Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Boeing: Taruhan Berisiko Karena Tetap Terperosok Dalam Ketidakpastian

Oleh Investing.com (Haris Anwer/Investing.com)Pasar Saham08/09/2021 14:41
id.investing.com/analysis/boeing-taruhan-berisiko-karena-tetap-terperosok-dalam-ketidakpastian-200232491
Boeing: Taruhan Berisiko Karena Tetap Terperosok Dalam Ketidakpastian
Oleh Investing.com (Haris Anwer/Investing.com)   |  08/09/2021 14:41
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Ringkasan:

  • Pendapatan terbaru Boeing menunjukkan arus kas perusahaan membaik karena pesanan 737 Max perlahan mulai meningkat.

  • Terlepas dari kejutan pendapatan, pendapat Wall Street terhadap daya tarik jangka panjang saham BA terbagi dua.

  • China, di mana MAX masih harus tetap berada di darat, menjadi risiko jangka pendek terbesar bagi saham BA.

Di antara perusahaan besar AS, Boeing (NYSE:BA) menyajikan proposisi risk-reward yang menarik bagi investor jangka panjang. Sementara perusahaan raksasa penerbangan ini perlahan-lahan mendapatkan kembali kepercayaannya yang sempat hilang setelah tiga tahun yang penuh bencana, yaitu pandemi yang sampai sekarang masih berlangsung dan permasalahan produksi perusahaan yang menahan pemulihan dalam bisnisnya.

Situasi ini membuat saham Boeing di bawah tekanan, meskipun rebound kuat dari jatuhnya pasar pada Maret 2020. Saham BA sangat berubah tahun ini, di bawah kinerja Dow Jones Industrial Average, saham telah melonjak sekitar 16% selama periode ini. Diperdagangkan pada $218,17 pada penutupan Jumat sebelum akhir pekan panjang, BA tetap sekitar 50% dari tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada awal 2019.

Boeing Weekly Chart.
Boeing Weekly Chart.

 

Beberapa investor percaya ini adalah saat yang tepat untuk membeli saham BA, karena raksasa perusahaan penerbangan itu telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami krisis keuangan terburuk dalam satu abad. Jet MAX andalannya dilarang terbang selama hampir dua tahun setelah dua kecelakaan fatal yang merenggut 346 jiwa.

Setelah krisis keuangan, datanglah pandemi global, yang melemahkan permintaan pesawat baru karena hampir tidak ada penumpang dan banyak maskapai melakukan PHK. Selama periode ini, Boeing juga berkutat dengan masalah kualitas produksi pada 787 Dreamliner miliknya.

Para penggemar saham bull akan menyukai saham Boeing karena telah menunjukkan momentum pendapatan perusahaan pada laporan pendapatan kuartalan terbaru. Laporan itu memberi sinyal kuat bahwa perusahaan perlahan-lahan berhasil mengurangi kerugiannya dan telah bisa mengatasi pengalaman terburuknya. Untuk pendapatan kuartal kedua yang diumumkan pada 28 Juli, Boeing melaporkan keuntungan untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun, dan laporan itu mengejutkan Wall Street.

Adjusted earning sebesar $0,40 per saham bukan satu-satunya tanda kemajuan dalam hasil keuangan kuartal kedua perusahaan. Tanda kemajuan lain adalah, pabrik hanya menghabiskan $705 juta tunai, lebih baik dari perkiraan analis sebesar $2,76 miliar.

Penjualan naik 44% menjadi $17 miliar karena pengiriman pesawat jet meningkat empat kali lipat dari tahun sebelumnya, termasuk 47 jet MAX. BA telah mengirimkan lebih dari 130 jet MAX sejak pesawat itu diizinkan terbang lagi di beberapa negara akhir tahun lalu. Maskapai juga telah menerbangkan kembali lebih dari 190 jet setelah sempat vakum.

Pendapat Analis Terbagi Dua Mengenai Pemulihan

Karena bisnisnya mulai stabil, Boeing telah menghentikan PHK skala besar mereka dan bersiap untuk meningkatkan produksi selama beberapa tahun ke depan.

Chief Executive Officer Dave Calhoun pada earning call mengatakan:

“Pemulihan telah mendapatkan momentum. Saya pernah mengatakan ini sebelumnya bahwa kami melihat tahun ini sebagai titik perubahan kritis, dan itu telah terbukti.”

