Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Apakah Inflasi Akan Terjadi? Kapas & Kayu Berkata Itu Sudah Terjadi

Oleh Andy HechtKomoditas16/02/2021 16:59
id.investing.com/analysis/apakah-inflasi-akan-terjadi-kapas--kayu-berkata-itu-sudah-terjadi-200227354
Apakah Inflasi Akan Terjadi? Kapas & Kayu Berkata Itu Sudah Terjadi
Oleh Andy Hecht   |  16/02/2021 16:59
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Artikel ini ditulis khusus untuk Investing.com

• Inflasi bisa menjadi kondisi yang sulit dijinakkan

• Harga kapas melonjak ke level tertinggi multi-tahun; Mengenang satu dekade yang lalu

• Harga kayu kembali mendekati rekor tertinggi 

• Pasar obligasi juga mengirimkan sinyal inflasi

• Perhatikan harga bahan mentah tersebut untuk mendapatkan petunjuk tentang inflasi

Pada Agustus 2020, Federal Reserve AS membuat perubahan ekspektasi inflasi yang tidak terlalu signifikan. Selama bertahun-tahun bank sentral itu mematok target sebesar 2% untuk kondisi ekonomi. Perubahan ekspektasi inflasi tersebut mengubah target Federal Reserve AS menjadi di angka rata-rata. The Fed bergerak dari batas toleransinya untuk mendorong tekanan inflasi yang lebih tinggi. Karena inflasi selama beberapa tahun terakhir telah bergerak jauh di bawah target Federal Reserve AS, anggota FOMC yang memberikan suara mengisyaratkan bahwa mereka akan mentolerir periode kenaikan angka inflasi yang berkepanjangan dari target sebelumnya yaitu 2%.

Sedangkan mengukur inflasi lebih merupakan sebuah seni dibandingkan ilmu pasti. Rumus inflasi The Fed tidak lebih dari sekadar perhitungan subjektif. Sejak harga aset turun ke posisi terendah pada Maret dan April 2020 karena pandemi global menyebabkan terjadinya periode risk-off, harga komoditas telah meningkat.

Kapas dan kayu adalah bahan baku mentah yang diperdagangkan di pasar futures. Harga kapas turun ke level terendah sebesar 48,35 sen per pon pada kontrak ICE futures terdekat pada akhir Maret dan awal April. Harga serat halus itu mencapai level terendahnya dalam lebih dari satu dekade, sejak 2009. Kayu, yang merupakan bahan baku penting untuk kebutuhan konstruksi, mencapai harga terendah sebesar $251,50 pada bulan April. Dalam waktu kurang dari satu tahun, harga kapas naik hampir dua kali lipat, sedangkan harga kayu naik hampir empat kali lipat. Kondisi harga ini merupakan sebuah tanda bahwa tekanan inflasi meningkat.

Inflasi bisa menjadi kondisi yang sulit dijinakkan 

Spekulasi yang terukur dibuat Bank sentral AS, yang menunjukkan bahwa tekanan inflasi akan naik alih-alih meledak lebih tinggi, yang bisa berubah menjadi lebih dari sekadar tindakan berdasarkan keyakinan saja. Sepanjang sejarah, ada banyak contoh inflasi yang merajalela. Mungkin inflasi yang paling signifikan adalah Jerman, setelah Perang Dunia I, yang menghancurkan nilai mark Jerman versus dolar AS. Pada awal 1922, 160 mark setara dengan satu dolar AS. Pada November 1923, dibutuhkan 4,2 triliun mark untuk membeli satu dolar AS. Saat ini, Venezuela memiliki tingkat inflasi tertinggi di dunia, sekitar sepuluh juta persen.

Ketika inflasi mulai meningkat, risikonya adalah hiperinflasi, yang merupakan kenaikan harga umum yang cepat, berlebihan, dan tidak terkendali dalam suatu perekonomian. Biasanya kondisi inflasinya di atas 50% per bulan.

