Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Investasi Syariah, Harta Tenang Hatipun Senang

Oleh Ellen May Ringkasan Pasar05/07/2018 08:24
id.investing.com/analysis/investasi-syariah-harta-tenang-hatipun-senang-200202918
Investasi Syariah, Harta Tenang Hatipun Senang
Oleh Ellen May   |  05/07/2018 08:24
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Beberapa rekan beragama Muslim sempat bertanya, tentang investasi saham Syariah.

Apa sebenarnya investasi saham Syariah, dan bagaimana caranya?

Anda ingin investasi saham, tapi takut kalau investasi saham itu bertentangan dengan syariat Islam? Jangan takut, karena sekarang sudah ada indeks khusus saham Syaria. Ingin tahu saham apa saja yang sesuai syariat Islam saat ini?

Langsung aja kita pelajari yuk!

Investasi Saham Syariah

Kini sesuatu yang berbau syariah sedang booming dan populer.

Dimulai dari pakaian syariah atau busana muslim, perbankan syariah, tabungan syariah hingga saham syariah.

Namun, sayangnya masih banyak orang yang belum tahu bagaimana sih caranya investasi saham syariah?

Nah, sebelum memulai berinvestasi saham syariah, Anda tentunya harus tahu lebih dulu dengan apa sih yang dimaksud dengan saham syariah?

Saham syariah adalah efek atau surat berharga yang memiliki konsep penyertaan modal kepada perusahaan dengan hak bagi hasil yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Suatu saham dapat dikategorikan sebagai saham syariah jika saham tersebut diterbitkan oleh:

  1. Emiten dan Perusahaan Publik yang secara jelas menyatakan dalam anggaran dasarnya bahwa kegiatan usaha Emiten dan Perusahaan Publik tidak bertentangan dengan Prinsip-prinsip syariah.
  2. Emiten dan Perusahaan Publik yang tidak menyatakan dalam anggaran dasarnya bahwa kegiatan usaha Emiten dan Perusahaan Publik tidak bertentangan dengan Prinsip-prinsip syariah, namun memenuhi kriteria sebagai berikut:

Perusahaan yang akan menerbitkan saham Syariah tersebut juga tidak boleh melakukan kegiatan usaha seperti:

  • Perjudian dan permainan yang tergolong judi;
  • Perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang/jasa;
  • Perdagangan dengan penawaran/permintaan palsu;
  • Bank berbasis bunga;
  • Perusahaan pembiayaan berbasis bunga;
  • Jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar) dan/atau judi (maisir), antara lain asuransi konvensional;
  • Memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan dan/atau menyediakan barang atau jasa haram zatnya (haram li-dzatihi), barang atau jasa haram bukan karena zatnya (haram li-ghairihi) yang ditetapkan oleh DSN-MUI; dan/atau, barang atau jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat

Transaksinya pun harus sesuai syariat Islam dan tidak boleh mengandung unsur suap (risywah), seperti:

  • Rasio total hutang berbasis bunga dibandingkan total ekuitas tidak lebih dari 82%,
  • Rasio total pendapatan bunga dan total pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan total pendapatan usaha dan total pendapatan lainnya tidak lebih dari 10%.

Saham apa saja yang termasuk, dan tidak termasuk dalam Syariah?

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, seluruh saham bisa dikategorikan sebagai saham Syariah, jika sudah sesuai dengan Syariat Islam.

Anda mungkin beranggapan bahwa seluruh saham disektor perbankan pasti tidak syariah, karena menerapkan bisnis riba. Tapi, ternyata saat ini sudah ada saham perbankan yang masuk dalam kategori saham Syariah loh, contohnya PNBS dan ARTA.

Saham yang memproduksi minuman keras dan rokok, seperti DLTA, GGRM dan HMSP juga tidak termasuk saham Syariah.

Bagi emiten / perusahaan yang terdaftar dan sahamnya diperdagangkan di bursa saham, apabila memenuhi kriteria di atas, maka bisa digolongkan sebagai saham syariah. Dari sekitar 500 lebih saham yang terdaftar saat ini, 300 di antaranya merupakan perusahaan yang sesuai dengan kriteria di atas.

Apakah semua saham Syariah bagus untuk investasi?

Meskipun termasuk sebagai saham Syariah, bukan berarti semua saham tersebut merupakan saham yang direkomendasi untuk investasi.

Seperti saham lainnya pada umumnya, saham Syariah juga harus di cek secara fundamental.

