Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Kenaikan Suku Bunga Hanyalah Salah Satu Risiko Pasar Ekuitas yang Telah Timbulkan Ketidakpastian Bearish Luas

Oleh Andy HechtPasar Saham22/06/2022 16:34
id.investing.com/analysis/kenaikan-suku-bunga-hanyalah-salah-satu-risiko-pasar-ekuitas-yang-telah-timbulkan-ketidakpastian-bearish-luas-200237087
Kenaikan Suku Bunga Hanyalah Salah Satu Risiko Pasar Ekuitas yang Telah Timbulkan Ketidakpastian Bearish Luas
Oleh Andy Hecht   |  22/06/2022 16:34
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

 

  • IHK Bulan Mei Jelek, Dan IHP Juga Tidak Bagus

  • Suku Bunga Fed Naik Tapi Tetap Jauh Di Belakang Kurva Inflasi

  • Saham Tidak Menurun Tajam, Lebih Ke Terkikis

  • VIX Bergerak Lebih Tinggi Tetapi Tidak Melonjak

  • Kenaikan Suku Bunga Hanya Sebagian Kecil Dari Masalah Bearish

Saham mengalami masa sulit di tahun 2022 ini, dengan NASDAQ Composite, S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average membukukan kerugian besar sejak 31 Desember.

Setelah bertahun-tahun suku bunga rendah dan inflasi di bawah target Federal Reserve sebesar 2%, harga konsumen dan lainnya melonjak. Fed dan Departemen Keuangan AS menyebut peningkatan inflasi hanya untuk "sementara" di tahun 2021, menyalahkan kenaikan harga pada kemacetan rantai pasokan yang dipicu pandemi. Sementara pembuat kebijakan sekarang telah mengakui bahwa mereka salah, bank sentral dan pejabat pemerintah tidak bertanggung jawab atas peningkatan inflasi.

Pada tahun 2020, suku bunga yang rendah dan pelonggaran kuantitatif telah menciptakan gelombang pasang likuiditas. Untuk merangsang ekonomi pemerintah mengeluarkan kebijakan yang belum pernah diterapkan sebelumnya selama pandemi. Mereka telah menyusun kebijakan sembarangan, berlangsung terlalu lama, dan menanam benih inflasi yang tumbuh selama paruh kedua tahun 2020, mekar di tahun 2021, dan menyebar seperti api di tahun 2022.

Data IHK dan IHP yang meningkat dan pasar obligasi yang menurun mengirimkan sinyal peringatan. Perang di Eropa dan percabangan antara kekuatan nuklir memperburuk tekanan inflasi.

Saham menguat sementara suku bunga rendah, tetapi pasar sekarang menghadapi lanskap di mana suku bunga sedang mengejar inflasi yang terus meningkat. Modal mengalir dari ekuitas ke investasi pendapatan tetap, dan prospek pasar saham terlihat buruk pada Juni 2022.

IHK Bulan Mei Jelek, Dan IHP Juga Tidak Bagus

Indeks Harga Konsumen AS bulan Mei sangat tinggi, mencapai tertinggi sejak Desember 1981. IHK naik 8,6% dari tahun sebelumnya, dengan core reading naik 6%. Keduanya lebih tinggi dari yang diperkirakan. Indeks Harga Produsen naik 10,8%, melanjutkan rentetan kenaikan dua digit.

Lonjakan harga makanan, gas, dan energi memperparah inflasi, dan hal ini berpengaruh pada harga semua barang dan jasa. Meningkatnya inflasi telah menjadi seruan untuk bertindak bagi bank sentral dunia. Bank Sentral Eropa baru-baru ini mengatakan akan menaikkan suku bunga keluar dari wilayah negatif, tetapi inflasi akan terus menyebabkan suku bunga riil tetap berada di bawah nol karena inflasi mengikis nilai euro. Demikian pula pada bank sentral AS, yang mulai menaikkan suku bunga dan mengetatkan kebijakan moneter sebelum ECB.

Suku Bunga Fed Naik Tapi Tetap Jauh Di Belakang Kurva Inflasi

Hari Rabu, tanggal 15 Juni lalu, Federal Reserve menaikkan Fed Funds Rate jangka pendek sebesar 75 basis poin ke kisaran 1,50% hingga 1,75%. Bank sentral belum pernah menaikkan suku bunga sebesar tiga perempat persen sejak 1994. Fed menganggap IHK inti dapat diandalkan untuk menentukan tingkat inflasi karena harga makanan dan energi sangat volatil. Inflasi inti yang merupakan metric favorit Fed berada di 6%.

Ukuran inti bisa menjadi fatamorgana di keadaan ekonomi saat ini karena kenaikan harga pangan dan energi yang signifikan akibat perang di Ukraina telah mengubah sifat pasar. Perang telah menciptakan problem di sisi penawaran dari ekonomi. Alat pengukur inflasi bank sentral cenderung efektif di sisi permintaan dari ekonomi.

Intinya adalah pada suku bunga jangka pendek 1,50%-1,75%, bank sentral jauh di belakang kurva inflasi, yang hanya dapat memperburuk kondisi ekonomi.

Saham Tidak Menurun Tajam, Lebih Ke Terkikis

Indeks pasar saham perusahaan terkemuka telah membuat lower high dan lower low pada tahun 2022. Tekanan turun mulai meningkat pada pertengahan Juni.

