berbagai pasar. Untuk netralitas, ia terkadang menyajikan pandangan dan variabel pasar yang berbeda. Dia tidak memegang posisi pada komoditas dan sekuritas yang dia tulis. 

Komoditas Minggu Ini: Kekhawatiran Resesi Bisa Hambat Minyak, Tahan Emas Tetap Stabil
 

Artikel Terkait

Komoditas Minggu Ini: Kekhawatiran Resesi Bisa Hambat Minyak, Tahan Emas Tetap Stabil

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email