Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Kapas Peka Resesi Bisa Jatuh Lebih Dalam, Bahkan Setelah Turun 25% Sejak April

Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)Komoditas23/06/2022 16:03
id.investing.com/analysis/kapas-peka-resesi-bisa-jatuh-lebih-dalam-bahkan-setelah-turun-25-sejak-april-200237101
Kapas Peka Resesi Bisa Jatuh Lebih Dalam, Bahkan Setelah Turun 25% Sejak April
Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)   |  23/06/2022 16:03
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Kapas telah kehilangan hampir 25% nilainya sejak akhir April, menghapus hampir semua yang diperolehnya dari kinerja yang kuat dalam tiga dari empat bulan pertama tahun ini. Alasan yang paling utama adalah ketakutan akan resesi AS, karena ini adalah salah satu komoditas yang paling rentan di saat krisis ekonomi.

Biasanya ketika para ekonom mulai memperingatkan tentang resesi, salah satu dampak pertama yang kita lihat adalah pengurangan konsumsi kapas. Hubungannya cukup sederhana, orang akan menunda membeli pakaian baru sampai waktunya lebih baik; perusahaan dapat menunda perbaikan yang mencakup permadani baru, tirai, dan furnitur berbahan dasar kain. Semua ini membuat kapas lebih sensitif terhadap perlambatan ekonomi daripada komoditas pertanian mana pun.

Hanya di hari Jumat saja, kapas di ICE Futures US kehilangan hampir 18%, jatuh ke level terendah $1,1781 per pon yang terakhir terlihat pada 15 Maret. Sebelum itu, kapas berjangka AS mencapai level tertinggi hampir 11 tahun di $1,5515 pada 5 Maret, kemudian menurun tajam sebagai tanggapan atas perang Rusia terhadap Ukraina dan tekanan pasokan bahan mentah global serta inflasi yang tak terkendali.

 

Semua grafik oleh skcharting.com

Jatuhnya kapas pada hari Jumat terjadi di tengah kekhawatiran bahwa Federal Reserve mungkin akan memberlakukan kenaikan suku bunga yang lebih besar tahun ini pada ekonomi AS setelah kenaikan tiga perempat poin persentase pada June 15—tertinggi dalam 28 tahun—untuk memerangi inflasi yang mencapai level tertinggi 40 tahun.

Produk domestik bruto AS sudah terkontraksi 1,5% pada kuartal pertama tahun ini. Jika kuartal kedua ternyata negatif juga, secara teknis akan menempatkan negara ini dalam resesi, mengingat dua kuartal negatif berturut-turut secara otomatis memenuhi syarat untuk status seperti itu. Ada kepercayaan luas bahwa Fed akan memaksa Amerika Serikat ke dalam resesi dalam upayanya untuk mengatasi inflasi—diukur oleh Indeks Harga Konsumen sebesar 8,6% per tahun di bulan Mei—untuk mencapai target bank sentral sebesar 2% per tahun.

Ketua Fed Jerome Powell membantah pernyataan bahwa bank sentral mendorong perlambatan ekonomi, meskipun ia mengakui bahwa targetnya adalah mencapai soft-landing bagi perekonomian ketika dilakukan dengan kenaikan suku bunga, yang dia proyeksikan akan berlangsung hingga 2024. Beberapa ekonom percaya pada soft-landing.

"Fed menaikkan suku bunga sebesar 0,75% dalam upaya mengendalikan inflasi dan telah ada pembicaraan bahwa Fed akan menaikkannya lebih banyak lagi dan menyebabkan hilangnya peluang ekonomi dan hilangnya bisnis kapas," kata Jack Scoville, kepala analis tanaman di pialang Price Futures Group Chicago.

Pada tahun 2020, kekhawatiran resesi jangka panjang dari pandemi virus corona membuat kapas berjangka turun hampir 28% pada kuartal pertama, dengan aksi jual dimulai pada awal Januari—bahkan sebelum virus menyebar ke seluruh dunia. Namun, harga kapas mengakhiri tahun dengan naik lebih dari 14%, reli mulai dari bulan April dan seterusnya seiring dengan program bantuan pemerintah untuk memperbaiki perekonomian meskipun sekitar 20 juta orang Amerika kehilangan pekerjaan pada puncak wabah COVID.

