Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Commodities Week Ahead: Minyak Fokus Pada Permintaan Musim Panas, Emas Tumbuh Mengarah ke $1.900

Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)Komoditas02/06/2021 11:17
id.investing.com/analysis/commodities-week-ahead-minyak-fokus-pada-permintaan-musim-panas-emas-tumbuh-mengarah-ke-1900-200230268
Commodities Week Ahead: Minyak Fokus Pada Permintaan Musim Panas, Emas Tumbuh Mengarah ke $1.900
Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)   |  02/06/2021 11:17
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Antisipasi permintaan musim panas, bersama dengan manuver OPEC, akan menjaga harga minyak pada titik panas minggu ini, sementara emas mencoba menembus lebih dari $1.900 di tengah kekhawatiran inflasi saat perdagangan bulan Juni dimulai.

Crude Oil Daily
Crude Oil Daily

Permintaan bensin AS melonjak 9,6% di atas rata-rata selama empat minggu, menunjukkan permintaan akhir pekan tertinggi sejak musim panas 2019, Gas Buddy, sebuah aplikasi yang dijalankan oleh grup media Oil Price Information Service (Layanan Informasi Harga Minyak) mengatakan. Data tersebut muncul menjelang liburan Memorial Day Senin lalu yang menandai dimulainya periode mengemudi musim panas di Amerika Serikat.

Prospek ekonomi global juga membaik karena peluncuran vaksin memungkinkan bisnis untuk melanjutkan kegiatan dan ketika Amerika Serikat memompa triliunan dolar ke ekonomi terbesar dunia, Organisation for Economic Cooperation and Development (Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan) mengatakan, semua kemajuan ini telah mendorong perkiraan ke lebih tinggi.

Ekonomi global akan tumbuh 5,8% tahun ini dan 4,4% tahun depan, OECD, sebuah klub untuk negara-negara terkaya di dunia, mengatakan, meningkatkan perkiraannya masing-masing yaitu di 5,6% dan 4,0% dalam perkiraan terakhir yang dirilis pada bulan Maret.

Pada hari Selasa, 13 anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak, yang dikenal dengan singkatan OPEC, dan 10 non-anggota sekutu mereka, yang bersama-sama membentuk aliansi OPEC+, akan mengadakan pembicaraan tentang kalibrasi permintaan - penawaran bulanan. Biasanya, anggota dan sekutu akan melakukan apa pun untuk menjaga agar harga dan permintaan minyak tetap meningkat melalui pernyataan misi dan target mereka.

OPEC+ memutuskan pada bulan April untuk meningkatkan produksi sebesar 2,1 juta barel per hari dari Mei hingga Juli untuk mengantisipasi kenaikan permintaan bahan bakar global meskipun COVID berkecamuk di India yang merupakan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia.

"Kami yakin pasar akan mampu menyerap pasokan tambahan ini, dan mengharapkan OPEC+ mengkonfirmasi bahwa mereka akan meningkatkan produksi selama dua bulan kedepan seperti yang telah direncanakan," kata analis di ING Economics.

Minyak mentah West Texas Intermediate yang merupakan tolok ukur untuk minyak AS, naik hampir 2% di perdagangan Asia Selasa lalu, mencapai level tertinggi 12 minggu di $67,70 per barel pada puncak sesi. Pekan lalu, WTI naik 4%.

Minyak Mentah Brent, yang bertindak sebagai tolok ukur global untuk minyak, juga mencapai tertinggi 12 minggu, di $70,28 per barel. Brent naik hampir 5% minggu lalu.

Minyak telah menguat sejak pekan lalu karena harga bensin rata-rata mencapai tertinggi tujuh tahun lebih dari $3 per galon, atau 60% di atas level tahun lalu, menjelang liburan Memorial Day 31 Mei.

Memorial Day secara tidak resmi menandai dimulainya puncak musim mengemudi musim panas AS dan American Automobile Association memperkirakan sebanyak 37 juta traveler untuk tahun ini, naik 60% dibanding tahun lalu sebanyak 23 juta karena tekanan pandemi.

Perkiraan atas konsumsi bahan bakar pada Memorial Day membantu harga minyak mengimbangi kekhawatiran yang masih terus berlangsung tentang kemungkinan kelebihan pasokan dari Iran yang memasuki pasar dalam beberapa bulan mendatang, jika Teheran berhasil mencapai kesepakatan nuklir baru dengan negara-negara terkuat di dunia maka sanksi AS atas ekspor minyak mentahnya akan dicabut

WTI dan Brent juga didukung oleh data pemerintah AS yang menunjukkan penarikan minyak mentah yang lebih kuat dari perkiraan, juga bensin dan cadangan sulingan pekan lalu.

Secara terpisah, produksi minyak mentah di Amerika Serikat melonjak 14,3% pada bulan Maret, Energy Information Administration melaporkan pada hari Jumat, karena jumlah rig minyak yang beroperasi naik untuk dalam 10 bulan berturut-turut minggu lalu.