Hiperinflasi dapat berdampak buruk pada kondisi ekonomi dan politik. Meningkatkan jumlah uang beredar dapat menyebabkan inflasi tarikan permintaan yang merupakan faktor terjadinya hiperinflasi. Ketika permintaan agregat melebihi penawaran agregat, atau terlalu banyak uang beredar sedangkan barang yang tersedia terlalu sedikit. Kondisi itu menciptakan terjadinya inflasi tarikan-permintaan.

The Fed AS berasumsi bahwa lembaga itu dapat mengatasi kenaikan inflasi dengan mengeluarkan kebijakan suku bunga jangka pendek dan alat kebijakan moneter lainnya. Namun, begitu inflasi mulai terjadi, persentasenya dapat meningkat, membuat kenaikan harga sulit untuk dikendalikan atau dihentikan. Mungkin saja bank sentral bisa mengejar tekanan inflasi dengan diberlakukannya kenaikan suku bunga, dan prosesnya bisa lepas kendali.

Selama beberapa bulan terakhir, banyak harga komoditas terpantau menjadi lebih tinggi.

Harga kapas melonjak ke level tertinggi multi-tahun; Mengenang satu dekade yang lalu

Pasar kapas futures jauh lebih likuid daripada banyak pasar lain yang diperdagangkan di bursa. Namun, kapas adalah produk pertanian yang merupakan bahan baku utama untuk produksi garmen, tempat tidur, dan banyak barang lainnya. Pada April 2020, harga kapas futures terdekat mencapai 48,35, yang merupakan harga terendah sejak April 2009. Pada awal 2021, harga kapas bergerak di atas 80 sen per pon.

Cotton Monthly
Cotton Monthly

Sumber, seluruh grafik: CQG

Grafik bulanan di atas menyoroti bahwa harga kapas mencapai level tertingginya sebesar 87,33 sen pada 12 Februari, lebih dari 80% di atas harga sepuluh bulan sebelumnya. Kapas mencapai harga tertinggi dan terendah lebih tinggi selama periode tersebut. Pada akhir minggu lalu, kapas diperdagangkan dengan harga tertingginya sejak Agustus 2018.

Terakhir kali bank sentral dan kebijakan pemerintah yang stimulatif menaikkan harga kapas terjadi dari tahun 2008 hingga 2011, setelah krisis keuangan global. Selama periode itu, harga kapas naik dari sebesar 36,7 sen ke harga rekor tertinggi yaitu $2,27 per pon.

Kenaikan harga kapas dapat memberikan isyarat pada percepatan tekanan inflasi karena semakin banyak mata uang yang dibutuhkan untuk membeli satu pon serat halus itu sejak April 2020.

Harga kayu kembali mendekati rekor tertinggi 

Kayu adalah pasar futures yang lebih likuid daripada kapas.

Namun, kayu merupakan bahan baku yang digunakan dalam konstruksi rumah baru, perbaikan rumah, pembangunan infrastruktur dan pembangunan kembali.

Lumber Monthly
Lumber Monthly

Grafik di atas menunjukkan bahwa harga kayu futures naik dari $137,90 di awal 2009 ke harga tertinggi sebesar $325,20 pada tahun 2011 karena stimulus dan likuiditas membebani daya beli dolar AS. Pada April 2020, harga kayu futures turun ke posisi terendah sebesar $251,50 per 1.000 kaki papan dan pada bulan September 2020 harga kayu futures melonjak ke rekor tertinggi $1.000. Setelah turun menjadi $490,80 pada bulan Oktober, harga kayu kembali naik dan melebihi $980 per 1.000 kaki papan pada akhir minggu lalu.

Kayu dan kapas adalah pasar yang jauh lebih likuid dibandingkan minyak mentah, tembaga, biji-bijian, dan banyak bahan mentah lainnya yang diperdagangkan di bursa futures. Kurangnya likuiditas dapat memperburuk pergerakan harga ke atas dan ke bawah. Sementara itu, reli yang substansial merupakan pertanda bahwa tekanan inflasi semakin meningkat. Saat ini, dibutuhkan lebih banyak dolar untuk membeli dua komoditas ini dibandingkan sepuluh bulan lalu, dan tren di kedua pasar tetap lebih tinggi.

