Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Commodities Week Ahead: Pekan Yang Berat Bagi Fed Dalam Menetapkan Agenda Untuk Emas; Minyak Naik Di Iran

Oleh Investing.com ( )Komoditas22/06/2021 10:37
id.investing.com/analysis/commodities-week-ahead-pekan-yang-berat-bagi-fed-dalam-menetapkan-agenda-untuk-emas-minyak-naik-di-iran-200230760
Commodities Week Ahead: Pekan Yang Berat Bagi Fed Dalam Menetapkan Agenda Untuk Emas; Minyak Naik Di Iran
Oleh Investing.com ( )   |  22/06/2021 10:37
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Karena berita mengenai pengurangan pembelian aset sudah keluar, semua mata tertuju pada apa yang akan dikatakan Federal Reserve di sini, meninggalkan nasib emas di tangan para spekulan yang akan mencoba menebak-nebak bank sentral di setiap kesempatan.

Sementara Ketua Fed Jerome Powell mencoba menenangkan pasar minggu lalu, dengan mengatakan pengurangan pembelian aset bulanan sebesar $120 miliar akan diberitahu jauh sebelumnya untuk menghindari respons pasar yang berlebihan, tentunya menenangkan pasar sangat sulit untuk dilakukan.

Trader berkembang dengan pergerakan pasar dan volatilitas yang besar, dan salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan memutarbalikkan setiap kata dari Powell dan rombongan bank sentralnya dalam upaya untuk menemukan apa yang disebut kebenaran mendasar, atau narasi.

Sebagai catatan, The Fed telah menjelaskan tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Sebenarnya jadwal untuk menaikkan suku bunga adalah akhir tahun 2023 sebanyak satu atau dua kali kenaikan, jadi kita masih punya waktu sekitar 2½ tahun, atau 30 bulan lagi.

Fed juga mengatakan sedang mencari data tentang waktu yang tepat untuk mulai mengurangi $80 miliar dalam bentuk Treasury dan $40 miliar dalam obligasi hipotek yang telah dibeli bank sentral setiap bulan sejak wabah COVID-19 untuk melindungi pasar kredit dan ekonomi dari keterpurukan.

"Proses pengurangan pembelian aset akan kami lakukan dengan tertib, menggunakan metode yang tepat, dan transparan," kata Powell dalam konferensi pers setelah pertemuan kebijakan Fed bulan Juni pekan lalu, menekankan bahwa tidak akan ada tergesa-gesa baik dalam kenaikan suku bunga maupun pengurangan pembelian aset.

Tapi itu adalah tugas para trader dan pengelola uang untuk tidak mempercayai bank sentral karena Wall Street percaya mereka akan gagal dalam tugas fidusianya dengan menerima tanpa memberikan tanggapan negatif pada kesaksian Powell dan pada mereka yang duduk di Komite Pasar Terbuka Federal.

Pesan Fed yang Bercampur Hawkish, Dovish

Cara Fed menyampaikan pesan tentu menambah kebingungan, karena FOMC tidak mampu menyeragamkan suara, ada yang hawkish, ada yang dovish pada kebijakan moneter. Sementara Powell telah mencapai kohesi yang luar biasa di FOMC, dengan membuat sebagian besar anggotanya setuju dengannya bahwa Amerika Serikat sedang mengalami "inflasi sementara" meskipun ada beberapa tekanan harga yang kuat yang belum pernah terjadi sebelumnya, beberapa anggota yang hawkish menjadi ragu.

Pertanyaan apakah inflasi yang lebih kuat dari perkiraan akan mendorong Fed untuk bertindak lebih cepat; itu semua masih menggantung di pasar keuangan menjelang pertemuan kebijakan Juni pekan lalu. Lebih banyak ketidakpastian mungkin akan terjadi sebelum  pertemuan Juli dan konferensi tahunan Fed yang sangat penting di Jackson Hole, Wyoming, pada akhir Agustus, di mana diskusi tentang kenaikan suku bunga dan pengurangan pembelian aset akan menjadi topik yang utama.

Emas pekan lalu mengalami minggu terburuk sejak wabah COVID 2020 karena harga turun hampir 6% pada jadwal revisi Fed untuk pengetatan, setelah lebih dari satu tahun suku bunga di antara nol dan 0,25%.

Gold Daily
Gold Daily

Dalam perdagangan Senin sore di Asia, emas berjangka front-month di COMEX New York berada di $1.778,40, naik $9,40, atau 0,5%. Pekan lalu, emas COMEX kehilangan $110, atau 5,9%, untuk penurunan terbesar sejak pekan yang berakhir 6 Maret 2020. Kerugian terjadi setelah level terendah tujuh minggu di $1.768 yang ditetapkan untuk kontrak front-month.

Untuk emas, minggu ini dimulai dengan pidato hari Senin oleh Presiden Fed St. Louis James Bullard dan kepala Fed New York John Williams. Kata-kata Bullard, khususnya, akan diikuti dan sangat diminati oleh pasar setelah pengamatannya pada hari Jumat bahwa Fed mungkin harus mempertimbangkan menaikkan suku bunga pada akhir tahun depan untuk mengatasi inflasi. Bullard menjadi anggota pemungutan suara FOMC pada tahun 2022, oleh karena itu komentarnya cukup berbobot.

