Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Fed Watch: Bank Sentral AS Tidak Bisa Disentuh?

Oleh Investing.com (Darrell Delamaide/Investing.com)Ringkasan Pasar19/10/2021 14:41
id.investing.com/analysis/fed-watch-bank-sentral-as-tidak-bisa-disentuh-200233425
Fed Watch: Bank Sentral AS Tidak Bisa Disentuh?
Oleh Investing.com (Darrell Delamaide/Investing.com)   |  19/10/2021 14:41
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Federal Reserve berencana untuk mulai mengurangi pembelian Treasuries AS pada bulan November sebesar $10 miliar per bulan dan pada saat yang sama memangkas akuisisi obligasi berbasis hipotek sebesar $ 5 miliar per bulan, yang bertujuan untuk menyelesaikan pengurangan dalam delapan bulan, pada pertengahan 2022.

Inilah yang disebut jalur "ilustratif" yang dirinci dalam risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal 21-22 September yang dirilis pekan lalu. Rencana tersebut dibubuhi dengan kata ilustratif artinya jika seluruh data sesuai dengan prediksi maka itulah yang akan dilakukan Fed.

Dalam formulasi yang disukai risalah:

“Beberapa peserta menunjukkan bahwa mereka lebih suka melanjutkan dengan pembelian yang lebih cepat daripada yang dijelaskan dalam contoh ilustratif.”

Dengan kata lain, jika inflasi terus memanas, FOMC mungkin memutuskan untuk bergerak lebih cepat untuk mengurangi pembelian aset. Namun, risalah tersebut menegaskan kembali keyakinan komite bahwa kenaikan suku bunga pada akhirnya adalah masalah yang terpisah, dan mungkin masih beberapa tahun lagi sebelum mereka siap untuk mengambil langkah itu.

Atau mungkin juga tidak. Untuk saat ini, FOMC berada di jalur untuk mengakhiri pembelian aset, sementara pertanyaan tentang suku bunga sedang naik daun.

Inflasi Lebih Persisten Dari Asumsi Awalnya

Risalah dan pernyataan resmi terus berbicara tentang "pencapaian jumlah pekerja maksimum" sebagai tujuan utama, meskipun ada banyak bukti bahwa banyak orang tidak berniat untuk kembali bekerja dalam waktu dekat dan kita mungkin juga sudah sangat dekat dengan pencapaian jumlah pekerja maksimum pascapandemi.

Sementara itu, para pembuat kebijakan perlahan-lahan mulai menyadari, seperti yang dikatakan risalah dengan malu-malu, bahwa penyebab inflasi bisa lebih gigih "daripada yang mereka asumsikan saat ini."

Dan memang begitu kenyataanya.

The New York Times pekan lalu mencatat kenaikan sewa yang mengkhawatirkan karena pemilik rumah menghindari penyewa di tengah kurangnya perumahan dan meroketnya harga. Perumahan merupakan komponen besar dari indeks harga konsumen, yang menunjukkan kenaikan 5,4% di bulan September.

Kepala Fed St Louis James Bullard melepaskan anonimitasnya ketika dia mengatakan kepada CNBC pekan lalu bahwa dia adalah salah satu dari mereka yang menginginkan "moderasi yang lebih cepat" dari pembelian obligasi, merekomendasikan proses taper berakhir pada kuartal pertama sehingga Fed dapat melanjutkan untuk menaikkan suku bunga tahun depan.

Dana Moneter Internasional memperingatkan pekan lalu bahwa inflasi bisa lebih persisten daripada yang diantisipasi, memperingatkan bank sentral untuk siap menaikkan suku bunga jika perlu. Gubernur Bank of England Andrew Bailey telah memberikan tanda bahwa dia siap untuk menaikkan suku bunga karena kekurangan energi menambah tekanan inflasi.

Harga minyak dan gas yang meningkat pesat hanyalah salah satu dari banyak faktor untuk menjaga agar inflasi tidak bersifat sementara, tetapi entah apa alasannya sehingga pembuat kebijakan bank sentral mempertahankan ide mereka bahwa inflasi hanya bersifat sementara.

Mantan Menteri Keuangan Larry Summers mengkritik pembuat kebijakan Fed atas apa yang disebutnya "bangun dan sadarlah"—fokus pada masalah sosial—jangan hanya bergerak untuk mengekang inflasi.

“Mereka menilai diri mereka sendiri dengan kepedulian sosial mereka,” katanya di sebuah acara untuk Institute of International Finance. Semakin lama mereka menunggu akan semakin terkejut mereka ketika akhirnya dipaksa untuk bertindak.

Ekonom Fed Jeremy Rudd menerbitkan sebuah makalah bulan lalu yang mempertanyakan asumsi yang dipegang secara luas oleh para pembuat kebijakan bahwa ekspektasi inflasi adalah yang mendorong kenaikan harga dan ketidakhadiran mereka saat ini berarti inflasi yang kita lihat di depan mata kita bersifat sementara.

Atau untuk lebih jelasnya, pemenang Hadiah Nobel di bidang ekonomi diberikan kepada tiga ekonom yang menganjurkan eksperimen alami, yaitu, bahwa para ekonom tidak mengikuti model mereka atau tidak hanya melihat data, tetapi harus mengubah asumsi mereka untuk dapat memecahkan masalah. Karena kalau mereka hanya mengamati data kemudian menarik kesimpulan berdasarkan data itu, itu berarti tidak ada bedanya dibanding ilmu lainnya.

Ketua Fed Jerome Powell, yang memiliki gelar sarjana hukum, suka mengacu pada "model" Fed ketika dia berbicara tentang ekonomi, dan dia tampaknya berpikir bahwa mereka selalu akurat karena dia terus mengatakan bahwa inflasi bersifat sementara.

Mungkin dia perlu lebih memperhatikan kehidupan nyata, di mana harga sebentar lagi akan melonjak dan kebanyakan orang tidak memiliki kemampuan untuk menunggu.

 

Fed Watch: Bank Sentral AS Tidak Bisa Disentuh?
 

Artikel Terkait

Fed Watch: Bank Sentral AS Tidak Bisa Disentuh?

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email