Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Apakah Kenaikan Dolar AS Pasca-FOMC Terus Berlanjut?

Oleh Kathy LienForex17/06/2021 13:49
id.investing.com/analysis/apakah-kenaikan-dolar-as-pascafomc-terus-berlanjut-200230640
Apakah Kenaikan Dolar AS Pasca-FOMC Terus Berlanjut?
Oleh Kathy Lien   |  17/06/2021 13:49
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Investor mendorong dolar AS naik tajam pada hari Rabu setelah Federal Reserve mengisyaratkan kenaikan suku bunga yang lebih awal. Tiga belas dari 18 pembuat kebijakan sekarang melihat dua kenaikan suku bunga pada akhir 2023. Pada bulan Maret, hanya tujuh anggota yang melihat pergerakan pada tahun 2023, dengan mayoritas melihat suku bunga tidak berubah hingga tahun 2024. Ekspektasi yang dramatis ini dimotivasi oleh pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan dan inflasi. Perbaikan ekonomi AS telah jelas meyakinkan pembuat kebijakan bahwa "inflasi bisa berubah menjadi lebih tinggi dan lebih gigih dari yang kita harapkan," menurut Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Perkiraan pertumbuhan dan inflasi dinaikkan untuk tahun 2021 dan 2023. Perubahan paling dramatis adalah perkiraan mereka untuk PCE inti, yang dinaikkan dengan persentase penuh menjadi 3,4% untuk tahun 2021.

Nada bicara Powell pada konferensi pers tidak dapat disangkal optimis. Dia mengatakan indikator aktivitas dan lapangan kerja terus membaik, dan faktor-faktor yang membebani pertumbuhan lapangan kerja diperkirakan akan berkurang dalam beberapa bulan mendatang. Dia menganggap remeh lambatnya perkembangan di pasar tenaga kerja, dengan mengatakan bahwa kita berada di jalur yang tepat untuk menuju pasar tenaga kerja yang sangat kuat satu hingga dua tahun ke depan. Akibatnya, "banyak peserta merasa lebih nyaman" dengan gagasan bahwa "kondisi ekonomi kedepannya akan terpenuhi lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya."

Powell bahkan membahas pengurangan pembelian aset. Ketua Fed mengakui bahwa para pejabat telah mulai "berbicara tentang" memperlambat pembelian obligasi meskipun pengurangan tidak akan terjadi sampai mereka "merasa ekonomi telah mencapai kemajuan substansial." "Mereka akan lebih dapat memperkirakan waktu ketika mereka melihat" data. Imbal hasil Treasury sepuluh tahun melonjak 5%, memperkuat reli pada dolar AS.

Pertanyaannya sekarang adalah apakah kenaikan dolar AS berkelanjutan. Mengingat berapa lama investor telah menunggu bank sentral untuk berbicara pengurangan pembelian aset dan betapa tidak pastinya apakah itu akan terjadi hari ini, kita melihat kenaikan lebih lanjut dalam dolar AS. Optimisme The Fed adalah cerminan dari keyakinannya bahwa data ekonomi akan terus membaik dalam beberapa bulan mendatang. Franc Swiss terpukul paling keras oleh reli dolar AS diikuti oleh euro. Bank Sentral Eropa menghindari pembicaraan pengurangan pembelian aset pada pertemuan terakhirnya dan keputusan itu sangat membebani kinerja EUR/USD pada hari Rabu. Swiss National Bank bertemu besok dan, dan seperti juga ECB, tidak ada perubahan yang diharapkan.

Di samping Japanese Yen, mata uang yang paling menahan kenaikan dolar AS adalah sterling. Inflasi di Inggris naik lebih dari yang diharapkan di bulan Mei, karena tingkat CPI year-over-year mencapai 2,1%. Dolar Australia dan Selandia Baru menjadi fokus malam ini, dengan PDB Q1 dari Selandia Baru akan dilaporkan dan angka pasar tenaga kerja Australia juga diharapkan akan dilaporkan. Kedua laporan tersebut diharapkan kuat, yang akan mengurangi sebagian kerugian AUD dan NZD.


Apakah Kenaikan Dolar AS Pasca-FOMC Terus Berlanjut?
 

Artikel Terkait

Apakah Kenaikan Dolar AS Pasca-FOMC Terus Berlanjut?

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar (1)
Andy achmad
Andy achmad 18/06/2021 2:19
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
mau tanya kenapa investor ingin dollar naik.kl dollar turun kan enak rupiah JD menguat?
احسن احسانا
احسن احسانا 18/06/2021 2:19
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
rupiah akan menguat kalau pertumbuhan ekonomi indonesia naik buka dolar yang turun..karena dolar sudah turun 1 tahun sejak awal corona..tapi nilai rupiah terhadap dolar tetap disitu² aja.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email