Breaking News
0

Bursa Sore: Net Buy Asing Ikut Kerek Penguatan IHSG

Oleh Ipotnews IndonesiaPasar Saham14/09/2018 17:24
id.investing.com/analysis/bursa-sore-net-buy-asing-ikut-kerek-penguatan-ihsg-200205841
Bursa Sore: Net Buy Asing Ikut Kerek Penguatan IHSG
Oleh Ipotnews Indonesia   |  14/09/2018 17:24
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju ke zona hijau pada akhir perdagangan hari Jumat (14/9). IHSG berakhir di posisi 5.931 setelah menguat +1,25 persen (+73 poin).

Indeks LQ45 +1,56% ke leavel 936 poin. IDX30 +1,55% ke level 512 poin. Indeks JII +1,96% ke level 652. Indeks Kompas100 +1,45% ke level 1.206.

Indeks Sri Kehati +1,73% ke posisi 351. Indeks Sinfra 18 +1,43% ke level 308.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah KPIG, ABBA, TLKM, BCAP, PNLF, FINN dan BBRI.

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya BRPT, ITMG, TLKM, LPKR, KLBF, SCMA dan AKRA.

Saham-saham top loser: BBCA, ELSA, SRIL, ANTM, JSMR, BSDE dan INCO.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp5,70 triliun dengan volume trading sebanyak 76,68 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp270,73 miliar.

Sektor infrastruktur dan aneka industri menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +2,19 persen dan +2,07 persen. Aksi beli pemodal asing ikut dorong laju IHSG setelah sejak awal pekan net sell secara beruntun.

Nilai tukar rupiah -0,53 persen ke level Rp14.821 (pukul 04:00 pm)

Bursa Asia

Market saham Asia menguat pada perdagangan hari Jumat (14/9) seiring putaran baru perundingan perang dagang USA dan China di tengah eskalasi penerapan tarif impor selain penentukan kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral Turki juga menopang animo pemodal global.

Indeks MSCI Asia Pasifik naik 1,2 persen, menempati jalur kinerja terbaiknya jika dihitung dalam 2 pekan terakhir. Sementara itu di bursa Australia, Indeks ASX 200 menguat 0,7 persen. Penguatan juga terjadi di pasar saham Jepang. dan Hong Kong. Indeks saham-saham blue chips di bursa China, CSI300 naik 0,2 persen.

Bursa saham global dilambungkan oleh kabar kemungkinan putaran baru negosiasi perang dagang antara USA dan China sekalipun perang dagang tersebut membentuk eskalasi.

"Apa yang dikehendaki market adalah tingkat kepastian," ujar Jim McCafferty, Head of Equity Research Asia (tidak termasuk Jepang) pada lembaga Nomura. Menurut Jim setiap individu tahu bahwa kesepakatan dagang mungkin tidak menjadi seoptimistik yang itu mungkin ada pada bulan Juni atau Juli.

Hal ini akan negatif bagi banyak perusahaan China tetapi fakta bahwa tidak terdapat kepastian di sana adalah satu alasan yang mana investor tetap pada posisi sidelines.

"Kabar yang berkembang pada hari Rabu bahwa USA secara resmi mengundang China untuk memulai negosiasi perang dagang menunjukkan bahwa pengumuman tarif impor terhadap barang China senilai USD200 miliar mungkin ditunda. Tetapi Kami berpendapat kesempatan negosiasi baru tersebut akan meredakan tensi perang dagang adalah kecil," kata Tim Analis Capital Economics dalam risetnya.

Kalangan analis telah mencatat bahwa Menteri Keuangan USA Steven Mcnuchin telah merundingkan kesepakatan dengan China pada Mei lalu yang dimentahkan oleh Trump beberapa hari kemudian. Akibatnya dia (Mnuchin) mempunyai sedikit masalah kredibilitas di mata para pembuat kebijakan di China.

Ketidakpastian tensi perang dagang telah disoroti oleh bank sentral Eropa yang pada hari Kamis kemarin memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan sebagaimana sudah diperkirakan.

Yield surat utang pemerintah USA tenor 10 tahun mendekati level 3 persen naik ke posisi 2,9701 persen dibanding posisi pada hari Kamis di level 2,964.

Sedangkan yang bertenor 2 tahun menyentuh posisi 2,7611 dibandingkan sesi sebelumnya di level 2,756 persen.

Di pasar valas, nilai tukar euro naik 0,04 persen ke level $1,1693 terhadap dolar atau menguat dibanding sesi sebelumnya seiring komentar Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi yang fokus pada kesehatan fundamental ekonomi domestik di antaranya menaikkan pertumbuhan lapangan kerja dan tingkat upah.

Poundsterling menguat 0,04 persen $1,3110. Pada hari Kamis kemarin, Bank of England mempertahankan suku bunga acuan serta menyoroti market finansial yang mencemaskan isu Brexit. Dolar AS melemah 0,07 persen terhadap yen ke posisi 111,84.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +1,20% ke posisi 23.094.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +1,01% ke level 27.286.

Indeks Shanghai (China) -0,18% ke posisi 2.681.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,95% ke level 3.161.

Bursa Eropa

Market saham Eropa bergerak menguat di menit-menit awal perdagangan hari Jumat (14/9) pagi waktu setempat. Hal tersebut terjadi setelah secara tak terduga kenaikan suku bunga acuan secara signifikan pada krisis yang menekan Turki telah menopang Lira dan animo investor global.

Indeks FTSE (Inggris) +0.43% 7.312.

Indeks DAX (Jerman) +0.54% 12.120.

Indeks CAC (Perancis) +0.53% 5.356.

Oil

Harga minyak rebound pada perdagangan hari Jumat (14/9) sore. Laju harga minyak seiring kekhawatiran tentang suplai minyak menahan kekhawatiran bahwa krisis di emerging market serta sengketa dagang dapat melemahkan demand.

Minyak Brent naik 3 sen ke harga USD78,21 per barel (pukul 13:34 WIB). Harga minyak WTI menguat 18 sen ke harga USD68,76 per barel.

(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin

Tags : abba akra antm bbca bbri bcap brent brpt bsde bursa sore elsa finn ihsg inco ipotnews itmg jsmr klbf kpig lpkr pnlfscma sril tlkm wti

Bursa Sore: Net Buy Asing Ikut Kerek Penguatan IHSG
 

Artikel Terkait

Bursa Sore: Net Buy Asing Ikut Kerek Penguatan IHSG

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email