Komoditas berdenominasi dolar seperti minyak dan emas juga mendapat awal yang kuat untuk minggu ini karena mata uang AS terus melemah nilainya. Indeks Dolar, yang menempatkan greenback terhadap euro dan lima mata uang utama lainnya, telah turun sekitar 4% sejak akhir Maret.

Emas mencari pegangan yang lebih kuat ke wilayah $1.900 karena mencapai tertinggi lima bulan pada emas berjangka dan emas spot.

Pekan lalu, longs logam kuning mengakhiri bulan terbaiknya dalam sepuluh bulan karena Mei memberikan pengembalian positif 8,0%—tertinggi sejak kenaikan 10% pada Juli.

Sebagian besar aksi Mei dalam emas didasarkan pada data inflasi, yang sebagian telah memanaskan reli di logam.

Data inflasi selama beberapa bulan terakhir telah mengguncang para ekonom yang khawatir bahwa tahun 2021 akan mengalami lonjakan harga terbesar dalam 35 tahun sebagai akibat dari hampir semua hal, dari rumah ke kayu yang digunakan untuk membangunnya, semua melonjak.

Menteri Keuangan Janet Yellen mengatakan pekan lalu lonjakan inflasi AS dari tahun lalu kemungkinan merupakan fenomena sementara yang disebabkan oleh kekurangan bahan karena ekonomi yang pulih dari COVID-19, dan angka tahunan yang tinggi dapat bertahan setiap bulan hingga akhir tahun.

Semua hal dianggap sama, inflasi yang lebih tinggi baik untuk emas, yang dipandang sebagai simpanan terbaik pada saat masalah keuangan dan politik.

Namun dalam beberapa bulan terakhir, saingan emas yaitu dolar dan imbal hasil obligasi AS, malah menguat karena ada tanda-tanda inflasi yang meningkat, karena investor memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diantisipasi, sesuatu yang benar-benar berlawanan dengan kebijakan bank sentral. Spekulasi semacam itu memicu aksi jual emas yang membuatnya anjlok selama hampir 11 bulan di bawah $1.674, sebelum turunnya imbal hasil dan dolar membantu logam kuning kembali ke $1.900.

The Fed mengakui tekanan harga timbul karena kemacetan pada rantai pasokan AS. Bank sentral telah menargetkan inflasi tahunan sebesar 2% selama dekade terakhir. Tapi pencapain tujuan baru pada level “hampir tercapai”, menimbulkan kritik yang menghubungkan ketidaksesuaian dengan bank sentral mengikuti indeks Personal Consumption Expenditure, atau PCE, indikator pengeluaran untuk makanan dan energi, komponen inflasi yang paling mudah berubah.

Di sisi lain, Consumer Price Index (Indeks Harga Konsumen), atau CPI, yang mencakup sektor makanan dan energi, mencatat pertumbuhan 4,2% pada bulan April yang merupakan kenaikan terbesar dalam hampir 13 tahun di tengah melonjaknya biaya, dimana sekarang ekonomi pulih dengan cepat dari tekanan pandemi corona.

Kenaikan emas di atas $1.900 juga akan dipengaruhi oleh laporan pekerjaan AS untuk bulan Mei, yang dijadwalkan akan dirilis pada hari Jumat.

Gold Daily
Gold Daily

Ekonom umumnya mengharapkan pertumbuhan pekerjaan AS yang kuat di bulan-bulan mendatang, karena keadaan telah kembali normal dengan cepat.

Selain data pekerjaan, data manufaktur ISM yang dijadwalkan rilis pada hari Selasa, diikuti oleh data layanan ISMpada hari Kamis juga bisa menjadi sangat penting untuk emas.

Selain itu, data ADP nonfarm payrolls akan dirilis pada hari Kamis, satu hari lebih lambat dari biasanya karena hari libur Senin lalu, bersama dengan angka mingguan klaim pengangguran AS.

Di pihak Fed, beberapa pejabat bank sentral dijadwalkan untuk berbicara minggu ini, termasuk Ketua Jerome Powell yang akan bergabung dengan diskusi panel tentang perubahan iklim pada hari Jumat dengan kepala Dana Moneter Internasional Kristalina Georgieva dan Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde.

Pembicara Fed lainnya selama minggu ini termasuk Wakil Ketua Fed Randal Quarles, Gubernur Fed Lael Brainard, Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, Presiden Fed Chicago Charles Evans dan Presiden Fed Dallas Robert Kaplan.

Penafian: Barani Krishnan menggunakan berbagai pandangan dari luar untuk membawa keragaman dalam analisisnya tentang berbagai pasar. Untuk netralitas, ia terkadang menyajikan pandangan dan variabel pasar yang berbeda. Dia tidak memegang posisi pada komoditas dan sekuritas yang dia tulis.

 

Commodities Week Ahead: Minyak Fokus Pada Permintaan Musim Panas, Emas Tumbuh Mengarah ke $1.900
 

Artikel Terkait

Commodities Week Ahead: Minyak Fokus Pada Permintaan Musim Panas, Emas Tumbuh Mengarah ke $1.900

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email