Breaking News
0

Dampak Sanksi Minyak Iran: Terlalu Berlebihan atau Diacuhkan?

Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)Komoditas08/11/2018 10:37
id.investing.com/analysis/dampak-sanksi-minyak-iran-terlalu-berlebihan-atau-diacuhkan-200208114
Dampak Sanksi Minyak Iran: Terlalu Berlebihan atau Diacuhkan?
Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)   |  08/11/2018 10:37
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

“Ketika ragu, kembali ke tujuan awal” adalah menahan diri dalam bisnis dan kehidupan. Dan tidak ada tempat yang lebih tepat saat ini terjadi daripada di pasar minyak, di mana pertanyaan yang hangat dan masih tetap ada: apakah para pedagang melebih-lebihkan dampak yang mungkin tercipta dari sanksi AS terhadap ekspor Iran? Dan yang lebih penting, apakah mereka mengabaikannya sekarang? Atau menekankan aspek yang salah?

Perubahan terhadap keseimbangan minyak keseluruhan pada kuartal keempat "kecil dibandingkan dengan tingkat perubahan sentimen dan harga jual berikutnya," konsultan riset yang berbasis di London; Aspek Energi mengatakan, mengacu pada gejolak pasar yang telah ada selama lima bulan drama panjang pada embargo minyak Iran.

WTI Weekly Chart
WTI Weekly Chart

Dalam salah satu perubahan pasar terbesar yang pernah terjadi, harga minyak melonjak sekitar 20 persen selama periode lima bulan itu, kemudian melepas semua keuntungan hanya dalam waktu kurang dari lima minggu setelah langkah Presiden Donald Trump untuk mengembalikan sanksi terhadap Iran dengan membatalkan kesepakatan di era Obama - pada bulan Mei - yang membiarkan minyak negara Republik Islam itu berlayar ditukar dengan pembatasan program nuklir.

Rally awal mengakhiri kekhawatiran kehilangan ekspor minyak Iran hingga 3 juta barel per hari. Aksi jual berikutnya datang setelah janji Arab Saudi untuk memompa minyak mentah sebanyak yang diperlukan untuk mengisi kekurangan yang disebabkan oleh sanksi tersebut. Menambah tren pasar bearish adalah surplus mingguan besar dalam stok minyak mentah dan rekor produksi minyak serpih di Amerika Serikat, dan, penerbitan izin oleh pemerintahan Trump bagi delapan negara yang akan terus mengimpor minyak dari Iran ketika sanksi dimulai minggu ini.

Sentimen Tidak Sejalan?

Perusahaan Aspek Energi mengatakan elemen yang kurang ditekankan pada penurunan harga minyak adalah kebutuhan Trump untuk menjaga harga bensin AS tetap rendah menjelang pemilihan paruh waktu yang baru saja berakhir — suatu tujuan yang tidak akan tercapai tanpa harga minyak mentah itu sendiri jatuh.

Dan bahkan sebelum keringanan minggu ini diterapkan, rally minyak "sudah menyerah" ungkap perusahaan dan menambahkan:

“Tidak ada yang secara meyakinkan menganggap nol ekspor Iran dalam neraca mereka. Sebagian besar anggaran diperhitungkan dalam beberapa keringanan dan/atau beberapa dasar kecurangan."

Jadi, alih-alih merenungkan apakah pasar telah bereaksi berlebihan terhadap ketakutan akan tekanan pasokan dari sanksi itu, pertanyaan yang relevan adalah apakah keseimbangan minyak telah berubah, grup tersebut mengatakan:

"Apakah itu hanya masalah sentimen dan persepsi yang timbul dari ketidakcocokan waktu lain, karena ekspor Timur Tengah naik musim panas ini sebelum ekspor Iran jatuh?

Brent Monthly Chart
Brent Monthly Chart

Dengan aksi jual tampaknya belum berakhir, beberapa pedagang berpikir minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS dapat menembus di bawah angka $60 per barel dari level tertinggi empat tahun hampir di $77 pada awal Oktober, dan patokan internasional Brent bisa merosot di bawah $70 dari tertinggi 2014 di atas $86 yang diterobos lebih dari sebulan lalu.

Dari Banjir Pasokan Minyak hingga Risiko Kelebihan Stok Bensin

Yang lain tidak setuju apakah pasar akan jatuh lebih jauh lagi.

"Kami mencatat bahwa penembusan di bawah kisaran $60,40 per barel akan menyiratkan lebih banyak penjualan CTA ke depan," beber TD Securities dalam sebuah catatan, mengacu pada dana perdagangan minyak. Broker yang didukung bank Kanada itu mengatakan:

“Kami mengulangi pandangan bullish kami mengingat bahwa sanksi telah menimbulkan risiko asimetri yang sangat menguntungkan harga lebih tinggi. Sementara manajer uang dapat berdiri tegap menjelang pemilu legislatif AS, kami menduga bahwa titik utama minyak mentah berada di persimpangan. Pada saat yang sama, kami berharap penjualan CTA bensin akan mulai kehabisan tenaga.”

Aspek Energi setuju bahwa membanjirnya minyak mentah tidak mungkin karena Arab Saudi dan anggota lain dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) "akan proaktif untuk memastikan bahwa pasar tidak mengalami kelebihan pasokan."

Tapi mungkin ada surplus besar bensin jika penyuling AS yang kembali dari musim pemeliharaan mereka saat ini tidak mengontrol produksi mereka, Aspek Energi memperingatkan. Setiap kelebihan pasokan bensin bisa memburuk di musim dingin mendatang, ketika permintaan turun secara musiman, kata Aspek Energi, menambahkan:

“Beberapa bahkan ingin mengubah tangki diesel menjadi bensin… menyimpan bahan tersebut untuk musim panas. Ini berarti saat bensin musim dingin mungkin menemukan pijakan saat ini, ada risiko bahwa setiap kenaikan pada musim panas 2019 akan dibatasi oleh minyak yang disimpan ini.”

Dampak Sanksi Minyak Iran: Terlalu Berlebihan atau Diacuhkan?
 

Artikel Terkait

Dampak Sanksi Minyak Iran: Terlalu Berlebihan atau Diacuhkan?

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email