Breaking News
0

Bersiaplah Menghadapi Pelemahan Rupiah Lebih Lanjut : Julius Baer

Oleh Ipotnews IndonesiaForex11/10/2018 15:28
id.investing.com/analysis/bersiaplah-menghadapi-pelemahan-rupiah-lebih-lanjut--julius-baer-200207037
Bersiaplah Menghadapi Pelemahan Rupiah Lebih Lanjut : Julius Baer
Oleh Ipotnews Indonesia   |  11/10/2018 15:28
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Ipotnews - Para analis Julius Baer Group Ltd., yang disebut-sebut paling akurat dalam memprediksi pergerakan rupiah, memperkirakan pelemahan rupiah akan berlanjut, berpotensi menembus Rp15.500 per dolar jelang akhir tahun nanti. Rupiah menjadi korban meningkatnya perang dagang AS-China dan melonjaknya harga minyak.

"Meskipun bank sentral melakukan tindakan proaktif, rupiah terus berada di bawah tekanan karena kondisi likuiditas yang diperketat akibat kenaikan suku bunga AS, dan perang perdagangan yang semakin intensif," kata Magdalene Teo, kepala riset Asia untuk aset berpendapatan tetap lembaga keuangan asal Swiss itu, di Singapura.

Menurutnya, sebagai importir minyak, Indonesia akan merasakan licinnya kenaikan harga minyak mentah yang akan semakinmempersulit untuk menutup defisit neraca transaksi berjalan yang menekan rupiah. Rupiah telah terlah merosot 11 persen terhadap dolar sepanjang tahun ini, ke level terendah sejak krisis keuangan Asia 1998, mencapai Rp 15.220 per dolar pada Kamis siang (11/10).

Pelemahan rupiah berdampak pada aksi jual obligasi Indonesia oleh para investor asing sehingga mendorong tingkat imbal hasil. Imbal hasil obligasi rupiah bertenor 10-tahun melonjak menjadi 8,62 persen pada September lalu, dari 6,3 persen pada awal tahun. Teo berpendapat, tekanan jual obligasi juga berpeluang berlanjut.

"Jika rupiah bergerak ke arah 15.500 dalam tiga bulan, seperti yang diperkirakan ekonom kami, [imbal hasil] 9 persen sangat memungkinkan," katanya, seperti dikutip Bloomberg, Kamis (11/10).

Meskipun Bank Indonesia dan pemerintah Indonesia telah berupaya meredam tekanan terhadap rupiah - antara lain dengan menaikkan suku bunga acuan, dan membatasi impor - nasib rupiah masih mungkin terpengaruh oleh tindakan Federal Reserve AS, yang berkomitmen untuk terus menaikkan suku bunga.

"Itulah mengapa kami mengekspektasikan tren penurunan rupiah lebih lanjut, dengan periode yang relatif tenang dan stabil karena kembalinya minat membeli aset berisiko, sebagai alternatif tekanan pelemahan karena data atau sikap AS yang hawkish," kata Susan Joho, ekonom Julius Baer Group Ltd., di Zurich.

"Langkah-langkah stabilisasi akhir-akhir ini dapat membantu memperlambat perkembangan itu, tetapi tidak akan menghentikannya," Joho menambahkan.

(Bloomberg/kk)

Sumber : Admin

Bersiaplah Menghadapi Pelemahan Rupiah Lebih Lanjut : Julius Baer
 

Artikel Terkait

Bersiaplah Menghadapi Pelemahan Rupiah Lebih Lanjut : Julius Baer

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email