x
Breaking News
0

Cara Mendeteksi Pergerakan Big Player BUMI!!

Oleh Argha J Karo KaroPasar Saham11/08/2017 10:17
id.investing.com/analysis/cara-mendeteksi-pergerakan-big-player-bumi-200196445
Cara Mendeteksi Pergerakan Big Player BUMI!!
Oleh Argha J Karo Karo   |  11/08/2017 10:17
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

creative-trader
creative-trader

Bagi para investor atau trader saham di Indonesia, saham BUMI dianggap sebagai saham yang paling kontroversial, pergerakan sahamnya dalam setahun terakhir membuat puluhan ribu investor mengalami kerugian bahkan kebangkrutan dari saham ini.

Dari survey yang pernah kami lakukan di kalangan investor ritel, kami mendapati hanya 1 dari 10 investor ritel yang berhasil memperoleh keuntungan dari saham BUMI dalam 1 tahun terakhir ini. Menariknya dari 9 investor yang mengalami kerugian di saham ini mayoritas memiliki pengalaman yang kurang sama, awalnya ketika saham BUMI mulai bangkit mereka masuk dalam jumlah yang kecil untuk coba-coba karena masih takut pada track record mengerikan saham ini, di awal-awal periode tersebut mereka umumnya berhasil memperoleh keuntungan, karena memang pada periode tersebut harga saham BUMI sedang naik signifikan.

Keuntungan tersebut membuat para investor mulai percaya bahwa saham ini sudah pulih dari masa krisisnya, pada saat itu berbagai forum-forum saham sibuk membahas pergerakan saham BUMI, bermunculan pakar-pakar saham musiman yang merekomendasikan saham ini dan memberikan target harga yang semakin hari semakin tinggi.

Kondisi ini membuat investor tersebut semakin percaya diri untuk membeli saham ini di harga atas dengan jumlah lot yang juga semakin besar, dan justru di situlah BANDAR BUMI merebut kembali keuntungan yang sebelumnya sempat diperoleh investor tersebut, bukan hanya keuntungan kita yang direbut kembali oleh bandar, modal kita pun ikut tergerus oleh pergerakan tersebut.

Pada bulan Februari lalu kami sempat menjelaskan secara rinci bagaimana strategi yang dilakukan oleh Bandar BUMI (Bakrie) dalam menjebak investor ritel dalam artikel Bukti Kehebatan Bandar Bakrie Menjebak Ritel dalam artikel tersebut kami menjelaskan bagaimana BANDAR BAKRIE mengontrol dan mempermainkan emosi dan pemikiran ritel, bukan hanya investor ritel tapi para analis baik Technical maupun Fundamental menggunakan perpaduan antara berita-berita positif, coorporate action, dan juga pergerakan harga, dan aksi para agent promosi Bandar yang tersebar di berbagai komunitas dan forum saham.

SAHAM BUMI ADALAH SAHAM YANG TIDAK BISA DIANALISA

Pergerakan harga BUMI yang biasa dan berhasil merugikan puluhan ribu investor dan menjebak ratusan analis membuat banyak orang menganggap saham Bakrie Group adalah saham yang tidak bisa dianalisa, baik menggunakan Analisa Technical maupun Analisa Fundamental. Banyak investor percaya kalau pergerakan BUMI sudah sepenuhnya dikendalikan oleh Bandar di mana harga bisa terbang tinggi atau terjun bebas kapan saja tidak peduli berita yang keluar bagi atau buruk, semuanya hanya bergantung pada keinginan BANDAR.

Sebagai spesialis analisa Bandarmologi selalu merasa sangat tertantang ketika menemukan saham seperti BUMI, karena jika penyebab saham ini tidak bisa dianalisa secara TA dan FA karena besarnya pengaruh bandar, maka analisa Bandarmologi seharusnya akan sangat berguna untuk menganalisa pergerakan harga saham ini.

BUMI
BUMI

ANALISA BANDARMOLOGI SAHAM BUMI

Seperti kita ketahui analisa Bandarmologi adalah analisa yang fokus menganalisa transaksi yang terjadi di balik pergerakan harga, transaksi adalah ‘jembatan’ penghubung antara Fundamental dan Technical.

Sebagai contoh satu emiten sedang dalam proses untuk diakuisisi oleh perusahaan yang lebih besar, secara fundamental berita ini adalah berita yang baik dan berpotensi untuk meningkatkan nilai sahamnya, dan karena proses akuisisi umumnya membutuhkan waktu yang cukup panjang, maka cepat atau lambat pasti berita proses akuisisi ini akan ‘bocor’ ke pihak-pihak tertentu, umumnya ke pihak yang punya hubungan ‘dekat’ dengan perusahaan.

