Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Borong Saham ini kalau Harganya Turun ke 50

Oleh Creative Trading System (Argha J Karo Karo)Pasar Saham24/10/2018 08:36
id.investing.com/analysis/borong-saham-ini-kalau-harganya-turun-ke-50-200207511
Borong Saham ini kalau Harganya Turun ke 50
Oleh Creative Trading System (Argha J Karo Karo)   |  24/10/2018 08:36
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

creative-trader
creative-trader

Bagi yang sudah lama dalam dunia pasar saham tentu tau bahwa harga 50 adalah harga saham terendah yang bisa dicapai di market reguler dan ketika harga suatu saham mencapai harga 50 maka biasanya pasar atau investor akan beranggapan bahwa perusahaan tersebut memiliki fundamental yang buruk atau memang sedang dalam masa krisisnya. Ambil contoh saja saham bakrie grup seperti BNBR, ENRG, UNSP yang di reverse stock dan harganya turun lagi, atau beberapa saham lainnya yang akhirnya delisting di harga 50 seperti DAJK yang pailit.

Namun kami menemukan satu saham bagus yang kami rasa akan sangat menarik jika harganya turun ke harga 50. Saham ini berasal dari sektor property, saham tidak lain adalah PPRO. Ya, saham ini sempat menjadi saham yang fenomenal ketika harganya rally sepanjang 2016 dari harga 180an hingga ke level harga 1300an. Setelah itu saham ini stocksplit dan harganya menjadi sekitar 300an dan dilanjutkan dengan right issue. Namun setelah kedua coorporat action tersebut harga PPRO turun terus hingga saat ini ada pada area 97-100.

Dan setelah dianalisa kami menemukan beberapa alasan menarik untuk membeli saham ini antara lain :

FUNDAMENTALNYA MASIH BAIK

Kami rasa semua setuju jika salah satu pertimbangan utama seorang investor besar dalam membeli saham adalah fundamental perusahaannya. Karena tentunya pemain besar tidak mungkin menggunakan analisa technical karena pembelian dan penjualan merekalah yang menggerakan harga, dan analisa technical hanya fokus membaca pergerakan harga yang notabene mereka sebabkan sendiri. Pemain besar juga cukup sulit untuk menggunakan analisa bandarmologi, karena analisa bandarmologi adalah analisa yang membaca pergerakan mereka, jadi mereka tentunya tidak perlu menggunakan analisa bandarmologi untuk mengentahui apakah mereka sedang belanja atau sedang jualan.

Dari sudut pandang Fundamental, salah satu indicator sederhana dari baik atau tidaknya suatu perusahaan adalah apakah perusahaan masih bisa membukukan penjualan? Masihkan perusahaan membukukan keuntungan ?? Berikut gambaran ringkas mengenai PPRO.

Dalam akhir tahun ini PPRO akan topping off untuk beberapa proyeknya. Topping off sendiri merupakan ceremony yang dilakukan jika proses pembangunan suatu konstruksi sudah selesai. Kami juga sempat menghitung harga wajar saham ini dan didapatkan harga 170 per lembar saham dengan menggunakan metode yang banyak digunakan para analis fundamental yaitu Discounted Cash Flow (DCF).

Jika kita melihat kinerja keuangan perusahaan ini 4 tahun terakhir kita bisa melihat oendapatan tahun 2016 2.1 T dengan Net Profit 365 M. Di tahun 2017 Revenue 2.7 T dengan di Net Profit 444M sementara di akhir tahun 2018 ini pendapatan diproyeksikan 2.3 T dengan Net Profit 360 M. Di sisi lain Equity perusahaan terus bertumbuh dari tahun ke tahun sejak tahun 2015.

creative-trader
creative-trader

Hal ini menunjukan meskipun penjualan dan net profit perusahaan memang sedang mengalami penurunan namun penurunan tersebut sangat tidak sebanding dengan penurunan harganya yang saat ini yang sudah ada di level 102, apalgi jika market mendiscount saham ini di harga 50.

PARA PEMAIN BESAR NYANGKUT

Dalam 2 minggu ini banyak berita tersebar mengenai salah satu asuransi yang mengalami gagal bayar. Gagal bayar asuransi tersebut karena kurangnya likuiditas, salah satu hal yang dipermasalahkan adalah tentang portfolio asuransi tersebut yang salah satunya ada di saham PPRO.

Di saham PPRO asuransi ini memiliki 5,4 Miliar saham PPRO dengan kepemilikan 8,85% pada average 240an, Jumlah ini tentu bukanlah jumlah yang sedikit. Menariknya pihak asuransi menjelaskan walau memiliki investasi di PPRO mereka tidak bisa Cut Loss karena aturan tidak memperbolehkan mereka Cut Loss. Selain jiwasraya ada juga dana pensium ASABRI yang nyangkut disaham ini.

Jika kita melihat data yang dirilis KSEI akhir bulan September lalu, saham ini dikuasai 96%nya oleh Investor Domestic, persentasi paling besar diduduki oleh perusahaan asuransi yang memiliki 42% dari jumlah saham yang beredar, artinya Jiwasraya bukanlah satu-satunya asuransi yang memegan saham ini. Selain itu 19.6% dikuasai oleh reksadana lokal, dan 2.3% dikuasai oleh Dapen.

Banyak investor pengguna analisa Bandarmologi juga menghighlight kepemilikan ASABRI di saham ini, karena dalam beberapa saham BUMN yang dipegang / dibandari oleh ASABRI rata-rata meroket luar biasa harganya seperti INAF, NIKL dan KAEF. Namun jika kita melihat kepemilikan ASABRI di PPRO hanya di kisaran 5%, sudah pasti mereka harus mengajak pihak-pihak lain bekerja sama jika mau menggoreng saham ini.

Sementara jika kita melihat asuransi ada beberapa kasus dimana harga saham yang dipegang oleh asuransi umumnya harganya akan dijaga di level tertentu agar portfolio asuransi tersebut terlihat tetap cantik untuk keperluan tertentu terutama mendekati akhir tahun.

Jika kita melihat kepemilikan investor ritel di saham ini jumlahnya sebesar 27%, memang cukup besar namun kepemilikannya sendiri cenderung menurun dalam 1 1/2 tahun terakhir. Itu sebabnya sangat ditunggu aksi cut loss para investor ritel di saham ini, sehingga kepemilikan saham ini lebih dukuasai oleh pemain-pemain besar sehingga harganya lebih mudah digerakan ke atas.

PENUTUP

Mengingat saham ini pernah stock split dengan perbandingan rasio 1:4 maka jika saham ini turun ke level 50, itu artinya saham ini kembali ke level harga IPOnya 200 dan level tersebut akan sangat menarik jika kita melihat perusahaan ini perusahaan yang masih mengahasilkan dan apalagi perusahaan ini merupakan anak BUMN yang tentunya akan jauh lebih tahan banting kalau seandainya krisis property masih akan berlangsung.

Borong Saham ini kalau Harganya Turun ke 50
 

Artikel Terkait

Borong Saham ini kalau Harganya Turun ke 50

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar (3)
Mimi Bustami Arifin
Mimi Bustami Arifin 27/10/2018 21:39
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
kl udah 50 adakah yang mau borong
angga rahman
angga rahman 24/10/2018 14:57
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
permasalahanya, apakah itu mungkin ke angka 50
Jack Queen
Jack Queen 24/10/2018 8:54
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
no risk no gain
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email