Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

IPO vs ICO di Indonesia dalam kurun waktu 1 tahun terakhir

Oleh Douglas TanMata Uang Kripto22/09/2020 16:12
id.investing.com/analysis/ipo-vs-ico-di-indonesia-dalam-kurun-waktu-1-tahun-terakhir-200223273
IPO vs ICO di Indonesia dalam kurun waktu 1 tahun terakhir
Oleh Douglas Tan   |  22/09/2020 16:12
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Initial Public Offering (IPO) 

Initial Public Offering menjadi opsi pendanaan bagi perusahaan, dengan menukarkan sejumlah ekuitas untuk dapat dimiliki oleh publik, hingga dapat diperdagangkan di Bursa setempat. Sepanjang tahun ini, hingga tanggal 14 September 2020, berikut merupakan data singkat sehubungan dengan IPO 
Pencatatan Baru         : 46 perusahaan 
Delisting                      : 5 perusahaan 
Relisting                      : 0 
  
Dari sisi Pencatatan Baru, terbagi menjadi tiga kategori, yakni :
·       Papan Akselerasi                : 5 perusahaan
·       Papan Pengembangan       : 35 perusahaan
·       Papan Utama                      : 6 perusahaan

Sebagai perbandingan mengenai perbedaan antara Papan Pencatatan Baru, dapat dilihat pada tabel berikut : 
  
Pada pencatatan baru yang dilakukan pada Bursa Efek Indonesia, persentase float tertinggi pada masing-masing kategori adalah sebagai berikut :

Pada pencatatan baru yang dilakukan pada Bursa Efek Indonesia, persentase float tertinggi pada masing-masing kategori adalah sebagai berikut :
·       Papan Akselerasi                : PGJO (48,98% free float, kinerja harga saham turun 46.6% sejak tercatat pada 7 Juli 2020)
·       Papan Pengembangan       : AMAR (70% free float, kinerja harga saham naik 19.7% sejak tercatat pada 9 January 2020)
·       Papan Utama                      : TRIN (25% free float, kinerja harga saham turun 30.6% sejak tercatat pada 15 January 2020)

Kemudian, kinerja harga saham terbaik dan terburuk pada masing-masing papan adalah sebagai berikut :
·       Papan Akselerasi                : Kinerja terbaik (PPGL, naik 83.5% sejak tercatat pada 20 Juli 2020)
·       Papan Akselerasi                : Kinerja terburuk (PGJO, turun 46.6% sejak tercatat pada 20 Juli 2020)
·       Papan Pengembangan       : Kinerja terbaik (BHAT, naik 258.3% sejak tercatat pada 15 April 2020)
·       Papan Pengembangan        : Kinerja terburuk (AYLS, turun 70.6% sejak tercatat pada 12 Februari 2020)
·       Papan Utama                      : Kinerja terbaik (SAMF, naik 144.4% sejak tercatat pada 31 Maret 2020)
·       Papan Utama                      : Kinerja terburuk (PPGL, turun 33.2% sejak tercatat pada 20 Juli 2020)

Initial Coin Offering (ICO)
 

Initial Coin Offering atau biasa disebut ICO merupakan salah satu cara pendanaan yang sempat populer circa 2018, dimana menurut data dari ICObench pada Oktober 2018, jumlah pendanaan rata-rata yang bisa didapat oleh sebuah proyek bisa mencapai USD 18 juta atau sekitar 270 miliar rupiah. Dengan jumlah rata-rata yang sangat besar, tidak mengherankan apabila angka tersebut menurun drastis ketika pasar aset digital mengalami penurunan secara keseluruhan kapitalisasi pasar di tahun 2019, ketika jumlah pendanaan rata-rata yang bisa diraup oleh sebuah proyek menurun hingga lebih dari separuh dari jumlah 2018, dan tiap proyek hanya mendapatkan pendanaan sekitar USD 7.8 juta per Oktober 2019. 
  
