🔥 Strategi saham pilihan AI kami, Raksasa Teknologi, sudah naik +7.1% sepanjang Mei.
Join selagi saham masih MENYALA.
Klaim diskon HINGGA 40%

Imbas Covid19 Terhadap Kinerja Kuartal Pertama 2020

Diterbitkan 29/04/2020, 08/03
JKBIND
-
ACST
-
AKRA
-
AALI
-
ASII
-
FASW
-
SIDO
-
ROTI
-
NIKL
-
UNTR
-
INCO
-
ANDI
-
CITY
-

Menjelang tenggat rilis laporan kuartal pertama 2020, hanya 20-an emiten saja yang sudah melaporkan kinerjanya ke Bursa Efek Indonesia. Hal ini mungkin karena imbas dari penyebaran wabah Covid-19 yang memberikan kelonggaran bagi emiten untuk mengunggah laporan keuangan kuartalan maupun tahunannya.

Menarik disimak dari 20-an emiten yang sudah merilis kinerjanya itu, beberapa diantaranya menorehkan kenaikan laba di tengah pandemi. 27 emiten yang sudah melaporkan pencapaian sampai Maret 2020 berasal dari sektor pertanian sebanyak 2 emiten, pertambangan (1 emiten), industri dasar dan kimia (5), aneka industri (2), barang konsumsi (3), properti dan konstruksi (3), infrastruktur (1), keuangan (5), dan perdagangan/jasa (5).

Dari 27 emiten tersebut, 14 diantaranya membukukan kenaikan penjualan dan sisanya mengalami penurunan penjualan. Empat emiten dari 27 emiten tersebut membukukan kerugian pada kuartal pertama tahun ini, yaitu NIKL (JK:NIKL), FASW (JK:FASW), SMDM dan ACST (JK:ACST). Kenaikan laba terbesar ditorehkan oleh AALI (JK:AALI) dan INCO (JK:INCO). Sementara kenaikan penjualan dibukukan oleh CITY (JK:CITY), ASDM, dan AKRA (JK:AKRA).

Jika dilihat dari sisi sektoral, nampak bahwa sektor komoditas yang diwakili oleh pertanian dan pertambangan masih menorehkan pertumbuhan di tengah pandemi. AALI, ANDI (JK:ANDI) dan INCO membukukan kenaikan penjualan masing-masing 13,31%, 21,55% dan 58,74%. Pertumbuhan pendapatan ini berimbas positif bagi kenaikan laba masing-masing emiten. AALI berhasil mencatatkan lonjakan laba hampir 900%. Begitu pun ANDI dengan kenaikan 23%-an dan INCO yang signifikan tumbuh labanya sekitar 260-an%.

Sektor lain yang masih membukukan pertumbuhan adalah barang konsumsi. ROTI (JK:ROTI) dan SIDO (JK:SIDO) misalnya, keduanya mencatatkan kenaikan penjualan dan laba bersih. SIDO membukukan penjualan yang naik tipis 2%-an dan laba bersih yang naik 10,85%. Sementara itu, ROTI menorehkan kenaikan penjualan dan laba bersih masing-masing 15,30% dan 20,03% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Industri dasar dan aneka industri menjadi dua sektor yang tertekan di saat pandemi ini. ASII (JK:ASII) sebagai leader di aneka industri membukukan penurunan pendapatan sekitar -9%-an dan juga laba bersih yang menyusut -8%an. Satu-satunya emiten dari dua sektor ini yang membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba adalah ARNA. Emiten produsen keramik ini berhasil mencetak kenaikan tipis dalam hal pendapatan sebesar 4%-an dan pertumbuhan sebesar 18%-an dalam hal laba bersih.

Dua penggerak sektor trade and service membukukan kinerja yang mixed. AKRA misalnya, masih meraup pendapatan dan laba bersih yang meningkat jika dibandingkan periode tahun lalu. Pendapatan AKRA naik 26%-an dan laba bersihnya tumbuh 13%-an. Berbanding terbalik dengan AKRA, UNTR (JK:UNTR) malah membukukan penurunan kinerja. Emiten alat berat yang juga anak usaha ASII ini mengalami penurunan signifikan dalam hal penjualan sebesar -19%-an dan laba bersih sebesar -40%-an.

Melihat kinerja emiten di kuartal pertama yang variatif, penting bagi kita sebagai investor untuk mencermati imbas pandemi Covid19 ini di kuartal berikutnya. Hal ini dikarenakan kasus pertama Covid19 baru terkonfirmasi sekitar awal Maret 2020, pada saat perhitungan kinerja kuartal pertama ini memasuki bulan terakhir. Kita akan menantikan imbas dari pandemi ini pada kuartal kedua yang sudah merefleksikan kondisi riil dari aktivitas operasional perusahaan pasca kebijakan pemerintah terkait penanganan virus ini. Semoga baik-baik saja! [amsi]

Komentar terkini

Memuat artikel selanjutnya...
Pengungkapan Risiko: Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.
Versi bahasa Inggris dari perjanjian ini adalah versi utama, yang akan berlaku setiap kali ada perbedaan antara versi bahasa Inggris dan versi bahasa Indonesia.
© 2007-2024 - Fusion Media Limited. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.