Breaking News
Investing Pro 0
🚨 Data Pro Kami Tunjukkan Juara Musim Laporan Laba Akses Data

Akankah Reli Besar Kopi Berlanjut hingga 2022?

Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)Komoditas30/12/2021 11:35
id.investing.com/analysis/akankah-reli-besar-kopi-berlanjut-hingga-2022-200234945
Akankah Reli Besar Kopi Berlanjut hingga 2022?
Oleh Investing.com (Barani Krishnan/Investing.com)   |  30/12/2021 11:35
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
 
KC
-2,70%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
SB
-1,84%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
OJ
+4,56%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
CC
-0,27%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
RC
-2,33%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
ZS
-1,09%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Kopi arabika adalah pemenang terbesar di antara komoditas tanaman utama untuk tahun 2021, dan hal itu tidak dapat disangkal. Apakah keberuntungan itu akan berlanjut hingga tahun baru, itulah yang perlu dipastikan oleh investor.

Untuk saat ini, fundamental arabika menunjukkan bahwa ada sedikit jalan untuk reli, meskipun teknikal menyarankan beberapa koreksi.

Coffee Monthly Chart
Coffee Monthly Chart

Semua grafik milik skcharting.com

Menjelang akhir tahun, kontrak front-month arabika bulan Maret di ICE Futures AS berada di atas $2,25 per pon, sekitar 10% di bawah level tertinggi 10 tahun di atas $2,50 yang ditetapkan pada 6 Desember. Untuk tahun ini, arabika naik lebih dari 75%.

Robusta, varian kopi utama kedua dunia yang sebagian besar ditanam di Vietnam, juga turun dari level tertinggi satu dekade yang dicapai awal bulan ini, dengan kenaikan 71% tahun ini.

Kopi secara konsisten mencatat kenaikan terbesar tahun ini di antara komoditas tanaman utama seperti jagung, yang naik 25%; gula (23%), gandum (22%), jus jeruk (13%), kedelai (4%) dan kakao (-5%).

Untuk Mengetahui Kenapa Kopi Bisa Reli Lebih Jauh, Kita Perlu Mengetahui Dasar-dasarnya

Reli besar pada kopi disebabkan oleh banyak faktor, tidak terkecuali pasokan.

Pasar kopi secara keseluruhan berayun dari surplus menjadi defisit sebesar 5,2 juta karung tahun ini, menurut analisis Rabobank yang dilansir Fortune. Faktor lain termasuk kendala pengiriman dan kekurangan kontainer, kata analis. Karena tidak dapat mengetahui dengan pasti kapan dan bagaimana kopi akan diangkut, pembeli kemungkinan besar membeli terlalu banyak, memicu panic buying.

Menurut analis:

“Meskipun produksi kopi tidak terpengaruh oleh COVID dan masih ada ketidakpastian tentang potensi pertumbuhan permintaan pada tahun 2021, kami yakin penjualan kopi hijau bernasib lebih baik dari yang diperkirakan karena kopi secara langsung dipengaruhi oleh kelangkaan ketersediaan kontainer pada tahun 2021, membuat perusahaan melakukan pembelian berlebihan untuk menjamin produksi dan penjualan.”

Rabobank memperkirakan bahwa "panic buying" akan berhenti setelah Natal, tetapi yang tidak dapat diprediksi adalah cuaca di Brasil, yang merupakan produsen biji kopi arabika terbesar. Brasil dilanda cuaca kering dan beku musim lalu.

Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, mengatakan kepada CNBC awal bulan ini bahwa selama 12 bulan terakhir, “Berbagai macam bencana telah mengakibatkan adanya dorongan pada biji kopi kesayangan kita. “Pertanyaan untuk aksi harga di masa depan adalah seberapa besar kemungkinan bencana ini bisa bertahan,” kata Hansen.

“Saya rasa kita perlu fokus pada apa yang terjadi di Brasil tahun ini, di mana kita mengalami suhu rendah, musim salju yang sangat cepat yang melanda beberapa area penanaman kopi, kemudian kita juga mengalami periode kekeringan – ini telah membuat panen tahun 2022 dalam kondisi yang agak genting.”

Hansen menambahkan bahwa cuaca buruk ini akan mempengaruhi hasil akhir tahun ini, juga tahun 2022 dan bahkan berpotensi mempengaruhi hasil tahun 2023. “Kami mengalami reli kopi sekitar $3 per pon pada tahun 2011, ketika kami mengalami ketakutan karena keadaan di Brasil,” katanya.