Karena adanya ‘kebocoran’ informasi ini tersebut, maka pihak-pihak yang sudah mengetahui lebih dulu informasi tersebut akan berusaha melakukan pembelian (akumulasi) lebih dulu, dan ketika proses akumulasi dilaksanakan harus ada pihak yang mau melakukan penjualan. Artinya informasi proses akuisisi tersebut tidak boleh bocor ke publik dulu, supaya ‘publik’ mau menjual sahamnya ke BANDAR.

“Publik” umumnya baru akan diberitahu ketika Bandar sudah merasa cukup banyak melakukan akumulasi, dan mereka ingin mulai melakukan profit taking, artinya mereka harus membuat publik mau membeli kembali saham ini di harga yang lebih mahal, untuk melakukan itu berita akuisisi akan disebar, supaya ketika BANDAR jualan, ada banyak ritel yang mau beli.

Untuk memprediksi akumulasi atau distribusi tersebut kita memerlukan Analisa Bandarmologi, analisa yang fokus mempelajari siapa yang sedang membeli dan siapa yang sedang menjual. Caranya dengan mempelajari broker-broker yang sedang melakukan pembelian dan penjualan dibalik setiap pergerakan harga.

Kembali ke kasus BUMI, untuk membaca pergerakan BANDAR BUMI kami menggunakan metode yang kami beri nama BROKER CATEGORY, sebuah metode yang kami ciptakan untuk menganalisa pergerakan broker-broker yang biasa digunakan oleh BANDAR di suatu saham.

Broker di Indonesia secara umum dibagi menjadi 2 kategori Asing dan Lokal, broker lokal sendiri terbagi menjadi 4 kategori tergantung target marketnya masing-masing.

  • Broker Ritel : Broker yang mengejar nasabah Ritel yang umumnya kita gunakan seperti PD (Indo Premier), NI (BNI Sekuritas), OD (Danareksa), dll
  • Big Broker Lokal : Broker yang lebih fokus ke nasabah besar dan institusi seperti DX (Bahana), KI (Ciptadana), FZ (Waterfront), MU (Minna Padi), dll. Broker-broker ini umumnya sudah memiliki nama besar, memiliki Asset Managment sendiri, dan memiliki cabang dikota-kota besar di Indonesia.
  • Mixed Broker : Broker yang berfokus jenis investor ri atas baik Ritel dan Institusi, seperti CC (Mandiri), EP (MNC), CP (Valbury) dll
  • Broker Non Ritel, ada banyak broker yang tidak masuk dalam ketiga kategori di atas, broker-broker ini umumnya memiliki nama yang asing bagi kita, kita tidak pernah mengetahui dimana kantor cabangnya, bahkan kantor pusatnya sekalipun sulit untuk diketahui, sehingga yang bisa membuat akun di sekuritas seperti ini pasti hanya orang-orang tertentu sajai. Namun meskipun tidak jelas nasabahya siapa, broker-broker seperti ini sering kali secara tiba-tiba melakukan pembelian dan penjualan dalam jumlah besar terutama di saham-saham second liner dan gorengan.

Karena BANDAR selalu menggunakan beberapa broker sekaligus jadi kita harus mencari broker kategori mana yang biasa digunakan oleh Bandar di saham yang kita sedang amati, caranya dengan fokus melihat broker-broker mana saja yang mendominasi pergerakan harga (makan di bid atau buang di offer) pada saat terjadi pergerakan harga yang signifikan.

Jika kita mempelajari broker-broker apa saja yang mendominasi pergerakan harga BUMI setahun terakhir maka kita mendapati kalau broker kategori BIG BROKER LOKAL lah yang paling digunakan oleh Bandar yang menggerakan saham ini, artinya naik turunnya harga akan dipengaruhi oleh naik turunnya kepemilikan broker-broker dalam kategori ini.

Dalam 3 tahun terakhir kami melakukan riset yang mendalam untuk mengkategorikan setiap broker yang ada di Indonesia, untuk dapat memprediksi pergerakan bandar melalui transaksi broker-broker tersebut.

Salah satu hasil dari metode ini adalah grafik kepemilikan broker-broker ritel yang selama ini sering kami tunjukan yang umumnya bergerak bertolak belakang dengan pergerakan harga. Namun kali ini kami akan mengajak anda untuk melihat langsung pergerakan BANDAR, hal ini diperlukan karena kami melihat di saham ini ‘korbannya’ bukan hanya broker-broker ritel saja, broker-broker asing sekalipun ikut menjadi ‘korban’ di saham yang fenomenal ini.