Saham Syariah ini juga memiliki indeks saham yang berisi kumpulan saham-saham terbaik, berkapitalisasi besar, liquiditas tinggi, dan sesuai Syariat Islam tentunya.

Indeks ini disebut Indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang biasanya dievaluasi setiap 6 bulan sekali. Berikut 30 saham yang menghuni Indeks JII untuk periode Desember 2017 – Mei 2018

No Kode Saham Nama Saham P/E Trailing
Perusahaan Industri
1 ADRO Adaro Energy Tbk 10,69 107,89
2 AKRA AKR Corporindo Tbk 26,82 21,29
3 ANTM Aneka Tambang (Persero) Tbk 141,71 27,22
4 ASII Astra International Tbk 15,65 19,61
5 BRPT Barito Pacific Tbk 22,6 22,59
6 BSDE Bumi Serpong Damai Tbk 6,68 67,47
7 CTRA Ciputra Development Tbk 23,23 67,47
8 EXCL XL Axiata Tbk 72,63 23,58
9 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 26,25 25,83
10 INCO Vale Indonesia Tbk 119,63
11 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk 15,13 25,83
12 KLBF Kalbe Farma Tbk 28,3 43,93
13 LPKR Lippo Karawaci Tbk 13,03 67,47
14 LPPF Matahari Department Store Tbk 17,36 28,9
15 LSIP PP London Sumatra Indonesia Tbk 11,39 39,71
16 MYRX Hanson International Tbk 22,66 67,47
17 PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk 27,71 12,26
18 PTBA Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk 8,26 107,89
19 PTPP PP (Persero) Tbk 12,81 67,47
20 PWON Pakuwon Jati Tbk 17,18 67,47
21 SCMA Surya Citra Media Tbk 27,64 49,48
22 SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk 20,31 18,66
23 SMRA Summarecon Agung Tbk 20,31 18,66
24 TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk 16,37 23,58
25 TPIA Chandra Asri Petrochemical Tbk 28,73 22,59
26 UNTR United Tractors Tbk 16,15 107,89
27 UNVR Unilever Indonesia Tbk 54,46 55,92
28 WIKA Wijaya Karya (Persero) Tbk 12,67 67,47
29 WSBP Waskita Beton Precast Tbk 10,56 18,66
30 WSKT Waskita Karya (Persero) Tbk 8,99 67,47

Sebagai informasi, seluruh saham di Indeks JII ini sudah 100% Syariah, jadi Anda tidak perlu bingung lagi mau beli saham apa.

Nah, ditabel tersebut kami juga sudah memberikan rasio P/E yang bisa mempermudah Anda dalam menentukan kira-kira saham perusahaan mana yang memiliki potensi kenaikan (upside) yang lebih besar. Semakin jauh perbedaan angka P/E perusahaan dan industri, maka akan semakin bagus.

Tidak hanya itu saja, saham Syariah ternyata juga memiliki beberapa perbedaan yang mencolok dibandingkan dengan saham konvensional. Apa perbedaannya?

Saham Syari’ah:

  1. Investasi terbatas pada sektor tertentu (sesuai dengan syariah), dan tidak atas dasar utang.
  2. Didasarkan pada prinsip syari’ah (penerapan loss-profit sharing).
  3. Melarang berbagai bentuk bunga, spekulasi dan judi.
  4. Adanya syari’ah guidline yang mengatur berbagai aspek seperti alokasi aset, praktek investasi, perdagangan dan distribusi pendatapan.
  5. Terdapat mekanisme screening perusahaan yang harus mengikuti prinsip syari’ah.

Konvensional :

  1. Investasi bebas pada seluruh sektor.
  2. Didasarkan pada prinsip bunga.
  3. Membolehkan spekulasi dan judi yang pada gilirannya akan mendorong fluktuasi pasar yang tidak terkendali.
  4. Guidline investasi secara umum pada produk hukum pasar modal.

Bicara tentang investasi saham Syariah, tidak lepas dari bicara tentang kondisi pasar secara keseluruhan.

Salam profit,

Investasi Syariah, Harta Tenang Hatipun Senang
 

Artikel Terkait

Luke Syamlan
LQ45 Punya Penghuni Baru, TINS dan BRPT Oleh Luke Syamlan - 30/07/2021

IHSG melemah 0,15% di perdagangan kemarin 27 July 2021,di perdagangan kemarin asing terpantau masih menunggu di IHSG, tercermin dari kecilnya akumulasi yang terjadi, di sisi lain...

Investasi Syariah, Harta Tenang Hatipun Senang

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email