Presiden Fed Cleveland Loretta Mester dan Presiden Fed San Francisco Mary Daly keduanya berbicara pada hari Selasa. Pembicara lain dari bank sentral selama minggu ini termasuk Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic dan Presiden Fed Boston Eric Rosengren.

Tim Ghriskey, kepala strategi investasi di Inverness Counsel, New York, dalam komentar yang dibawa oleh Reuters mengatakan:

"Anda akan mendengar berbagai pidato gubernur Fed, dan kita akan mendengar hal yang sama: beberapa gubernur akan lebih hawkish, dan beberapa akan lebih dovish."

Powell sendiri memberikan kesaksian di kongres pada hari Selasa melalui tautan satelit tentang program pinjaman darurat Fed dan kebijakan saat ini di hadapan House Select Subcommittee tentang Krisis virus Corona.

Rilis Data Ekonomi Utama Sesuai Jadwal

Data hari Jumat tentang {ecl-234||pendapatan}} dan pengeluaran pribadi akan diawasi dengan ketat karena berisi Iindeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi intie, yang merupakan ukuran inflasi yang disukai Fed.

Indeks PCE melonjak 3,1% pada April dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2020. The Fed mengakui tekanan harga yang timbul dari kemacetan di rantai pasokan AS yang sedang kesulitan dalam mengatasi permintaan dalam ekonomi yang dibuka kembali setelah berbulan-bulan ditindas oleh pandemi. Tetapi Powell dan pejabat Fed yang dovish yang bersekutu dengannya bersikeras bahwa tekanan inflasi ini "hanya sementara" dan akan memudar ketika ekonomi pulih sepenuhnya dari COVID-19.

Data ekonomi lainnya yang dirilis minggu ini termasuk laporan penjualan rumah baru dan rumah lama, pemesanan barang tahan lama, aktivitas sektor manufaktur dan jasa  serta laporan mingguan tentang klaim pengangguran awal, yang mendapat perhatian khusus, mengingat pemulihan yang tidak merata di pasar tenaga kerja.

Kesepakatan Nuklir Iran yang Tertunda Membantu Minyak

Di sisi minyak, harga naik lagi karena jeda dalam pembicaraan kesepakatan nuklir Iran, yang dapat menunda dimulainya kembali ekspor minyak mentah dari produsen OPEC.

Oil Daily
Oil Daily

Minyak mentah West Texas Intermediate, tolok ukur untuk minyak AS, berada di $71,61 pada sore hari di Singapura, naik 32 sen atau 0,5%. WTI naik 1% minggu lalu, setelah menyamai tertinggi Oktober 2018 di $72,99 pada hari Rabu.

Minyak mentah Brent berada di $73,66, naik 15 sen, atau 0,2%. Brent naik 1,1% minggu lalu, setelah menyamai tertinggi April 2019 di $74,96 pada hari Rabu.

Harga minyak telah merosot akhir-akhir ini di tengah permintaan bahan bakar terbesar pada musim panas di Amerika Serikat saat negara itu dibuka kembali sepenuhnya dari lockdown Covid-19.

Terlepas dari optimisme atas permintaan minyak global, permintaan bensin AS telah dipertanyakan sejak liburan Memorial Day 31 Mei yang menandai dimulainya periode mengemudi musim panas di negara konsumen minyak terbesar di dunia ini. Hal itu menunjukkan bahwa masih diperlukan lebih banyak waktu bagi AS agar permintaan bensinnya semakin cepat.

Ada juga kekhawatiran tentang ekonomi di luar Amerika Serikat dan bagaimana hal itu dapat terkait dengan permintaan minyak global.

Di Inggris, sekitar 11.007 infeksi virus corona baru dilaporkan Kamis lalu di tengah penyebaran varian virus Delta yang sangat menular. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengatakan varian itu juga bisa menjadi jenis COVID yang dominan di Amerika Serikat terlepas dari upaya vaksinasi besar-besaran di negara itu terhadap virus.

Sanggahan: Barani Krishnan menggunakan berbagai pandangan dari luar untuk membawa keragaman dalam analisisnya tentang berbagai pasar. Untuk netralitas, ia terkadang menyajikan pandangan dan variabel pasar yang berbeda. Dia tidak memegang posisi pada komoditas dan sekuritas yang dia tulis.


Commodities Week Ahead: Pekan Yang Berat Bagi Fed Dalam Menetapkan Agenda Untuk Emas; Minyak Naik Di Iran
 

Artikel Terkait

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 5 Agustus 2021 Oleh  - 05/08/2021

WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang menarik. Simak WTI OIL dalam Weekly...

Commodities Week Ahead: Pekan Yang Berat Bagi Fed Dalam Menetapkan Agenda Untuk Emas; Minyak Naik Di Iran

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email