Breaking News
0

Harga Minyak Naik, Ini 3 Perkembangan Pasar Energi yang Perlu Diperhatikan

Oleh Investing.com (Ellen R. Wald, Ph.D.)Komoditas15/03/2019 13:56
id.investing.com/analysis/harga-minyak-naik-ini-3-perkembangan-pasar-energi-yang-perlu-diperhatikan-200211435
Harga Minyak Naik, Ini 3 Perkembangan Pasar Energi yang Perlu Diperhatikan
Oleh Investing.com (Ellen R. Wald, Ph.D.)   |  15/03/2019 13:56
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Ketika bencana geopolitik dan transportasi berdampak pada pasar minyak dan bahan bakar, beberapa CEO perusahaan minyak tampak yang paling peduli dengan perubahan iklim dan lingkungan. Bagi pedagang minyak dan ekuitas, strategi perusahaan baru adalah sesuatu yang harus diperhatikan.

1. Strategi Perusahaan Minyak Utama Berbeda

Minyak utama terbagi tentang strategi untuk menarik investor. Harga minyak yang rendah telah mengeruk keuntungan mereka selama beberapa tahun terakhir, sementara beberapa perusahaan minyak besar, seperti BP (LON:BP) (NYSE:BP), Equinor (NYSE:EQNR) dan Royal Dutch Shell (NYSE:RDSa) percaya bahwa mereka telah kehilangan kepercayaan diri investor karena mereka tidak cukup menangani perubahan iklim. BP dan Equinor percaya bahwa terlibat dengan investor potensial pada masalah perubahan iklim dan kontribusi minyak terhadap perubahan iklim akan meningkatkan citra mereka. Masih dipertanyakan apakah mengadopsi strategi berulang-ulang mempertanyakan moralitas seluruh bisnis hidrokarbon akan baik untuk kepercayaan investor dan juga harga saham.

Royal Dutch Shell pada dasarnya membayangkan kembali dirinya sebagai perusahaan listrik alih-alih perusahaan minyak. Ia berusaha untuk menjadi "perusahaan listrik terbesar di dunia" pada awal 2030-an. Shell telah menjual banyak aset hulu minyaknya, dan sebaliknya membeli aset energi terbarukan. Faktanya, Shell sedang dalam proses penawaran untuk membangun ladang angin di Laut Utara. Margin untuk penyedia listrik biasanya jauh lebih rendah daripada perusahaan minyak, jadi tidak pasti apakah, sebagai perusahaan listrik, Shell akan dapat mencapai pengembalian 8% -12% sesuai dengan yang diharapkan.

Perusahaan minyak utama lainnya, seperti Hess (NYSE:HES), Chevron (NYSE:CVX) dan Exxon Mobil (NYSE:XOM) lebih berfokus pada aspek tradisional. CEO Hess, John Hess, baru-baru ini berbicara tentang menjual aset hulu dengan biaya produksi yang tinggi. Chevron dan Exxon keduanya memperluas pengeboran di wilayah Permian di mana mereka memiliki akses yang baik ke jaringan pipa dan pengiriman.

2. Produksi dan Sanksi Minyak

Harga minyak naik kemarin setelah adanya laporan bahwa pertumbuhan produksi di wilayah Permian ditaksir terlalu tinggi pada Desember, Januari dan Februari.

Oil 300 Minute Chart
Oil 300 Minute Chart

Produksi minyak masih tumbuh di AS, tetapi tidak cukup pada tingkat yang diproyeksikan AIE. Harga gasolin juga meningkat di A.S., dengan beberapa daerah mengalami kenaikan sebanyak 34 sen per galon. Pemadaman listrik di Venezuela menyebabkan minyak gagal dimuat ke kapal untuk diekspor, yang membuat harga naik. Juga, Arab Saudi berencana untuk memproduksi di bawah 10 juta barel per hari pada bulan April dan juga Maret, yang merupakan berita lebih bullish untuk harga minyak.

Hal ini membuat kebijakan Departemen Luar Negeri AS tentang Pengecualian Pengurangan Signifikan (PPS) bahkan lebih penting untuk pasar minyak di H2. PPS digunakan oleh AS untuk mengizinkan negara-negara tertentu untuk terus mengimpor minyak dalam jumlah tertentu dari Iran selama masa sanksi. Menteri Luar Negeri Pompeo baru-baru ini menegaskan bahwa AS fokus pada mendorong ekspor minyak Iran ke nol, tetapi ia tidak memberikan kerangka waktu tertentu untuk itu terjadi. Pejabat Departemen Luar Negeri lainnya menekankan bahwa perkiraan AIE menunjukkan bahwa pasar minyak akan tetap kelebihan pasokan sekitar 400.000 barel per hari pada tahun 2019. Mereka percaya bahwa pasar yang dipasok dengan baik sangat penting bagi AS untuk mempertahankan sanksi terhadap industri minyak Venezuela pada saat yang sama sebagaimana ia memberi sanksi pada Iran.

Ekspor minyak Iran saat ini rata-rata sekitar 1,4 juta barel per hari, sehingga tampaknya tidak mungkin AS akan mencoba untuk menghilangkan semua minyak ini dari pasar pada bulan Mei. Brian Hook, perwakilan khusus Departemen Luar Negeri untuk Iran, tidak akan mengomentari pengecualian spesifik, tetapi baru-baru ini mengatakan bahwa Presiden khawatir tentang bagaimana memastikan bahwa pasar minyak "dipasok dengan baik dan stabil." Pejabat Departemen Luar Negeri mungkin akan tetap menutup mata pada pasar minyak antara sekarang dan akhir April, tetapi sekarang tampaknya semakin mungkin PPS untuk pelanggan terbesar Iran, Cina dan India, akan dipertahankan selama 2019.

3. Bahan Bakar Jet Pacu Permintaan

Permintaan bahan bakar jet di AS tetap kuat pada bulan Februari, menurut Institut Petroleum America. Ini umumnya merupakan indikator pertumbuhan ekonomi yang baik di Amerika Serikat. Namun, jatuhnya pesawat Boeing (NYSE:BA) 737 Max 8 baru-baru ini di Ethiopia menggiring negara-negara di seluruh dunia untuk melarang terbang jet-jet tersebut. Hal ini akan membutuhkan penundaan dan pembatalan penerbangan di seluruh dunia. Sekarang setelah Amerika Serikat menghentikan penggunaan pesawat-pesawat ini juga, kita harus waspada untuk melihat penurunan permintaan bahan bakar jet di Amerika Serikat pada bulan Maret.

Harga Minyak Naik, Ini 3 Perkembangan Pasar Energi yang Perlu Diperhatikan
 
Harga Minyak Naik, Ini 3 Perkembangan Pasar Energi yang Perlu Diperhatikan

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email