Namun, kinerja Kuartal 2 yang kuat tidak cukup untuk mengubah pikiran beberapa analis yang lebih skeptis, termasuk Ronald Epstein dari Bank of America.

Dalam sebuah catatan, Bank of America menyatakan:

“Kami memperkirakan Boeing memiliki kelebihan persediaan pesawat jenis jet 737 sebanyak hampir 400. Kami mempertahankan peringkat netral kami. Sementara kami pikir Boeing akan mengiklankan pesawat mereka secara komersial, ada beberapa tantangan khusus yang harus dihadapi perusahaan kedepannya.”

Bank of America memiliki target harga $265 pada saham.

Wells Fargo, yang memiliki peringkat saham yang sama, dengan target harga $244, juga mendesak agar berhati-hati, mengingat ketidakpastian bisnis dalam jangka panjang.

Dalam catatan baru-baru ini, bank mengatakan:

“Kami memperkirakan tren permintaan positif untuk Boeing dalam waktu dekat, termasuk pada musim traveling musim panas yang kuat karena permintaan yang terpendam dan peningkatan kas maskapai, yang dapat meningkatkan pesanan pesawat. Untuk prospek jangka panjang masih kurang jelas karena prediksi untuk travel internasional tetap tidak terdengar. 737 MAX kemungkinan terus kehilangan pangsa pasar karena masih kalah bersaing dengan pesawat narrow-body. Modal dibatasi pada utang yang tinggi/biaya pengembangan pesawat baru dan kami yakin defense portfolio akan terus berkinerja buruk.”

Dari 24 analis yang disurvei oleh Investing.com, 13 memiliki peringkat beli, sementara 11 tetap netral, dengan konsensus target 12 bulan sebesar $267,91 per saham.

Consensus Estimates.
Consensus Estimates.

Risiko Utama Pada Saham BA Adalah China 

China tetap menjadi salah satu risiko terbesar bagi upaya pemulihan Boeing. Hubungan perdagangan AS-China yang memburuk telah membatasi penjualan. China merupakan pangsa pasar jet dengan pertumbuhan terbesar di dunia, dan pesanan terakhir mereka adalah di tahun 2017.China belum mencabut larangan MAX 737, membuat orang menebak-nebak niatnya.

Dalam analisisnya pada bulan Juni, Reuters menunjukkan:

“Ketegangan perdagangan, rintangan peraturan, dan upaya Barat untuk melawan persaingan China menunda kembalinya 737 MAX di China, membuat Boeing frustasi karena pesaing mereka telah menunjukkan pengaruhnya yang semakin besar.”

China diperkirakan akan melampaui AS sebagai pasar penerbangan terbesar di dunia pada tahun 2024, menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional, menjadikan negara Komunis itu pelanggan penting bagi Boeing dan Airbus Group (OTC:EADSY). Boeing mengharapkan China untuk membeli 7.690 pesawat jet senilai $1,19 triliun (atau hampir seperempat dari permintaan global) dalam dua dekade ke depan.

CEO Boeing Dave Calhoun memperingatkan pada bulan Juni bahwa kebuntuan perdagangan yang berkepanjangan antara AS dan China mengancam peran Boeing sebagai pemimpin dalam industri penerbangan.

Kata Calhoun mengenai pasar Cina dalam laporan Bloomberg:

“Jika saya tidak diizinkan untuk melayani, saya akan menyerahkan kepemimpinan global. Saya tidak akan pernah menyerah untuk itu. Tapi itu akan menciptakan masalah nyata bagi kami dalam beberapa tahun ke depan jika kami tidak dapat mengatur struktur perdagangan dengan baik.”

Intinya

Boeing tentu saja dalam posisi keuangan yang lebih baik dibanding dua yang tahun lalu. Perusahaan perlahan-lahan mengatasi masalah dan meningkatkan posisi kasnya. Sahamnya akan tetap berada dalam siklus bearish jangka panjang, mengingat kesalahan langkah produksi perusahaan, mengubah pola perjalanan setelah pandemi, dan karena ketergantungan besar perusahaan pada China untuk pertumbuhan. Faktor-faktor ini, terlepas dari kepentingan strategis perusahaan, membuat saham BA kurang menarik dibandingkan peluang lain yang tersedia di pasar.

 

Boeing: Taruhan Berisiko Karena Tetap Terperosok Dalam Ketidakpastian
 

Artikel Terkait

Boeing: Taruhan Berisiko Karena Tetap Terperosok Dalam Ketidakpastian

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email