GRAFIK PERGERAKAN BIG BROKER LOKAL DI SAHAM BUMI

Grafik Saham BUMI
Grafik Saham BUMI

Dalam grafik di atas kita bisa melihat bagaimana pengaruh pergerakan broker-broker dalam ketegori ini dalam pergerakan harga BUMI setahun terakhir, untuk lebih jelas kami akan membagi pergerakan bandar menjadi 6 fase.

Fase 1 BUMI
Fase 1 BUMI

FASE 1 : KEBANGKITAN SAHAM BUMI

Pergerakan Broker-Broker Raksasa Lokal ini sudah dimulai sejak bulan Juni 2016 lalu terlihat dari kepemilikan broker-broker tersebut meningkat sangat signifikan ketika saham BUMI bangkit dari 50 ke 90, lalu turun lagi ke level 60an.

Setelah itu saham BUMI di suspend, dalam sejauh ini kita melihat BANDAR seperti terjebak di saham ini, karena bukan hanya mereka membeli ketika harganya naik, dan tidak menjual ketika harga saham ini turun, setelah itu BUMI di suspend selama 4 bulan.

Setelah suspend BUMI dibuka, BANDAR terlihat langsung melanjutkan proses akumulasi merekan, dan aksi beli besar-besaran ini membuat BUMI naik ke level 200an.

Menurut perhitungan sistem Bandarmologi Pro kami, estimasi average harga akumulasi bandar dalam periode Juni-Oktober ini ada di kisaran harga 100.

Fase 2 BUMI
Fase 2 BUMI

FASE 2 : PROFIT TAKING BANDAR

Jika kita masih ingat setelah harga BUMI naik dari 60 ke 200, popularitas saham ini langsung meningkat drastis, saham ini selalu menjadi trending topic di berbagai forum saham, hal ini menunjukan niat beli investor ritel sudah meningkat di saham ini,

Kondisi tersebut digunakan untuk bandar melakukan aksi profit taking pasca akumulasi di fase sebelumnya. dalam periode ini bandar tidak menjual semua barang yang dibelinya pada fase pertama, yang dijual hanya 2/3 dari barang yang dibeli pada periode sebelumnya.

Aksi jual ini selain berguna untuk profit taking, tapi juga berguna untuk kembali mengumpulkan Cash yang sebelumnya sudah tertanam di BUMI, yang nantinya dapat digunakan untuk mengerek harga saham BUMI di kemudian hari.

Average penjualan bandar dalam periode ini cukup tinggi yaitu di kisaran 287/lembar saham yang dijual, atau naik hampir 187% dibandingkan dengan level pembelian mereka pada periode sebelumnya.

Fase 3 BUMI
Fase 3 BUMI

FASE 3 : MASA EUPHORIA BUMI

Setelah kembali memiliki dana segar pasca penjualan di fase kedua, BANDAR kembali mengerek harga saham BUMI dari 270an sampai ke 500an.

Kenaikan ini membuat saham BUMI masuk dalam fase Euphoria, pada saat itu para investor ritel sudah sangat percaya kalau BUMI akan bergerak ke 900an, jadi berapa pun harga BUMI, selama belum 900 artinya saham ini masih layak untuk dibeli.

Untuk mengerek saham ke atas 500 BANDAR melakukan akumulasi di level harga 368, namun jika kita melihat pergerakan badnar keseluruhan di atas, kita mendepati bahwa meskipun harga BUMI naik secara luar biasa, total saham yang diakumulasi bandar sampai fase ini kurang lebih sama dengan akhir fase 1.

Fase 4 & 5
Fase 4 & 5

FASE 4 & 5 : PROFIT TAKING DAN BUYBACK

Sejak pertengahan Januari sampai pertengahan bulan APRIL 2017 saham BUMI bergerak sangat volatile, dimulai dengan kejatuhan saham yang signifikan di bulan Februari, lalu disertai dengan aksi buybak dimana BANDAR kembali mengakumulasi saham BUMI dalam jumlah yang kurang lebih sama dengan jumlah barang yang mereka jual dalam Fase 4.

Bedanya dalam fase distribusi average harga jual bandar ada di kisaran 413, sementara ketika mereka melakukan buyback average pembelian mereka ada di kisaran 361.

Hal ini menjadi bukti lainnya betapa hebatnya bandar saham yang satu ini, dimana mereka bisa menaik turunkan harga dengan jumlah akumulasi dan distribusi yang besar, namun selalu berhasil menjual di atas harga belinya.

