Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Diterjang Varian Baru Covid-19, Bursa Saham Global Rontok, What Next?

id.investing.com/analysis/diterjang-varian-baru-covid19-bursa-saham-global-rontok-what-next-200234208
Diterjang Varian Baru Covid-19, Bursa Saham Global Rontok, What Next?
Oleh Stefanus Mulyadi Handoko   |  29/11/2021 08:09
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Bursa Wall Street ditutup melemah tajam pada perdagangan akhir pekan, dipicu oleh kecemasan pelaku pasar seputar munculnya varian baru virus Covid-19, di tengah jam perdagangan yang berkurang separuh pasca libur Thanksgiving atau yang biasa disebut sebagai Black Friday. Koreksi terjadi setelah pejabat WHO mengingatkan risiko varian baru Covid-19 yang merebak di Afrika, yang disebut sebagai varian Omicron. Pihak berwenang di seluruh dunia waspada terhadap varian virus corona yang ditemukan di Afrika Selatan, ditengah para peneliti yang masih berusaha untuk memastikan apakah varian tersebut resisten terhadap vaksin. Inggris dan Uni Eropa menjadi negara pertama yang memperketat kontrol perbatasannya, dengan menghentikan penerbangan sementara dari dan ke negara yang terkait dengan varian tersebut. Dow Jones ditutup ambles 905,04 poin (-2,53%) ke level 34.899,34, S&P 500 merosot 106,84 poin (-2,27%) ke posisi 4.594,62, dan Nasdaq anjlok 353,57 poin (-2,23%) menuju 15.491,66. Dalam sepekan, ketiga bursa saham utama AS rontok setelah Dow Jones turun -1,97%, S&P 500 melemah -2,2% dan Nasdaq melorot -3,52%.

Dari dalam negeri, IHSG turun tajam sebesar 137,793 poin (-2,06%) ke level 6.561,553 pada perdagangan akhir pekan. Investor asing mencatatkan net sell senilai Rp 198 miliar di pasar reguler. Sepanjang pekan lalu, IHSG melemah -2,36%, dengan diikuti keluarnya dana asing di pasar reguler sebesar 602 miliar.

IHSG longsor pada pekan lalu, seiring berbagai sentimen negatif yang membayangi pasar. Tingginya inflasi global yang memunculkan kemungkinan The Fed bakal menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan pada tahun depan, serta terus naiknya kasus baru harian Covid-19 di Eropa dan kemunculan varian virus baru Corona di Afrika yang diduga lebih mudah menular dan lebih tahan melawan antibodi memicu risk appetite di seluruh pasar global. Tekanan tersebut juga membuat IHSG longsor melewati dua level psikologis, dari 6.700 menjadi 6.500, dan menghapus seluruh reli kenaikan yang dikumpulkan sepanjang bulan November ini.

Setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 6.754 pada awal pekan, IHSG berbalik arah di akhir pekan dan mengakhiri perdagangan dengan penurunan cukup tajam dibandingkan minggu sebelumnya. Kombinasi dari kekhawatiran bahwa tapering The Fed bakal dipercepat, serta munculnya virus Covid varian baru menjadi sentimen negatif bagi pasar saham Indonesia pada perdagangan pekan lalu. Meski turun, namun secara teknikal IHSG masih berada dalam fase konsolidasi jangka pendek. Diperkirakan IHSG pada pekan ini akan berkonsolidasi dalam rentang yang lebar, dengan bergerak di area kisaran support 6480 dan resistance di level psikologis 6.700. Indikator teknikal MACD yang cenderung menurun di atas centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih dalam fase koneolidasi cenderung bergerak turun.

Minggu ini seperti biasa di awal pekan, pelaku pasar akan mencermati rilis data ekonomi manufaktur dan inflasi bulan November pada hari rabu. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah :

  • Senin 29 November 2021 : Pernyataan Ketua The Fed Powell
  • Selasa 30 November 2021 : Rilis data NBS manufaktur China, Rilis data inflasi euro area, Pernyataan Ketua The Fed Powell
  • Rabu 1 Desember 2021 : Rilis data GDP Australia, Rilis data Caixin manufaktur China, Rilis data pekerjaan ADP AS, Pernyataan Gubernur BOE Bailey, Pernyataan Ketua The Fed Powell, Rilis data manufaktur AS
  • Kamis 2 Desembre 2021 : Rilis data perdagangan Australia, Meeting OPEC
  • Jum’at 3 Desember 2021 : Rilis data pekerjaan dan tingkat pengangguran AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Munculnya varian baru dari virus Corona memberikan kekhawatiran baru berupa ketidakpastian bagi pelaku pasar. Ketidakpastian tersebut terlihat dari naiknya volatilitas pada pasar saham AS yang terlihat pada index kecemasan VIX, yang melonjak naik 48% hanya dalam sehari pada akhir pekan kemaren. Belum lagi pasar masih dikhawatirkan oleh tingginya inflasi global yang dapat memicu percepatan tapering dan kenaikan suku bunga The Fed pada tahun depan. Di sisi lain, pada hari selasa akan ada rebalancing MSCI Index dimana ada kemungkinan IHSG akan turun di akhir perdagangan bulan November ini. Dengan banyaknya sentimen negatif di pasar, kemungkinan masih ada potensi koreksi lanjutan bagi IHSG namun juga terbuka kemungkinan terjadinya teknikal rebound dalam jangka pendek karena penurunan yang tajam dalam waktu singkat.

Untuk itu disarankan safe trading dan tetap hati-hati, serta kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Diterjang Varian Baru Covid-19, Bursa Saham Global Rontok, What Next?
 

Artikel Terkait

Diterjang Varian Baru Covid-19, Bursa Saham Global Rontok, What Next?

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email