Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Tingkatkan Sekarang

Ketegangan Minyak dan Emas kala Rapat Fed Rate Mendekat

id.investing.com/analysis/ketegangan-minyak-dan-emas-kala-fed-rate-mendekat-200238029
Ketegangan Minyak dan Emas kala Rapat Fed Rate Mendekat
Oleh Barani Krishnan/Investing.com   |  19/09/2022 17:12
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
 
USD/JPY
+0,69%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
XAU/USD
-1,66%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
DX
+1,54%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
Gold
-1,75%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
LCO
0,00%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
CL
-4,86%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Inilah saatnya: Hal yang dikhawatirkan oleh investor di seluruh pasar dan dunia. Pekan kenaikan suku bunga Federal Reserve AS bulan September. Jika ada, 72 jam ke depan dapat menyebabkan beberapa fluktuatif paling drastis dalam harga minyak, emas dan energi serta logam utama lainnya yang mempengaruhi perdagangan makro.

Oil Daily
Oil Daily

Angka inflasi Agustus AS telah memperkuat ekspektasi untuk kenaikan suku bunga besar lainnya dari Fed pada akhir rapat kebijakan bulanan hari Rabu.

Pasar telah memperkirakan kenaikan suku bunga 75 basis poin, tetapi beberapa investor bersiap untuk mencatat kenaikan dengan poin persentase penuh—sebuah langkah yang tidak terpikirkan beberapa waktu lalu.

'Lindung nilai komoditas'—artinya membeli minyak dan emas untuk mengantisipasi harga akan naik, bagaimanapun juga, dari inflasi telah menjadi salah satu pertahanan investor klasik di masa lalu. Itu tampaknya berperan juga pada hari Senin tatkala harga minyak naik bahkan ketika harga emas turun lebih jauh.

Gold Daily
Gold Daily

Minyak mentah naik di perdagangan Asia hari Senin saat dolar AS sempat melemah setelah penguatannya minggu lalu, dan kekhawatiran pasokan meningkat menjelang embargo Uni Eropa pada bulan Desember terhadap minyak Rusia. Mungkin ada enam minggu lagi sebelum embargo itu berlaku sehingga volatilitas tampaknya menjadi hal biasa sampai saat itu terjadi.

Pukul 12.00 WIB, harga minyak West Texas Intermediate yang diperdagangkan di New York naik 37 sen, atau sebesar 0,4%, di $85,13 per barel. WTI turun hampir 2% minggu lalu, menambah penurunan hampir 7% selama dua minggu sebelumnya.

Minyak mentah Brent yang diperdagangkan di London naik 56 sen, atau sebesar 0,6%, di $91,91. Harga turun 1,6% minggu lalu, menambah penurunan hampir 9% selama dua minggu sebelumnya.

Harga minyak naik sebagian karena pelonggaran pembatasan COVID oleh China di Chengdu, kota barat daya China berpenduduk lebih dari 21 juta orang, yang membantu menenangkan kekhawatiran atas permintaan di negara konsumen energi terbesar kedua di dunia. Ekspor bensin dan solar China juga rebound, mengurangi persediaan lokal yang tinggi, setelah Beijing mengeluarkan kuota baru.

Terlepas dari pertanyaan tentang masa depan ekonomi dunia, kepala eksekutif Kuwait Petroleum Corporation mengatakan pada hari Minggu bahwa pelanggannya masih menuntut volume yang sama tanpa perubahan.

Negara Teluk itu saat ini memproduksi lebih dari 2,8 juta barel per hari minyak sesuai dengan kuota OPEC.

Di tempat lain, operasi pemuatan dan ekspor minyak dari terminal minyak Basrah Irak kembali ke tingkat normal pada hari Sabtu, Basrah Oil Company mengatakan, sehari setelah dihentikan karena tumpahan minyak yang kini telah diatasi.

Di Nigeria, penyimpanan dan pembongkaran air 200.000 barel per hari Shell (NYSE:SHEL) dalam Bonga dijadwalkan akan melakukan pemeliharaan pada Oktober, seorang juru bicara mengatakan pada hari Minggu.

Pengamat pasar akan sangat waspada terhadap bagaimana bank sentral AS memandang laju pengetatan moneter saat ini, kekuatan ekonomi, dan seberapa besar kemungkinan inflasi tinggi akan bertahan—serta tanda-tanda bagaimana neraca berjalan.

