Breaking News
0

Bursa Siang: IHSG Tertekan Seiring Sentimen Brexit Dan Perang Dagang

Oleh Ipotnews IndonesiaPasar Saham11/12/2018 14:36
id.investing.com/analysis/bursa-siang-ihsg-tertekan-seiring-sentimen-brexit-dan-perang-dagang-200209243
Bursa Siang: IHSG Tertekan Seiring Sentimen Brexit Dan Perang Dagang
Oleh Ipotnews Indonesia   |  11/12/2018 14:36
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terbenam di zona merah pada akhir sesi pagi perdagangan hari Selasa (11/12). IHSG melemah -0,53 persen (-32 poin) ke level 6.079.

Indeks LQ45 -0,57% ke level 969 poin. IDX30 -0,58% ke level 534 poin. Indeks JII -0,84% ke level 668. Indeks Kompas100 -0,62% ke level 1.238. Indeks Sri Kehati -0,40% ke posisi 374. Indeks Sinfra18 -1,43% ke level 311.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: (JK:RIMO), NUSA, (JK:KPAS), BHIT, (JK:WSKT), PTBA (JK:PTBA) dan (JK:TLKM)

Saham-saham top gainer LQ45: (JK:AKRA), (JK:BRPT), PTBA, ITMG (JK:ITMG), LPPF (JK:LPPF), (JK:TPIA) dan (JK:MNCN)

Saham-saham top loser LQ45:(JK:UNVR), ICBP (JK:ICBP), (JK:BBRI), BBNI (JK:BBNI), (JK:ADRO), (JK:INDF) (JK:SCMA)

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,65 triliun dengan volume trading sebanyak 54,92 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp246,77 miliar.

Sektor industri dasar dan propeti menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -1,63 persen dan -1,4 persen.

Nilai tukar rupiah -0,58 persen ke level Rp14.639 (pukul 11:49 am)

Bursa Asia

Market saham Asia mixed pada perdagangan sesi pagi hari Selasa (11/12). Pergerakan pasar saham regional hari ini merespon gejolak yang terjadi pada perdagangan saham di bursa saham Wall Street Amerika Serikat. Indeks Dow Jones di bursa tersebut turun 507 poin.

Pelaku pasar juga merespon perkembangan perang dagang USA dan China. Wakil PM China Liu He menggelar pembicaraan dengan Menkeu USA Steven Mnuchim pada Selasa ini .Pertemuan tersebut digelar guna bertukar pandangan mendorong isu yang akan dinegosiasikan ke depan, demikian menurut pernyataan kementerian perdagangan China.

Para analis menyatakan pasar masih berhati-hati mengingat ketidakpastian daya tahan kesepakatan perang dagang USA dan China.

Tolok ukur pasar saham China kompak bergerak di kisaran area hijau. Indeks Shanghai menghijau dan Indeks Shenzhen naik 0,603 persen. Di bursa Hong Kong, Indeks Hang Seng bergerak flat.

Sementara di bursa Jepang, Indeks Nikkei 225 melemah dan Indeks Topix drop 0,88 persen. Emiten konglomerat papan atas di bursa Jepang, Softbank melesat harga sahamnya naik 2,5 persen. Hal ini seiring IPO divisi anak usaha mobile dengan harga 1.500 yen atau USD13,25 per saham. Sofbank memperkirakan akan meraih dana hingga USD23,4 miliar atau 2,65 triliun yen.

Di bursa Korsel, Indeks Kospi menguat 0,05 persen. Saham unggulan di pasar saham Korsel, LG Electronics naik 2 persen.

Indeks ASX 200 (Australia) melaju +0,35 persen dibarengi hampir semua indeks sektoral yang bergerak naik.

Penguatan Indeks ASX 200 seiring laju positif saham-saham perbankan. Saham Australia and New Zealand Banking Group naik 0,32 persen.

Commonwealth Bank of Australia naik 0,42 persen. Westpac naik 0,40 persen dan National Australia Bank naik 0,28 persen.

PM Inggris Theresa May menunda Voting Brexit yang sedianya pada hari Selasa ini oleh parlemen Inggris. Voting ini akan memungkinkan parlemen menolak atau menerima persyaratan Brexit yang sebelumnya telah disepakati UE dan pemerintah Inggris. Akibat keputusan ini mata uang poundsterling turun ke level terendah dalam 21 bulan terakhir ke level $1,266.

Indeks dolar AS ke level 97,129 setelah menyentuh penguatan dari level 96,4 pada trading kemarin. Kurs yen di level 113,12 terhadap dolar AS atau melemah dibanding sesi kemarin di level 112,2. Dolar Australia di posisi $0,7203 setelah tampak menguat di sesi awal di level $0,7182.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,27% ke level 21.162 (11.47 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,11% ke posisi 25.723. (closing)

Indeks Shanghai (China) +0,28% ke posisi 2.591. (closing)

Indeks Straits Times (Singapura) -0,42% ke level 3.059. (11.48 am).

Oil

Harga minyak menguat pada perdagangan hari Selasa (11/12) pagi di pasar Asia. Pelemahan harga ini terjadi setelah Libya menyatakan pos mayor ekspor dari ladang minyak El Sharara Oilfield yang telah diduduki oleh kelompok militan lokal pada akhir pekan lalu.

Minyak Brent naik 33 sen ke harga USD60,30 per barel (pukul 02:06 GMT). Harga minyak WTI naik 19 sen ke harga USD51,19 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin

Tags : adro akra bbni bbri bhit brent brpt bursa siang icbp ihsg indf ipotnews itmg kpas lppf mncn nusa ptba rimo scmatlkm tpia unvr wskt wti

Bursa Siang: IHSG Tertekan Seiring Sentimen Brexit Dan Perang Dagang
 

Artikel Terkait

Bursa Siang: IHSG Tertekan Seiring Sentimen Brexit Dan Perang Dagang

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email