Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Fed Watch: Powell Mengubah Kebijakan Inflasi, Kepala ECB Lagarde Abaikan Masalah

Oleh Investing.com (Darrell Delamaide/Investing.com)Ringkasan Pasar06/12/2021 19:38
id.investing.com/analysis/fed-watch-powell-mengubah-kebijakan-inflasi-kepala-ecb-lagarde-abaikan-masalah-200234396
Fed Watch: Powell Mengubah Kebijakan Inflasi, Kepala ECB Lagarde Abaikan Masalah
Oleh Investing.com (Darrell Delamaide/Investing.com)   |  06/12/2021 19:38
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Jika ada keraguan sebelumnya bahwa Christine Lagarde tidak mampu menjabat sebagai kepala bank sentral terpenting kedua di dunia, kegagalan Bank Sentral Eropa (ECB) dalam menghadapi lonjakan inflasi seharusnya menghentikan keraguan itu.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell telah salah karena mempertahankan selama berbulan-bulan bahwa inflasi bersifat sementara. Dalam kesaksian kongres pekan lalu, Powell mengakui bahwa inflasi lebih persisten daripada yang telah diantisipasi Fed dan inilah saatnya untuk "menghentikan" kata "sementara."

Kebijakan ECB tidak begitu jelas. Menyebut sikap bank sentral terhadap inflasi sebuah disorientasi. Kolumnis Jerman Claus Döring dengan tajam mengkritik Lagarde, yang telah menjabat Kepala ECB tanpa pengalaman bekerja sebagai bankir sentral. Döring mengatakan, “Lagarde bersedia berbicara tentang hampir semua subjek kecuali ekonomi dan mandat bank sentral untuk mempertahankan harga yang stabil.”

“Sikap dan pendapat Lagarde di hampir semua masalah hari ini tidak benar,” tulis Döring di harian Börsen-Zeitung.

“Dia berbicara dalam debat gender serta risiko lingkungan dan perubahan iklim. Ini dengan cepat memberi kesan bahwa dia bisa melakukan segalanya dan tidak melakukan apa-apa.”

Ketika dia mengomentari ekonomi, seperti yang dia lakukan pada hari Jumat di acara virtual, dia cenderung mengecilkan inflasi dan dampak pandemi. Dia menyimpulkan "sangat tidak mungkin" ECB akan menaikkan suku bunga pada tahun 2022.

Politik ECB yang Telah Melampaui Batas Menyebabkan Penurunan?

Sikapnya jelas telah menyebabkan penurunan di ECB. Kepala ekonom pertama bank sentral, Otmar Issing, mengatakan dalam pidato pertengahan November yang diterbitkan Minggu dalam versi singkat bahwa:

“...potensi penjangkauan bank sentral ke bidang-bidang seperti perubahan iklim mengancam independensi mereka karena mereka semakin berada di bawah pengaruh politik. Sudah waktunya bagi para gubernur bank sentral untuk menunjukkan sedikit lebih rendah hati dan berpikir untuk kembali ke mandat yang lebih jelas dan lebih terbatas.”

Issing, yang saat ini mengepalai think tank di Frankfurt, berpikir bahwa bank sentral seharusnya mengabaikan dampak perubahan iklim dan menyerahkannya kepada pejabat pemerintah terpilih untuk memimpin perjuangan di bidang itu.

Bankir sentral Jerman memiliki reputasi yang patut dipuji untuk bersikap agak kaku, dan kepala bank sentral Jerman yang akan keluar, Jens Weidmann, telah menjadi hawk inflasi terbesar di dewan pemerintahan ECB (terdiri dari kepala bank sentral dari 19 negara anggota zona eropa serta enam anggota dewan eksekutif ECB).

Ini bisa menjadi kualitas yang berguna ketika inflasi mengancam untuk merusak perekonomian. Kanselir Jerman yang akan datang, Olaf Scholz, yang akan dipilih secara resmi oleh parlemen pada hari Rabu, dilaporkan siap untuk mencalonkan mantan anggota dewan eksekutif Bundesbank, Joachim Nagel, untuk menggantikan Weidmann.

Nagel, meski agak lebih pragmatis dan kurang ideologis, pasti akan melanjutkan sikap hawkish Weidmann karena inflasi di Jerman telah mencapai level tertinggi 30 tahun sebesar 6%. Masih harus dilihat seberapa berpengaruh dia dalam kebijakan moneter ECB.

Pejabat Fed Baru Kemungkinan akan Cenderung Dovish Seiring dengan Proses Pengetatan

Terlepas dari perubahan haluan Powell pada inflasi, masih sulit untuk memperkirakan arah masa depan Fed. Presiden Joe Biden mengatakan dia akan mengumumkan penunjukan Fed baru pada "awal Desember" dan dia diperkirakan akan mencalonkan sebanyak tiga ekonom progresif untuk posisi yang kosong atau yang akan segera kosong di dewan gubernur.

Dewan akan cenderung ke arah dovish, dengan penekanan yang lebih besar pada isu-isu non-moneter seperti perubahan iklim.

Sementara itu, konsensus tampaknya sedang dibangun bahwa Komite Pasar Terbuka Federal akan mengumumkan percepatan pengurangan pembelian obligasi setelah pertemuannya 14-15 Desember. Komite dapat mengalokasikan pengurangan sebesar $30 miliar per bulan mulai Januari, dari $15 miliar per bulan pada November dan Desember. Ini akan mengakhiri bantuan $120 miliar per bulan pada bulan Maret, dan membebaskan komite untuk menaikkan suku bunga jika diperlukan untuk mengekang inflasi.

Powell mendapat kecaman karena responsnya yang melebar terhadap inflasi, tetapi ia kemungkinan akan memenangkan konsensus di FOMC saat ini untuk sikap yang lebih hawkish ke depan.

Dana Moneter Internasional pada hari Jumat menyerukan Fed untuk meningkatkan operasi pengurangan karena lembaga pemberi pinjaman multilateral melihat kombinasi pemulihan ekonomi yang kuat dan pasar tenaga kerja yang lebih tinggi dari varian Omicron COVID-19 sebagai tekanan inflasi yang meningkat.

Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi yang berbasis di Paris juga memperingatkan pekan lalu bahwa inflasi sekarang menimbulkan risiko terbesar bagi pemulihan ekonomi. Risiko utamanya, OECD menulis dalam prospek ekonominya:

"adalah inflasi terus meningkat dan hal ini sangat mengejutkan, memaksa bank sentral utama untuk mengetatkan kebijakan moneter lebih awal dan lebih besar dari yang diproyeksikan."

Lagarde suka mengambil tanda atau sinyalnya dari Fed, sehingga pergeseran ke arah kebijakan moneter yang lebih ketat di Washington mungkin memaksa ECB untuk mengadopsi tindakan kaku tanpa kompromi terhadap inflasi.

Fed Watch: Powell Mengubah Kebijakan Inflasi, Kepala ECB Lagarde Abaikan Masalah
 

Artikel Terkait

Fed Watch: Powell Mengubah Kebijakan Inflasi, Kepala ECB Lagarde Abaikan Masalah

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email