Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Analisa Saham TLKM : The Next Big Thing dari Kementerian BUMN

id.investing.com/analysis/analisa-saham-tlkm--the-next-big-thing-dari-kementerian-bumn-200226389
Analisa Saham TLKM : The Next Big Thing dari Kementerian BUMN
Oleh Stefanus Mulyadi Handoko   |  12/01/2021 08:09
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Langkah kebijakan Menteri BUMN Erick Thohir selalu ditunggu oleh pelaku pasar. Sebab sentuhan tangan midas dari Pak Mentri yang satu ini sanggup membuat harga saham-saham BUMN melambung tinggi. Untuk tahun ini ada tiga agenda besar BUMN. Dua diantaranya telah membuat harga sahamnya melesat tinggi yaitu BRIS dan AGRO (JK:AGRO). Tinggal satu yang belum naik tinggi dan masih diingatkan oleh Pak Erick ialah aksi korporasi Telkom (JK:TLKM) yang akan digelar secepatnya tahun ini, seperti yang dimuat dalam berita : https://www.cnbcindonesia.com/market/20210107112910-17-214206/ingat-ya-erick-sebut-3-aksi-korporasi-bumn-2021-ada-telkom

Tiga agenda besar BUMN tahun ini :

Pertama, pembiayaan ultramikro di bawah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (JK:BBRI) yang akan melibatkan dua BUMN yang juga fokus bisnisnya di UMKM yakni PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dan PT Pegadaian (Persero) —-> AGRO

Kedua, integrasi tiga bank syariah BUMN yaitu PT Bank BRISyariah Tbk (JK:BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT BNI (JK:BBNI) Syariah —-> BRIS

Ketiga yakni berkaitan dengan Telkom yaitu penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) —-> TLKM

Selain penawaran IPO Mitratel, Pak Erick juga memberikan pekerjaan rumah kepada TLKM yaitu untuk bisa meningkatkan kembali market capitalization hingga di atas Rp 450 triliun pada tahun ini. Dengan total jumlah saham sebanyak 99,06 lembar, apabila target market cap TLKM sebesar 450 triliun, maka akan didapatkan target price saham ini sebesar 4542/lembar, yang di peroleh dari 450 Triliun dibagi 99,06 miliar lembar.

Sepertinya TLKM tidak akan kesulitan mencapai target pekerjaan rumah tersebut, jika melihat dana asing yang mulai masuk kembali ke saham ini. Akhir pekan kemaren, tercatat investor asing membukukan net buy saham TLKM di pasar reguler sebesar Rp 500 miliar. Ini merupakan net buy terbesar dalam 1 hari sejak akhir November tahun lalu. Apa yang menjadi penyebab investor asing mulai memburu saham TLKM?

Kemungkinannya datang dari sentimen positif berita bahwa Morgan Stanley Capital International akan menghapus tiga perusahaan telekomunikasi asal China dari indeks MSCI, seiring dengan perintah Trump yang melarang investasi AS di perusahaan China terkait keamanan militer. Bisa lihat beritanya disini : https://internasional.kontan.co.id/news/morgan-stanley-capital-international-depak-tiga-perusahaan-telko-china-dari-indeks

Seperti kita tahu bahwa indeks MSCI biasa digunakan untuk memandu institusi internasional, reksadana dan pengelola dana lainnya dalam berinvestasi di suatu negara. Dengan didepaknya tiga perusahaan telekomunikasi asal China dari indeks MSCI, akan memberi peluang bagi TLKM untuk mendapatkan berkah aliran dana dari fund-fund asing yang mengalihkan investasinya ke perusahaan telekomunikasi di negara emerging market lainnya. Dan hal ini mulai terlihat dari masuknya net buy asing pada akhir pekan kemaren. Apabila aliran dana asing ini terus masuk, maka tidak akan sulit bagi TLKM untuk bergerak menuju target market cap yang telah dicanangkan oleh Mentri BUMN.

Secara teknikal, TLKM telah breakout dari area konsolidasi jangka pendeknya dengan keluar dari pola symmetrical triangle. Selain itu keberhasilan TLKM menembus dan bertahan diatas level 3500, telah mengkonfirmasi terbentuknya pola bullish rectangle pattern.

Apabila mampu bertahan diatas 3500 dan melanjutkan penguatannya, maka TLKM berpeluang menuju target terdekat dikisaran gap 3620-3710. Jika nantinya kenaikan saham ini berlanjut, maka TLKM akan menuju target teoritis pola bullish rectangle patternnya di level 4450, dengan minor target di 4050.

Rekomemdasi : Buy. Batasi resiko jika turun dan close di bawah 3350.

Analisa Saham TLKM : The Next Big Thing dari Kementerian BUMN
 

Artikel Terkait

Analisa Saham TLKM : The Next Big Thing dari Kementerian BUMN

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar (6)
desi inez
desi inez 23/02/2021 11:45
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
ihsg ngeri
Muhammad Sahlian
Muhammad Sahlian 01/02/2021 5:31
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
Melihat IHSG seminggu ini kayak nya saya gak yakin deh
Muhammad Sahlian
Muhammad Sahlian 01/02/2021 5:31
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
Melihat IHSG seminggu ini, kayak nya saya gak yakin deh....
Muhammad Sahlian
Muhammad Sahlian 01/02/2021 5:30
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
Melihat IHSG seminggu ini, kayak nya saya gak yakin deh....
Taufiq Romadhon
Taufiq Romadhon 14/01/2021 20:29
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
jos pak analisanya
Muhammad Sahlian
Muhammad Sahlian 14/01/2021 20:29
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
Menurut saya, melihat IHSG seminggu ini kayak berat mau naik deh
Muhammad Sahlian
Muhammad Sahlian 14/01/2021 20:29
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
Menurut saya melihat IHSG seminggu ini kayak berat mau naik deh
Remaja otomotif Channel
Remaja otomotif Channel 12/01/2021 8:16
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
Mantab pak
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email