Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

IHSG Berkonsolidasi di Kisaran Garis MA 200, Ditengah Kekhawatiran Tapering

id.investing.com/analysis/ihsg-berkonsolidasi-di-kisaran-garis-ma-200-ditengah-kekhawatiran-tapering-200232603
IHSG Berkonsolidasi di Kisaran Garis MA 200, Ditengah Kekhawatiran Tapering
Oleh Stefanus Mulyadi Handoko   |  13/09/2021 08:10
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Bursa Wall Street ditutup melemah pada akhir pekan karena investor memperkirakan inflasi yang lebih tinggi, ditengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi AS karena pandemi Covid-19. Investor khawatir tentang inflasi setelah harga produsen AS melesat pada bulan Agustus mencapai 8,3%, dan menuju ke kenaikan tahunan terbesar dalam hampir 11 tahun. Komentar Presiden The Fed Bank Cleveland Loretta Mester yang menegaskan bahwa bank sentral dapat mulai mengurangi pembelian aset tahun ini meskipun laporan pekerjaan Agustus lemah turut membebani pasar. Dow Jones ditutup turun 271,66 poin (-0,78%) menjadi 34.607,72, S&P 500 melemah 34,7 poin (-0,77%) ke level 4.458,58 dan Nasdaq terkoreksi 132,76 poin (-0,87%) menjadi 15.115,49. Secara mingguan ketiga indeks bursa saham AS mengalami pelemahan dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq turun masing-masing -2,15%, -1,69%, dan -1,61% untuk sepanjang pekan.

Sementara dari dalam negeri IHSG ditutup menguat 26,654 poin (+0,44%) ke level 6.094,873 di akhir pekan. Investor asing mencatatkan net buy di pasar reguler senilai Rp 344 miliar. Sepanjang minggu, IHSG mengalami koreksi -0,52% meski investor asing membukukan pembelian bersih di pasar reguler sebanyak Rp 1 triliun.

Pasar saham Indonesia kembali tertekan pada pekan lalu, seiring kekhawatiran akan pengetatan kebijakan moneter (tapering off) oleh bank sentral AS yang membuat bursa saham global kembali bergerak melemah. Pelaku pasar semakin cemas jelang waktu pelaksanaan rapat The Fed yang akan digelar pada 21-22 September 2021. Tapering akan dimulai dengan mengurangi pembelian surat berharga senilai US$ 120 miliar per bulan. Selain itu, IHSG juga tertekan oleh rilis data IKK bulan Agustus yang turun ke level 77,3 dari bulan sebelumnya di 80,2, akibat terus diperpanjangnya PPKM level 3 oleh pemerintah.

Secara teknikal IHSG masih berkonsolidasi dikisaran area psikologis garis MA 200 hariannya (garis warna merah). Walaupun sempat tertekan turun ke bawah level tersebut, namun IHSG mampu bertahan di atas support uptrend channelnya dan berhasil rebound bergerak naik kembali diatas garis MA 200 hariannya. Indikator teknikal MACD terlihat bertahan diatas centreline dan bergerak mendatar. Kondisi ini menunjukan bahwa IHSG masih berkonsolidasi cenderung bergerak naik didalam uptrend channel jangka pendeknya (garis sejajar warna biru).

Technically IHSG akan menjalankan skenario bullish, apabila mampu bertahan diatas garis psikologis MA 200 dan bergerak naik menembus keatas resistance level 6.169. Apabila kondisi tersebut terjadi, maka akan membuka peluang bagi IHSG menuju target dikisaran 6.223 hingga 6.263. Namun jika ternyata IHSG gagal bertahan diatas garis psikologis MA 200, maka akan membuka ruang pelemahan bagi IHSG menjalankan skenario bearish jangka pendek menuju support di 5.982 dan support berikutnya di level 5.884 jika pelemahan kembali berlanjut.

Untuk minggu ini pelaku pasar akan mencermati rilis data ekspor-impor dan perdagangan bulan Agustus pada hari rabu yang diperkirakan masih akan mencatatkan surplus perdagangan. Sedangkan dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah :

  • Selasa 14 September 2021 : Pernyataan Gubernur RBA Lowe, Rilis data pekerjaan Inggris, Rilis data inflasi AS
  • Rabu 15 September 2021 : Rilis data inflasi Inggris
  • Kamis 16 September 2021 : Rilis data perdagangan Jepang, Rilis data pekerjaan Australia, Rilis data penujalan ritel AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Pergerakan IHSG pekan ini akan dipengaruhi oleh rilis data inflasi AS yang akan mempengaruhi sikap The Fed dalam mengambil keputusan terkait kebijakan moneternya jelang meeting tanggal 21-22 September 2021. Apakah The Fed akan mengambil kebijakan pengetatan (tapering off) di meeting tersebut ataukah akan menunda hingga akhir tahun. Disamping itu pasar juga masih menunggu kebijakan pemerintah terkait kelanjutan PPKM pada pekan depan.

Untuk itu tetap disarankan safe trading dan hati-hati, serta kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat, karena IHSG masih dalam fase konsolidasi serta belum terlihat mampu bergerak optimis dan cenderung volatile. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

IHSG Berkonsolidasi di Kisaran Garis MA 200, Ditengah Kekhawatiran Tapering
 

Artikel Terkait

Stefanus Mulyadi Handoko
BBNI Tendency To Rise Up Oleh Stefanus Mulyadi Handoko - 23/11/2021 1

Saham (BBNI) berhasil keluar dari area konsolidasi jangka pendeknya setelah berhasil menembus resistance level 7125 dengan diikuti volume transaksi yang meningkat. Penembusan...

IHSG Berkonsolidasi di Kisaran Garis MA 200, Ditengah Kekhawatiran Tapering

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email