Pasar obligasi juga mengirimkan sinyal inflasi

Obligasi dapat menjadi indikator inflasi terbaik karena pergerakan obligasi berbanding terbalik dengan suku bunga. Sementara Fed AS menentukan suku bunga Fed Funds jangka pendek, pasar menetapkan suku bunga lebih jauh di sepanjang kurva imbal hasil. Sementara itu, program pelonggaran kuantitatif Fed adalah upaya untuk menjaga suku bunga jangka panjang tetap rendah melalui pembelian sekuritas utang sebesar $120 miliar setiap bulan.

Namun, kekuatan pasar masih menyebabkan obligasi lebih rendah dan suku bunga lebih tinggi meskipun bank sentral menggunakan alat kebijakan moneter untuk mendorong pinjaman dan pengeluaran serta menghambat tabungan.

UST 30-Y Weekly
UST 30-Y Weekly

Grafik mingguan kontrak Obligasi 30 tahun AS futures menunjukkan tren bearish dengan kenaikan suku bunga sejak awal Agustus 2020. Pada pertengahan Oktober 2020, long bond futures turun di bawah level pertama technical support pada level rendah 172-17 Juni 2020. Pada awal 2021, level support berikutnya di terendah Maret 2020 di 169-09 memberi jalan. Obligasi 30 tahun futures diperdagangkan ke titik terendah 165-28 minggu lalu dan ditutup mendekati titik terendah. Level support teknikal berikutnya berada di 155-05, yang merupakan terendah akhir 2019. Kenaikan suku bunga pada obligasi jangka panjang merupakan tanda meningkatnya tekanan inflasi.

Perhatikan harga bahan mentah tersebut untuk mendapatkan petunjuk tentang inflasi

Harga kapas dan kayu bukan satu-satunya komoditas yang mengalami apresiasi sejak Maret dan April 2020. Tembaga, yang merupakan penentu arah ekonomi global, harganya bergerak dari sebesar $2,0595 pada Maret lalu ke level tertinggi $3,8050 per pon dan harganya berada di lebih dari $3,7880 pada akhir Maret minggu. Harga minyak mentah WTI, yang merupakan komoditas energi yang terus menggerakkan dunia, naik dari negatif $40,32 per barel pada April 2020 menjadi hampir $59,50 per barel pada hari Jumat dan mendekati level tertinggi pada 12 Februari. Harga minyak mentah Brent sebesar $62,43 per barel di akhir minggu lalu. Harga jagung dan kedelai turun ke posisi terendah $3,0025 dan $8,0825 April lalu dan diperdagangkan pada $5,3875 dan hampir $13,72 per gantang pada 12 Februari.

Harga komoditas energi, industri, dan pertanian telah mencatatkan kenaikan yang substansial selama sepuluh bulan terakhir. Tren di semua sektor ini tetap lebih tinggi sementara pasar obligasi telah menurun di bawah tingkat support teknikal. The Fed mendorong tekanan inflasi, tetapi the Fed menciptakan kondisi tekanan inflasi yang lebih banyak daripada yang mereka antisipasi.

Perhatikan harga komoditas-komoditas tersebut. Perolehan keuntungan yang berkelanjutan akan menandakan bahwa jumlah uang beredar semakin banyak di luar kendali bank sentral.

Apakah Inflasi Akan Terjadi? Kapas & Kayu Berkata Itu Sudah Terjadi
 

Artikel Terkait

Apakah Inflasi Akan Terjadi? Kapas & Kayu Berkata Itu Sudah Terjadi

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar (1)
Johnwick Satriyawan
Johnwick Satriyawan 16/02/2021 22:51
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
istimewa
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email