“Dari data-data diatas tentunya pasar harus berspekulasi apakah kita dapat mencapai level itu sekali lagi, dan jika proyeksi selama beberapa bulan mendatang terus mengkonfirmasi perlambatan atau pengurangan produksi, maka risiko bahwa harga kopi kami menjadi lebih mahal sangat nyata.

“Saya rasa sekarang kami memiliki pasar yang, untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, mulai menunjukkan pengetatan.”

Maximillian Copestake, direktur eksekutif penjualan kopi Eropa di Marex, mengatakan kepada CNBC dalam sebuah wawancara terpisah bahwa kopi terlibat dalam "perlombaan harga besar yang sebagian besar didorong oleh dislokasi pengiriman."

“Selama lima hingga delapan tahun terakhir, kami memiliki pasokan [terkonsentrasi di] satu atau dua negara penghasil kopi besar yaitu Brasil dan Vietnam,” kata Copestake.

Dia menambahkan:

“Jika terjadi kerusakan di satu atau dikedua negara penghasil kopi tersebut, tiba-tiba pasar  menjadi panik dan mencoba untuk mendorong negara lain agar memproduksi kopi. Itulah prinsip dasarnya, kemudian problem lainnya adalah gangguan pengiriman. Jadi, neraca yang sudah ketat, yang seharusnya diperdagangkan dalam harga yang berpotensi reli di kemudian hari, telah ditekan lagi oleh gangguan pengiriman, yang telah kita alami.”

Copestake juga mencatat bahwa dibutuhkan sekitar dua tahun bagi produksi kopi untuk merespons perubahan harga. "Saya rasa kita belum bisa keluar dari permasalahan ini," katanya.

“Tetapi ketika harga sedang reli, Anda menyeret setiap kantong kopi yang tersedia di setiap gudang petani ke pasar untuk dikomersialkan, karena harganya sangat bagus. Jadi ada insentif untuk menanam lebih banyak, tetapi juga meminimalkan persediaan di tempat asalnya dan membawa persediaan itu ke tujuan. Saya rasa itulah yang sedang kami lalukan.”

Dia menambahkan bahwa dia memperkirakan harga akan tetap tinggi, atau setidaknya fluktuatif, kedepannya.

 

Mari Kita Lihat Kopi Secara Teknis

Coffee Weekly Chart
Coffee Weekly Chart

 

Sunil Kumar Dixit, kepala strategi teknis di skcharting.com, mencatat bahwa arabika telah diperdagangkan dalam kisaran $2,35 - $2,23 dengan bias bearish sejak pengambilan keuntungan pada level tertinggi 10 tahun di atas $2,52.

Memasuki Januari 2022, posisi Stochastic bearish arabica dari 28 - 48 pada chart mingguannya berada jauh dibawah Relative Strength Index 64. Ini tidak menjanjikan dimulainya kembali reli yang membawanya ke level tertinggi $2,52 tanpa koreksi terlebih dahulu, kata Dixit.

“Secara umum, menembus di atas $2,35 dapat membuat arabika melanjutkan tren naiknya untuk menguji ulang area $2,50,” katanya. “Menguji $2,52 juga diperlukan untuk memasuki zona bullish berikutnya di $2,64 - $2,90 dalam rentang Januari hingga Maret 2022.”

“Tetapi kelemahan di bawah $2,23 dapat memperpanjang koreksi arabika ke level $2,15 - $1,90. Itu juga harus diingat.”

Disclaimer: Barani Krishnan menggunakan berbagai pandangan dari luar untuk membawa keragaman dalam analisisnya tentang berbagai pasar. Untuk netralitas, ia terkadang menyajikan pandangan dan variabel pasar yang berbeda. Dia tidak memegang posisi pada komoditas dan sekuritas yang dia tulis.

Akankah Reli Besar Kopi Berlanjut hingga 2022?
 

Artikel Terkait

Akankah Reli Besar Kopi Berlanjut hingga 2022?

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar

Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar (1)
Andi Samsul Ancunk
Andi Samsul Ancunk 26/04/2022 1:22
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
selamat malam pak bagai prediksi harga kakao di tahun 2022
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email