Fase 6 BUMI
Fase 6 BUMI

FASE 6 : AKSI PROFIT TAKING SAAT INI

Sejak pertengahan bulan April sampai perdagangan kemarin, terlihat kurva kepemilikan broker-broker dalam kategori Big Broker Lokal ini terus bergerak turun, hal itulah yang menyebabkan harga saham BUMI terus menembus level terendahnya dalam periode ini.

Sejauh ini average penjualan bandar dalam periode ini ada di kisaran 373/lembar. Tidak terlalu jauh jika dibandingkan dengan fase akumulasi sebelumnya (361), namun jika melihat banyaknya jumlah saham yang sudah dijual, terlihat betapa besarnya keuntungan yang diperoleh oleh BANDAR BUMI saat ini.

Saat ini kurva kepemilikan Big Broker Lokal di saham ini sudah lebih rendah dari level ketika harga saham ini sedang suspend, itu artinya semua saham yang dibeli BANDAR setelah dibukanya suspend saham saat ini sudah berhasil dijual kembali. Bedanya dalam fase akumulasi BANDAR memulai pembeliannya di harga 60 sampai ke 500an.Sementara aksi distribusi dimual di harga 500an dan saat ini harga BUMI masih ada di kisaran 282 (bukan kembali ke 60)

Dalam periode ini kita juga melihat bahwa harga saham BUMI berulang kali mengalami kenaikan signifikan dalam jangka pendek, dan semua kenaikan tersebut dimotori aksi beli broker-broker dalam kategori ini. Dalam Teori Bandarmologi kenaikan-kenaikan harga jangka pendek tersebut sangat wajar terjadi di saham yang sedang didistribusi seperti BUMI, dimana kenaikan tersebut berguna untuk menjaga minat beli investor ritel, dan membangkitkan harapan para investor ritel yang sedang nyangkut supaya tidak melakukan cutloss.

PREDIKSI PERGERAKAN BANDAR BUMI KEDEPAN

Dari analisa di atas kita mendapati bahwa saat ini BANDAR sedang memetik hasil dari kerja keras mereka di saham, saham-saham mereka beli di bawah harga 100 sekarang bisa dijual di level harga 280an, melihat masih besarnya selisih antara harga saat ini dengan harga average akumulasi bandar sebelumnya, maka aksi profit taking bandar masih bisa terus berlangsung.

Namun terlepas dari itu kita juga belajar bahwa dalam fase distribusi sekalipun bandar akan berulang kali mengerek harga saham ini dalam jangka pendek untuk menjaga minat beli investor ritel, supaya mereka bisa terus jualan. Jadi hal tersebut bisa digunakan untuk rekan-rekan yang nyangkut untuk exit di saham ini, apalagi jika melihat penurunan harga beberapa hari terakhir yang sudah membuat banyak ritel putus asa, dan kehilangan minat belinya di saham ini, maka kemungkinan BANDAR akan melakukan MARK UP di saham ini dalam waktu dekat cukup besar, apalagi jika kita fokus pada grafik fase terakhir dimana kita bisa melihat dalam 4 hari terakhir meskipun harga BUMI sudah turun dari level 330 ke 282 namun tidak terlihat ada penurunan signifikan dari kepemilikan Big Broker Lokal, artinya meskipun harga turun dalam BANDAR tidak jualan dalam jumlah besar, hal ini cukup berbeda dengan penurunan -penurunan yang terjadi setahun terakhir.

Selain itu kita juga bisa fokus menganalisa pergerakan broker-broker raksasa dari dalam negeri, karena pergerakan 1 tahun terakhir menunjukan bahwa pergerakan harga sangat terpengaruh oleh aksi jual beli yang dilakukan oleh broker-broker dalam ketegori tersebut.

Masih terbuka kesempatan untuk anda berpartisipasi dalam Workshop Bandarmologi yang akan diadakan di Surabaya akhir pekan ini, dan Jakarta dua minggu yang akan datang. Info lengkapnya tercantum di website kami.

Cara Mendeteksi Pergerakan Big Player BUMI!!
 

Artikel Terkait

Cara Mendeteksi Pergerakan Big Player BUMI!!

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Tulis pendapat Anda di sini
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
Kirim
Kirim juga ke :
1000
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar
Rasyid Plb
Rasyid Plb 12/08/2017 15:28 GMT
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
Mantap..
Balas
0 1
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
Kirim 1000
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
 
 
 
Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email