Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

AT&T: Dari Dividen Yang Tidak Stabil Hingga Menjadi Perusahaan Turnaround yang Berisiko

Oleh Investing.com (Haris Anwer/Investing.com)Pasar Saham13/10/2021 11:48
id.investing.com/analysis/att-dari-dividen-yang-tidak-stabil-hingga-menjadi-perusahaan-turnaround-yang-berisiko-200233304
AT&T: Dari Dividen Yang Tidak Stabil Hingga Menjadi Perusahaan Turnaround yang Berisiko
Oleh Investing.com (Haris Anwer/Investing.com)   |  13/10/2021 11:48
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Ringkasan:

  • Saham AT&T telah menjadi permainan uang mati bagi investor karena rencana perusahaan yang terlalu ambisius untuk menjadi perusahaan media.

  • Untuk memperbaiki citra ini, perusahaan membongkar aset medianya agar menjadi perusahaan yang lebih ramping dan stabil secara finansial.

  • Upaya ini dapat mengakibatkan pemotongan dividen, membuat sahamnya kurang menarik bagi investor yang ingin mendapatkan pendapatan.

Operator jaringan terbesar AS, AT&T (NYSE:T) memiliki sangat sedikit pendukung di komunitas investasi saat ini. Sahamnya telah berkinerja buruk, berada dibawah tolok ukur S&P 500 selama bertahun-tahun. Mereka telah jatuh 35% dalam lima tahun terakhir—periode dimana S&P 500 naik lebih dari dua kali lipat.

Kinerja yang sangat mengecewakan ini adalah hasil dari kegagalan perusahaan untuk mengubah dirinya menjadi raksasa hiburan untuk bersaing dengan perusahaan seperti Disney (NYSE:DIS) dan Netflix (NASDAQ:NFLX).

Alih-alih menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi untuk investornya yang berjumlah sangat besar, strategi yang berfokus pada akuisisi perusahaan telah membebani operator telekomunikasi dengan tumpukan utang yang sangat besar, memberinya status peminjam terbesar di dunia. Beban utang itu, membengkak menjadi sekitar $200 miliar, sebagian besar terakumulasi melalui akuisisi Time Warner (NYSE:TWX) pada 2018.

Tapi keadaan telah berubah. Saat ini, AT&T yang berbasis di Dallas berada di tengah transformasi besar dengan CEO barunya, John Stankey, berharap strategi barunya akan membuat perusahaan lebih ramping dan fokus pada kekuatan telekomunikasinya.

Bagian terbesar dari perombakan ini adalah menggabungkan aset media AT&T dan Discovery (NASDAQ:DISCA) menjadi perusahaan publik baru. Bisnis baru yang diumumkan bulan Mei lalu, akan menghabiskan $20 miliar untuk konten, sebuah jumlah yang melampaui anggaran pemrograman Netflix baru-baru ini.

WarnerMedia memiliki TV kabel HBO, CNN, TNT, dan TBS serta studio televisi dan film Warner Bros. Discovery memiliki portofolio jaringan dengan nama yang sama serta HGTV. Kedua perusahaan juga menawarkan portal video streaming HBO Max dan Discovery+.

Mundur Dari Ambisi Media

Dalam presentasi webcast pada konferensi Goldman Sachs Communacopia bulan lalu, Stankey mengatakan kepada investor, setelah proyek kerjasama dengan WarnerMedia selesai pada pertengahan 2022, AT&T akan kembali ke fokus utamanya, yaitu memprioritaskan perluasan layanan broadband nirkabel dan 5G.

“Kami tidak akan berbicara tentang restrukturisasi. Kami tidak akan berbicara tentang transaksi. Kami akan berbicara tentang bagaimana tim manajemen fokus pada strategi, merampingkan bisnis dan fokus di bagian terbaik dari sektor komunikasi,” katanya, menurut laporan Bloomberg.

Mundurnya perusahaan dari ambisi hiburannya tidak terbatas pada kesepakatan Discovery. Awal tahun ini, AT&T mencapai kesepakatan dengan perusahaan ekuitas swasta TPG untuk melepaskan 30% saham dalam bisnis DirecTV-nya senilai $1,8 miliar. AT&T telah mengakuisisi DirecTV pada tahun 2015 sebesar $49 miliar, pada puncak bisnis pasar TV berbayar yang kemudian runtuh karena pelanggan tidak meneruskan kontrak langganannya.