Sumber: Barchart

Grafik menunjukkan S&P 500, indeks pasar saham AS yang paling terdiversifikasi, mencapai rekor tertinggi 4.818,62 pada 4 Januari. Di 3.675 pada 20 Juni, indeks terkoreksi 24%, dengan aksi jual naik turun setelah data IHK terbaru.

NASDAQ Composite Daily Chart
NASDAQ Composite Daily Chart

Sumber: Barchart

NASDAQ Composite yang sarat teknologi memuncak lebih awal dari S&P 500, mencapai rekor tertinggi 16.212,23 pada 22 November 2021. NASDAQ berada di 10.798 pada 20 Juni, 33,3% dibawah rekor puncak November, karena indeks saham teknologi kehilangan sepertiga nilainya.

Dow Jones Daily Chart
Dow Jones Daily Chart

Sumber: Barchart

DJIA mungkin merupakan indeks dengan kinerja terbaik, tetapi turun dari 36.952,65 pada 5 Januari menjadi 29.889 pada 20 Juni, turun 19,1%. Saham terkikis selama beberapa bulan terakhir, tetapi penjualan meningkat menyusul data inflasi terbaru dan kenaikan suku bunga Fed.

Sementara itu, Obligasi Berjangka Treasury AS 30 Tahun, bulan September lalu jatuh ke level terendah 131-01 pada 16 Juni, level terendah sejak Januari 2014. Suku bunga hipotek konvensional tiga puluh tahun berada dibawah 3% pada akhir tahun 2021 dan berada di atas 6% pada pertengahan Juni 2020. Harga dari hipotek $300.000 lebih dari $750 di atas biaya enam bulan yang lalu.

VIX Bergerak Lebih Tinggi Tetapi Tidak Melonjak

Di masa lalu, tren pasar saham bearish biasanya berakhir setelah periode kapitulasi yang buruk di mana banyak pelaku pasar berlari keluar. Sebelum data IHK terbaru, pasar saham sempat tergerus.

Indeks VIX mencerminkan volatilitas tersirat dari saham S&P 500. Volatilitas tersirat adalah penentu utama dari harga opsi put dan call, dan opsi adalah price insurance. VIX cenderung meningkat ketika saham turun karena pelaku pasar melindungi portofolio dengan price insurance.

Sementara tingkat dasar VIX telah bergerak lebih tinggi selama beberapa bulan terakhir, indeks belum melonjak lebih tinggi, yang berarti pasar saham belum mengalami kapitulasi grosir.

VIX Weekly Chart
VIX Weekly Chart

Sumber: Barchart

Grafik menunjukkan kapitulasi pasar saham Maret 2020 menyebabkan lonjakan ke level 85,47 dalam indeks VIX. Di 30,36 pada 20 Juni, indeks volatilitas meningkat tetapi tidak pada level yang menunjukkan pasar saham mendekati titik terendah kapitulasi.

Kenaikan Suku Bunga Hanya Sebagian Kecil Dari Masalah Bearish

Fed dan bank sentral lainnya berada dalam posisi yang menantang karena mereka menghadapi inflasi di sisi penawaran dan mereka hanya memiliki alat di sisi permintaan. Selain itu, penurunan saham dan PDB di Kuartal I meningkatkan kemungkinan resesi, sementara inflasi terus mendorong harga lebih tinggi. Stagflasi adalah ancaman ekonomi yang mengerikan.

Kenaikan suku bunga membebani pasar saham, tetapi perang di Eropa, ketegangan antara kekuatan nuklir dunia, dan mid-term election di AS dengan ekonomi terkemuka dunia yang telah terpecah menurut garis politik telah memicu ketidakpastian yang signifikan di pasar di semua kelas aset.

Penurunan di pasar saham dan obligasi belum menandakan kapitulasi, yang bisa menjadi faktor paling bearish yang dihadapi pasar. Walaupun VIX berada di rentang 30+, tetapi hal ini tidak menunjukkan bahwa pelaku pasar panik.

Kenaikan suku bunga hanyalah salah satu masalah yang dihadapi pasar saham AS pada pertengahan Juni 2022. Bear kemungkinan akan terus memandu saham sampai pasar dapat menetapkan apa yang bisa menjadi pukulan terendah. Pola paling bearish dalam saham bisa menjadi kelanjutan dari kondisi yang sudah parah, di mana posisi terendah baru mengarah pada reli yang semakin rendah yang membuat pergerakan lower low.

Berhati-hatilah di pasar saham, karena kenaikan suku bunga adalah salah satu dari banyak masalah yang dihadapi ekuitas pada pertengahan 2022.

Kenaikan Suku Bunga Hanyalah Salah Satu Risiko Pasar Ekuitas yang Telah Timbulkan Ketidakpastian Bearish Luas
 

Artikel Terkait

Stefanus Mulyadi Handoko
DRMA Time To Rise Up Oleh Stefanus Mulyadi Handoko - 30/06/2022 3

Saham DRMA) berhasil breakout area resistance level 660-675 (kotak hijau), dengan disertai volume transaksi yang meningkat tajam, sehingga mengkonfirmasi terbentuknya pola...

Kenaikan Suku Bunga Hanyalah Salah Satu Risiko Pasar Ekuitas yang Telah Timbulkan Ketidakpastian Bearish Luas

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email