Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Fed Watch: Pembuat Kebijakan Sadar akan Ancaman Inflasi, tapi Apakah Sudah Terlambat?

Oleh Investing.com (Darrell Delamaide/Investing.com)Ringkasan Pasar18/01/2022 19:29
id.investing.com/analysis/fed-watch-pembuat-kebijakan-sadar-akan-ancaman-inflasi-tapi-apakah-sudah-terlambat-200235313
Fed Watch: Pembuat Kebijakan Sadar akan Ancaman Inflasi, tapi Apakah Sudah Terlambat?
Oleh Investing.com (Darrell Delamaide/Investing.com)   |  18/01/2022 19:29
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Pembuat kebijakan Federal Reserve telah menemukan cara dalam mengatasi inflasi, setelah bergerak lambat selama berbulan-bulan dan mengklaim bahwa inflasi hanya bersifat sementara. Penemuan ini mungkin sudah terlambat.

Ketua Fed Jerome Powell menyebut inflasi sebagai "ancaman parah" bagi pemulihan ekonomi karena ia diserbu dengan pertanyaan selama dengar pendapat konfirmasi untuk masa jabatan kedua hari Selasa. Setelah lama mengklaim bahwa Fed harus mempertahankan akomodasi moneter untuk mendukung pemulihan, dia sekarang mengatakan ekonomi tidak lagi membutuhkan dukungan darurat.

Gubernur Fed Lael Brainard, yang muncul di hadapan Komite Perbankan Senat hari Kamis lalu untuk konfirmasinya sebagai wakil ketua, mengatakan

“Kami memang memiliki alat yang ampuh” untuk mengekang inflasi—yaitu, suku bunga yang lebih tinggi. Setelah menentang langkah apa pun untuk memperketat kebijakan moneter selama bertahun-tahun, Brainard mengatakan kepada komite bahwa memerangi inflasi adalah "tugas terpenting" Fed.

Powell Mungkin Sudah Terlambat Memanfaatkan Peluang

Powell juga telah menyatakan bahwa Fed tahu bagaimana menahan inflasi dan bila perlu akan menggunakan caranya sendiri untuk melawan inflasi.

Tetapi skeptisisme berkembang bahwa menaikkan suku bunga untuk memadamkan permintaan saat ini tidak akan efektif dalam memperbaiki inflasi yang disebabkan oleh pasokan tenaga kerja dan sumber daya lainnya yang tidak mencukupi. Kerusakan sudah terjadi di sisi permintaan karena caranya yang kurang tepat yaitu dengan meningkatkan jumlah uang beredar dan membanjiri konsumen dengan bantuan program pandemi.

Powell masih belum setuju dengan pengurangan tingkat akomodasi moneter yang tinggi, dan dia mengatakan kepada para senator bahwa menurutnya Fed dapat menjaga neraca yang meningkat tetap utuh dan tidak mulai kehabisan kepemilikan obligasi sampai “akhir” tahun ini. Bahkan jika Fed berhenti menambah kepemilikannya dengan pembelian obligasi baru, Fed akan terus menginvestasikan kembali obligasi yang jatuh tempo dalam portofolio hampir $9 triliun.

Richard Shelby, seorang senator Partai Republik dari Alabama yang mengetuai komite perbankan selama bertahun-tahun, mengatakan Fed telah “terlambat memanfaatkan peluang” dan perlu mengambil tindakan terhadap inflasi lebih cepat. Dia menambahkan bahwa Fed, dalam pandangannya, “telah kehilangan banyak kredibilitas” dari penundaan yang dilakukan Powell.

Semua pidato-pidato dan wawancara-wawancara benar-benar menyuruh Powell dan Brainard serta anggota Komite Pasar Terbuka Federal untuk menimpali kesiapan mereka dalam mengetatkan kebijakan moneter tahun ini, untuk memberikan “pendaratan lunak” bagi perekonomian—menjinakkan inflasi tanpa resesi.

Kepala Fed St. Louis yang hawkish James Bullard, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa menurutnya FOMC harus bergerak agresif untuk melawan inflasi, menaikkan suku bunga empat kali tahun ini, dimulai pada bulan Maret.

Hawk yang lain, Presiden Fed Kansas City Esther George, mengatakan bank sentral harus bergerak lebih cepat untuk melepaskan kepemilikan obligasinya, dan mulai menaikkan suku bunga.

Tetapi para ekonom di seluruh dunia mengatakan bahwa segala sesuatu dimulai dari lockdown di China hingga kebijakan energi hijau akan memperburuk krisis rantai pasokan, sementara kekurangan tenaga kerja akan memicu inflasi selama berbulan-bulan.

Mantan kepala Fed New York, William Dudley, mengatakan pekan lalu bahwa Fed di bawah Powell telah membuat empat kesalahan penting—dia telah mengijinkan inflasi naik jauh dari 2% dan baru mau memperbaikinya setelah ekonomi sudah terlalu panas, salah menilai kekuatan pasar tenaga kerja, menganggap inflasi hanya bersifat sementara, dan menahan diri dari mengurangi pembelian obligasi karena takut akan taper tantrum lainnya.

“Saya rasa masalahnya saat ini adalah pasar tidak menganggapnya serius,” kata Dudley dalam sebuah opini untuk Bloomberg.

Nominasi Dewan Fed Memberikan Komentar

Daftar calon Presiden Joe Biden untuk dewan gubernur Fed tidak membuat pelaku pasar untuk berpikir dan yakin bahwa bank sentral berfokus pada inflasi.

Sarah Bloom Raskin, calon wakil ketua untuk regulasi, tidak merahasiakan fakta bahwa menurutnya Fed harus menekan bank untuk mengalokasikan modal sejalan dengan pengurangan emisi karbon.

Senator Republik Pennsylvania Pat Toomey telah terang-terangan menentang intervensi bank sentral terhadap iklim, dengan mengatakan bahwa itu bukan bagian dari mandat Fed, dan minggu lalu dia mengatakan bahwa dia memiliki "keprihatinan serius" tentang pencalonan Raskin karena alasan itu.

Dua calon anggota dewan lainnya, akademisi Lisa Cook dan Philip Jefferson, sambil membawa perspektif minoritas pada pembahasan Fed, telah terlibat dalam institut keragaman Fed Minneapolis. Toomey sekali lagi menentang penekanan bank regional pada keragaman karena berada di luar cakupan mandat Fed.

Toomey dan Shelby sepertinya akan terus berupaya untuk mengembangkan kebijakan Fed, tetapi ketidakpercayaan mereka mungkin juga dimiliki oleh investor yang lebih memilih Fed untuk fokus pada masalah inflasi.

Fed Watch: Pembuat Kebijakan Sadar akan Ancaman Inflasi, tapi Apakah Sudah Terlambat?
 

Artikel Terkait

Grandi Thoro
Harga Emas Bergerak Sideways Pasca NFP Oleh Grandi Thoro - 09/05/2022

Pergerakan emas berada dalam volatilitas yang cenderung rendah pada perdagangan pekan ini Pergerakan harga emas dunia pada kemarin pagi sempat melemah dari level $1926 ke level...

Fed Watch: Pembuat Kebijakan Sadar akan Ancaman Inflasi, tapi Apakah Sudah Terlambat?

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email