Dengan transaksi Discovery dan DirecTV, AT&T berharap dapat mencapai tujuannya untuk mengurangi leverage hingga 2,5 kali setahun lebih cepat dari jadwal.

Stabilitas Dividen Yang Dipertanyakan

Tetapi restrukturisasi itu telah menciptakan keraguan di benak investor mengenai stabilitas dividen triwulanan $0,52 per saham perusahaan. Imbal hasil dividen tahunan saham sebesar 7,6%, tertinggi di antara perusahaan blue-chip, adalah cerminan dari risiko itu.

Menurut jajak pendapat oleh Investing.com, dari 29 analis yang meliput saham, 15 memiliki peringkat netral pada ekuitas, 8 merekomendasikan beli dan 6 merekomendasikan jual.

Consensus Estimates.
Consensus Estimates.

Target harga AT&T diturunkan oleh analis di Barclays dari $34 menjadi $30 dalam laporan penelitian yang dikeluarkan baru-baru ini. Pialang saat ini memiliki peringkat "equal weight" pada saham perusahaan teknologi. Morgan Stanley memotong AT&T ke peringkat "equal weight" dan menetapkan target harga $29,00 pada saham.

Argus Research dalam sebuah catatan baru-baru ini menurunkan peringkat AT&T menjadi “hold from buy”, mengatakan transformasi perusahaan dapat menyebabkan pemotongan dividen dalam waktu dekat.

Catatan itu mengatakan:

“Sementara manajemen telah meyakinkan investor bahwa AT&T akan mempertahankan dividen di 'persentil ke 95' perusahaan, perhitungan tersebut tidak masuk setelah mempertimbangkan spin-off DirecTV dan WarnerMedia. Karena itu, kami akan mengambil langkah wait-and-see dan melihat saat perusahaan melakukan restrukturisasi melalui divestasi besar sambil juga menerapkan pembangunan jaringan 5G yang sangat mahal.”

Terlepas dari pesimisme ini, langkah AT&T untuk menciptakan raksasa streaming baru, menggabungkan HBO AT&T, Warner Bros. dan TNT dan juga Discovery, termasuk Food Network, dan acara reality-TV, berarti perusahaan akan memiliki peluang lebih baik untuk berhasil di pasar di mana perusahaan teknologi berkantong tebal seperti Apple (NASDAQ:AAPL) dan Amazon (NASDAQ:AMZN) menghabiskan puluhan miliar dolar setahun untuk konten media.

AT&T pada bulan Juli melaporkan sekitar 67,5 juta pelanggan di seluruh dunia untuk saluran premium dan layanan streaming, dan sekarang mengatakan akan memiliki 70 juta hingga 73 juta pada akhir tahun 2021.

Intinya

AT&T kemungkinan akan menjadi perusahaan yang jauh lebih ramping dan lebih fokus tahun depan jika berhasil menyelesaikan restrukturisasi saat ini. Pemisahan aset media akan memungkinkannya untuk berinvestasi secara agresif di unit streaming barunya, sambil terus fokus pada pengembangan di sektor telekomunikasi terutama pengembangan teknologi 5G yang akan menciptakan peluang baru.  

Begitulah kesimpulannya. AT&T yang baru tidak mungkin memuaskan keinginan investor untuk mendapatkan pendapatan yang terus tumbuh. AT&T, dalam pandangan kami, sekarang telah menjadi perusahaan turnaround (perusahaan dalam pemulihan finansial karena berkinerja buruk) bukan perusahaan yang membayar dividen secara stabil.

AT&T: Dari Dividen Yang Tidak Stabil Hingga Menjadi Perusahaan Turnaround yang Berisiko
 

Artikel Terkait

AT&T: Dari Dividen Yang Tidak Stabil Hingga Menjadi Perusahaan Turnaround yang Berisiko

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar (1)
Sugumar Kumar
Sugumar Kumar 13/10/2021 17:42
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
📄👍
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email