Beberapa khawatir soal prosesnya, di mana Fed memotong neraca sebesar $95 miliar per bulan, dapat merusak likuiditas pasar dan membebani perekonomian.

Selain volatilitas dalam minyak dan logam, saham-saham AS juga dapat mengalami pergerakan besar, dengan bias cenderung ke bawah, seperti minggu lalu di tengah kekhawatiran bahwa suku bunga yang tinggi akan membuat ekonomi mengalami masalah.

David Carter, direktur pelaksana di JP Morgan di New York, mengatakan kepada Reuters menjelang akhir pekan lalu:

"Meski pasar mengharapkan lonjakan besar dalam suku bunga Fed minggu depan, ada ketidakpastian dan kekhawatiran yang luar biasa soal kenaikan suku bunga di masa depan. The Fed melakukan apa yang perlu dilakukan. Dan setelah beberapa rasa sakit, pasar dan ekonomi akan pulih dengan sendirinya."

Dalam emas, kontrak berjangka patokan di COMEX New York, Desember, turun $7,80, atau sebesar 0,5%, di $1,675,70. Pekan lalu, emas Desember turun sebesar 2,6% selama empat minggu ada di zona merah dari lima pekan.

Harga emas spot, yang disorot lebih dekat daripada kontrak futures oleh beberapa trader, turun $7,68, atau sebesar 0,5%, di $1,667,74.

Dengan waktu 72 jam lagi sebelum pengumuman angka suku bunga Fed September, ada ruang untuk sesuatu yang menjadi sedikit lebih tidak nyaman bagi bull emas sebelum berubah menjadi lebih baik.

The Fed bukan satu-satunya yang mempertimbangkan suku bunga tinggi—para pengambil kebijakan bank sentral di Inggris Raya, Swiss, dan Jepang juga akan bertemu selama seminggu kala perang global melawan inflasi semakin intensif.

Bank of England menggelar rapat kebijakan pada Kamis, setelah pertemuan BOE minggu lalu ditunda oleh pemakaman Ratu Elizabeth II. Pengambil kebijakan diperkirakan akan menaikkan suku bunga Inggris sebesar 50 basis poin lagi menjadi 2,25%. Seperti The Fed, bank sentral Inggris juga dapat memilih kenaikan suku bunga 75 basis poin.

Ini akan menjadi rapat pertama BoE sejak pengumuman pembatasan harga pemerintah pada harga energi, yang diperkirakan akan melihat puncak inflasi lebih rendah dari yang seharusnya, tetapi suntikan stimulus uang ke kantong konsumen kemungkinan akan tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Pada hari Jumat, Menteri Keuangan Inggris baru Kwasi Kwarteng akan menyampaikan "peristiwa fiskal"—pernyataan pertamanya tentang bagaimana ia berencana untuk menyampaikan janji Perdana Menteri baru Liz Truss untuk menjadikan Inggris sebagai negara ekonomi dengan pajak rendah, yang berisiko memicu inflasi.

Arah kebijakan moneter dan fiskal yang tampaknya berlawanan menggarisbawahi tantangan yang dihadapi ekonomi Inggris, yang memiliki tingkat inflasi tertinggi di antara negara ekonomi utama dunia tetapi juga berisiko mengalami resesi.

Swiss National Bank bertemu pada hari Kamis dan para pejabat diharapkan akan memberikan kenaikan suku bunga 75 basis poin, sesuai dengan langkah Bank Sentral Eropa (ECB) baru-baru ini meskipun inflasi di Zona Euro jauh melampaui Swiss.

Di belahan Eropa lain, bank sentral Norwegia diperkirakan akan menaikkan suku bunga dalam rapatnya pada hari Kamis saat inflasi terus melampaui perkiraan.

Bank of Japan juga bertemu pada hari Kamis di tengah spekulasi bahwa otoritas Jepang hampir melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk mendukung yen yang lemah, yang mencapai level terendah 24 tahun terhadap dolar awal bulan ini.

Disclaimer: Barani Krishnan menggunakan berbagai pandangan di luar pandangannya sendiri untuk membawa keragaman dalam analisisnya tentang pasar mana pun. Sebagai netralitas, ia terkadang menghadirkan pandangan kontrarian dan variabel pasar. Ia tidak memiliki posisi di komoditas dan sekuritas yang ditulisnya.

 

Ketegangan Minyak dan Emas kala Rapat Fed Rate Mendekat
 

Artikel Terkait

Ketegangan Minyak dan Emas kala Rapat Fed Rate Mendekat

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email