💼 Lindungi portofolio Anda dengan pilihan saham dari AI InvestingPro - SEKARANG DISKON hingga 50% AMBIL SALE

Inilah Alasan Emiten Kabel Sulit Naik

Diterbitkan 15/08/2017, 08/51
HG
-
MAL
-
SCCO
-
KBLI
-
TBMS
-

creative-trader

Ini pemberat kenaikan kinerja keuangan saham kabel ?

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai profil singkat serta kinerja keuangan emiten-emiten kabel. Adapun seperti kita ketahui kinerja emiten kabel untuk 3 tahun terakhir cukup memuaskan, di mana terlihat ada pertumbuhan yang stabil dari masing-masing emiten.

Beberapa hari lalu kami bertanya pada beberapa investor mengenai prospek emiten-emiten kabel untuk tahun ini, dan rata-rata dari mereka kompak menjawab khawatir akan kenaikan harga tembaga yang sepanjang 2017 ini sudah tumbuh sebesar 16.63%, kenaikan harga tembaga ini dikhawatirkan akan menggerus margin laba perusahaan. Dari sini kami mulai melakukan riset mengenai breakdown harga pokok produksi perusahaan serta bagaimana strategi perusahaan menyikapinya kenaikan harga komoditas ini.

Breakdown Harga Pokok Produksi Emiten Kabel

Data Statistik Emiten Kabel

Dari data diatas kita dapat melihat bahwa rata-rata dari semua emiten 80% HPPnya merupakan bahan baku, adapun bahan baku utama dalam produksi kabel ada tembaga dan aluminium. Sementara dari data yang kami dapat bahwa harga tembaga YTD telah bergerak naik sebesar 16.63% dan aluminium telah naik sebesar 20.29% . Mungkin hal ini yang dikhawatirkan mengenai kinerja emiten kabel tahun 2017, kenaikan harga komoditas yang ditakutkan akan menggerus marjin perusahaan.

Komoditas Naik Kinerja Perusahaan Pasti Turun?

Harga Alumunium & Tembaga

Berikut merupakan data pergerakan harga aluminium dan tembaga YTD, kita dapat melihat bahwa semenjak awal 2015 hingga 2017 ini harga kedua komoditas ini mengalami trend kenaikan hampir sebesar 30-35% dalam 2 tahun terakhir. Dari data kenaikan harga komoditas ini kami mulai melakukan riset mengenai bagaimana gross profit perusahaan dibandingkan dengan harga komoditas.

Aluminium dan Tembaga Dibandingkan dengan Gross Profit

Alumunium & Tembaga vs Gross Profit

Grafik di atas merupakan update kinerja hingga semester 1 2017, sepanjang semester 1 ini kita dapat melihat bahwa ketika trend kenaikan harga Aluminium dan Tembaga berlanjut naik gross profit margin emiten kabel kompak turun. Hal ini menandakan memang terdapat korelasi yang bertolak belakang antara kenaikan harga tembaga dan aluminium, dimana disaat harga aluminium dan tembaga naik beban pokok produksi perusahaan pasti akan ikut naik dan menggerus margin keuntungan perusahaan.

Perlu kita ketahui bahwa umumnya sebagian besar perusahaan kabel membeli bahan baku dari dalam negeri, namun harga acuan tetap memakai harga tembaga dan aluminium yang mana itu dalam USD.

Strategi Perusahaan

Berdasarkan data yang sudah dipaparkan kita dapat menyimpulkan bahwa secara langsung kenaikan harga tembaga dan aluminium memang mempengaruhi marjin keuntungan perusahaan. Namun yang jadi pertanyaannya adalah kenapa ada emtien yang marjinnya naik dan kenapa ada yang turun disaat harga komoditas utama sedang naik-naiknya. Hal inilah yang menarik untuk di teliti, kami mencoba mencari informasi dan mendapatkan beberapa strategi yang dilakukan beberapa emiten kabel guna menghadapi kenaikan harga komoditas.

  1. Untuk perusahaan yang mempunyai porsi PLN yang besar pada perndapatannya seperti KBLI memiliki sedikit keuntungan. DImana setiap perusahaan kabel yang menjual kabel kepada PLN umumnya menggunakan sistem kontrak 1 tahun dengan harga fix. Oleh karena harga jual sudah bisa diketahui perusahaan dapat memanfaatkan margin yang ada dengan melakukan pemesanan terlebih dahulu dengan strategi dan peramalan harga komoditas yang sudah direncanakan.
  2. Sementara strategi lainnya adalah dengan mengefisiensikan beban pabrik dan beban tenaga kerja. DImana efisiensi beban pabrik dan tenaga kerja akan di lakukan jika memang permintaan sedang turun.
  3. Ada strategi lainnya yaitu dengan mangakuisisi perusahaan penjual tembaga dan aluminium seperti yang dilakukan oleh SCCO. SCCO dalam salah satu strateginya adalah membeli bahan baku tembaga dan aluminium dari salah satu anak usahanya yang juga listing di bursa efek indonesia yaitu Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS).
  4. Strategi terakhir yang kami ketahui yaitu adalah melakukan hedging. Ada beberapa emiten yang menerapkan strategi ini untuk menyiasati kenaikan harga tembaga, dan mengurangi resiko volatilitas harga kedua bahan baku tersebut..

Dari beberapa pembahasan diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa memang harga komoditas terutama tembaga dan aluminium sangat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan dari sisi marjin laba. Adapun emiten kami rasa sudah menyiapkan strategi menghadapi kondisi kenaikan komoditas seperti sekarang ini, berhasil atau tidaknya strategi yang diterapkan oleh masing-masing emiten tentunya akan tercermin dalam kinerja keuangan perusahaan.

Faktor tingginya effect dari naik turunnya harga komoditas terhadap kinerja perusahaan kabel membuat saham sector ini sedikit kurang menarik bagi investor, karena perusahaan dianggap tidak bisa ‘menentukan’ nasibnya sendiri karena kinerja keungan lebih banyak disebabkan oleh naik turunnya harga tembaga dan alumunium daripada oleh kinerja manajemen.

Kami rasa cukup pembahasan untuk bagian komoditas ini. Pada artikel selanjutnya kami akan membahas mengenai bagaimana bandarmologi saham-saham kabel ini secara detail serta rekomendasi dan mana emiten yang menurut kami paling menarik serta strateginya.

Komentar terkini

Memuat artikel selanjutnya...
Pengungkapan Risiko: Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.
Versi bahasa Inggris dari perjanjian ini adalah versi utama, yang akan berlaku setiap kali ada perbedaan antara versi bahasa Inggris dan versi bahasa Indonesia.
© 2007-2024 - Fusion Media Limited. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.