Sekarang, pertumbuhan pekerjaan AS berada pada level terkuatnya dalam sejarah, dengan jumlah pengangguran stabil di 3,6%—jauh di bawah jumlah minimum Fed sebesar 4% untuk “pekerjaan maksimum”—selama dua bulan berturut-turut di bulan April dan Mei.

Beberapa orang mengatakan bahwa hal itu dapat melindungi kapas berjangka lagi dalam beberapa bulan mendatang, meskipun prospek langsung untuk tanaman tersebut suram.

Dalam resesi, pembeli kapas terkadang harus membuang 3% hingga 7% persen dari produk mentah dan tidak dapat menentukan harga karena isi produk mentah tidak seragam. Itulah sifat yang melekat pada kapas.

Sebaliknya, pesaing kapas—poliester dan sejumlah serat 'non-alami' lainnya—tidak memiliki limbah itu. Mereka juga memiliki harga tetap dan produk mentah yang seragam. Tetapi serat-serat ini tidak memiliki kualitas alami seperti kapas.

Sekitar 85% dari semua kapas yang ditanam di dunia digunakan untuk membuat pakaian—sejauh ini merupakan persentase terbesar. Bagian terbesar dari pasar pakaian adalah pakaian jadi.

Sisi positifnya, peningkatan pangsa pasar pakaian wanita telah menjadi sumber terbesar bagi kapas dalam beberapa tahun terakhir. Kapas saat ini menguasai sekitar 50% pangsa pasar pakaian wanita dan anak perempuan.

Di Amerika Serikat, kapas adalah serat utama dalam 98% jeans yang dijual di negara tersebut. Kapas juga digunakan sebanyak 86% untuk membuat kemeja rajutan di Amerika, 72% untuk t-shirt, 67% untuk celana panjang dan 47% untuk gaun dan rok.

Pangsa pasar kapas yang besar juga berasal dari pakaian olahraga atletik. Survei menunjukkan lebih dari 60% orang yang membeli pakaian olahraga atletik dan rekreasi lebih memilih katun. Membuat produk yang memiliki kualitas kelembutan dan kenyamanan seperti kapas merupakan tantangan bagi industri non-kapas. Dalam hal pakaian atletik, ketebalan kapas dan kualitas penyerap kelembapan sangat sulit untuk ditiru oleh poliester dan alternatif lain.

 

Jadi, seberapa rendah kapas secara teknis bisa turun jika ketakutan resesi terus mencengkeram Amerika?

"Grafik menunjukkan bahwa level support bisa mencapai 97 sen sementara sisi atas, jika harga berayun kembali, bisa mencapai $1,44," kata Sunil Kumar Dixit, kepala strategi teknis di skcharting.com.

Dixit mengatakan kapas berjangka turun dari 1,43 langsung menjadi 1,20, dengan penurunan tajam membuat pasar sangat oversold pada grafik harian dan mingguan.

 

Pembacaan stochastic yang dihasilkan dari 0,25/1,18 dan 0,20/26 dari penurunan itu menyerukan pullback segera dari posisi terendah, untuk mengisi gap antara $1,20 dan $1,44, ujar Dixit.

Jika harga turun lebih jauh, Bollinger Band tengah bulanan di $1,03 dan Simple Moving Average 100-minggu di 97 sen dapat bertindak sebagai support, katanya.

Jika harga meningkat, EMA 50 minggu di $1,18 dapat bertindak sebagai resistance kecil, dimana kapas akan menghadapi resistensi di SMA 100 Hari di $1,33 dan swing low di $1,34, kata Dixit.

Dia menambahkan:

“Penurunan tajam dengan gap besar dan koreksi lebih lanjut menuju $1,03 dan 97 sen sebaiknya digunakan sebagai peluang beli untuk rebound jangka panjang, ketika harga mencapai di atas $1,20 dan $1,34 untuk mengisi gap di $1,44

Disclaimer: Barani Krishnan menggunakan berbagai pandangan dari luar untuk membawa keragaman dalam analisisnya tentang berbagai pasar. Untuk netralitas, ia terkadang menyajikan pandangan dan variabel pasar yang berbeda. Dia tidak memegang posisi pada komoditas dan sekuritas yang dia tulis.

Kapas Peka Resesi Bisa Jatuh Lebih Dalam, Bahkan Setelah Turun 25% Sejak April
 

Artikel Terkait

Kapas Peka Resesi Bisa Jatuh Lebih Dalam, Bahkan Setelah Turun 25% Sejak April

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email