Meskipun demikian, ICO tetap menjadi metode fundraising yang cukup digemari oleh perusahaan-perusahaan muda dari berbagai negara di dunia karena jangkauannya yang cukup besar dan tidak kalah dari metode pendanaan tradisional seperti IPO. Beberapa perusahaan muda ini bisa bergerak dalam bidang investasi, hiburan dan media, artificial intelligence (AI), big data, kesehatan, properti atau real estate, turisme, edukasi, dan bidang-bidang lainnya. Secara keseluruhan, ICO melingkupi berbagai macam industri dimana pendanaan tradisional seperti IPO mungkin tidak dapat membantu memberikan traksi kepada perusahaan yang ingin menggalang dana di sektor yang tergolong muda seperti big data, AI, pengembangan perangkat lunak, dan masih banyak lagi. Secara garis besar, kami memiliki pandangan bahwa ICO dapat menjadi alternatif moda pendanaan bagi perusahaan-perusahaan tersebut. 
  
Secara keseluruhan, ICO di tahun 2020 mengalami musim kemarau, dimana pendanaan bagi proyek berbasis aset digital hanya mencapai USD 240 juta dalam 12 bulan terakhir di seluruh dunia, sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Fenomena ini juga berdampak signifikan bagi ekosistem aset digital dan pendanaan melalui ICO di Asia Tenggara, yang merupakan salah satu pusat terbesar di Asia untuk melakukan ICO, dengan nominal sebesar USD 2,7 milyar per Oktober 2019, atau 9 persen dari total dana yang didapat oleh proyek-proyek melalui ICO di seluruh dunia. 
  
Berikut adalah data-data mengenai ICO dalam kurun waktu 12 bulan terakhir : 
  
Jumlah ICO : 370 
Dana yang dihimpun selama 12 bulan terakhir : $240 Juta atau sekitar 3.5 Triliun rupiah 
Rata-rata dana yang dihimpun per 1 ICO : $7.6 Juta atau sekitar 112 Miliar rupiah 
  
Industri yang terlibat dalam penggalangan dana melalui metode ICO : 
1.       Platform Investasi 
2.       Perangkat Lunak dan Infrastruktur 
3.       Media dan Hiburan 
4.       Artificial Intelligence 
5.       Big Data 
6.       Kesehatan 
7.       Real Estate 
8.       Tourism 
9.       Pendidikan 
  
Untuk negara-negara di sekitar Asia Tenggara, Singapura menjadi tempat terbesar bagi perusahaan untuk melakukan ICO, dikarenakan regulasi mengenai korporasi yang transparan dan berbagai macam keunggulan dalam hal perpajakan. Di Indonesia, terdapat beberapa proyek yang mendapatkan pendanaan melalui ICO, diantaranya adalah Vexanium HARA, Tokoin, dan jumlah uang yang telah digalang melalui ICO inipun jumlahnya cukup signifikan, dimana :

·       HARA berhasil mendapatkan pendanaan lebih dari USD 20 juta atau sekitar hampir 300 Miliar rupiah; 
·       Vexanium sekitar USD 9 juta atau sekitar 133 Miliar rupiah; dan 
·       Tokoin sekitar USD 13 juta atau sekitar 192 Miliar rupiah

Jadi dapat dilihat bahwa di Indonesia pun, meskipun traksi yang dimiliki proyek-proyek Indonesia tidak sekuat perusahaan yang berbasis di Singapura, proyek-proyek tersebut tetap berhasil mencari pendanaan melalui ICO dan dengan jumlah yang dapat terbilang di atas dari rata-rata di dalam industri aset digital. 
  
Secara performa aset digital yang diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut, hasilnya cukup beragam. Beberapa proyek seperti Vexanium dan Tokoin mengalami apresiasi harga pada saat awal mereka merilis aset digital mereka ke bursa aset digital seperti Indodax. Akan tetapi, ada juga proyek seperti HARA yang mengalami penurunan konstan sejak mereka melakukan listing di bursa. Jadi secara keseluruhan, performa dari aset-aset tersebut tidak dapat dipatok secara jelas, namun berdasarkan jumlah dana yang dapat digalang melalui moda ICO ini, terdapat banyak potensi bagi perusahaan-perusahaan muda yang bergerak di bidang sejenis untuk melakukan pendanaan ICO dengan mekanisme yang serupa. 

bullwhales/douglas tan

IPO vs ICO di Indonesia dalam kurun waktu 1 tahun terakhir
 

Artikel Terkait

IPO vs ICO di Indonesia dalam kurun waktu 1 tahun terakhir

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar (1)
Yunus Pigome
Yunus Pigome 13/03/2021 8:53
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
mohon Tunggu Atas Nama Yunus Pigome
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email