Breaking News
Investing Pro 0
🚨 Data Pro Kami Tunjukkan Juara Musim Laporan Laba Akses Data

Akankah Emas Beruntung Coba Ketiga Kalinya Tembus $1.950 setelah Rilis PCE?

id.investing.com/analysis/akankah-emas-beruntung-ketiga-kalinya-tembus-1950-setelah-rilis-pce-200239498
Akankah Emas Beruntung Coba Ketiga Kalinya Tembus $1.950 setelah Rilis PCE?
Oleh Barani Krishnan/Investing.com   |  25/01/2023 21:42
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
 
XAU/USD
-2,49%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
DX
+1,23%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
Gold
-2,75%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
US10Y...
+-0,37%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
DXY
+1,22%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
  • Emas meleset dari target $1.950 kurang dari $10 sebanyak dua kali dalam minggu ini
  • Jika Indeks PCE hari Jumat menunjukkan penurunan inflasi yang berarti, emas bisa beruntung untuk ketiga kalinya
  • Dolar, imbal hasil obligasi juga perlu selaras turun, agar emas dapat mencapai $1.950 dan seterusnya

Emas berkisar $10 untuk menembus resisten $1.950 secara beruntun dalam dua sesi terakhir. Tes ketiga atau penembusan yang berhasil mungkin akan terjadi pada hari Jumat ketika Indeks PCE memberikan pembaruan terbaru mengenai inflasi AS.

Pertanyaannya adalah apakah dolar dan imbal hasil Treasury akan selaras untuk mendukung pengujian emas dan membentuk landasan yang kuat untuk bergerak melampaui $1.950.

Emas hampir mengalami perdagangan satu arah selama tiga bulan terakhir, naik dari level penutupan Oktober di $1.640,70 di COMEX berjangka ke settlement terakhir di $1926,12, tatkala dolar dan imbal hasil jatuh karena spekulasi penurunan suku bunga AS tahun ini dibandingkan 2022.

Spot Gold 4-Hour Chart
Spot Gold 4-Hour Chart

Grafik oleh SKCharting.com, dengan data yang didukung oleh Investing.com

Dalam situasi biasa, emas akan menjadi lindung nilai terhadap inflasi. Investor membelinya sebagai penyimpan nilai terhadap dolar, yang biasanya terkikis nilainya ketika harga barang dan jasa naik.

Namun, apa yang dialami ekonomi AS saat ini bukanlah hal yang biasa karena ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mengurangi - dan akhirnya menghentikan - kenaikan suku bunga tahun ini telah menjadi perdagangan No. 1 di seluruh pasar.

Hal ini telah menempatkan emas sebagai pusat perhatian pasar makro. Setiap penurunan dolar dan imbal hasil telah menjadi peluang untuk menawar logam mulia ini lebih tinggi. Data inflasi yang mendingin, dengan demikian, telah menjadi sekutu terbaik emas dibandingkan dengan lonjakan harga barang dan jasa yang biasanya menjadi alasan untuk membeli logam mulia.

Meski Indeks Harga Konsumen, atau IHK, merupakan tolok ukur inflasi yang lebih luas untuk Amerika dan dunia, Indeks PCE hari Jumat, yang merupakan data pengeluaran konsumsi pribadi, kebetulan merupakan pengukur inflasi yang lebih disukai oleh The Fed. Hal ini menjadikannya sama pentingnya dalam menentukan arah emas selanjutnya.

The Fed secara khusus melihat komponen "inti" dari data PCE yang menyajikan angka inflasi yang "lebih bersih" dengan menghilangkan harga makanan dan energi yang volatil. Para ekonom Wall Street telah cukup akurat dengan perkiraan mereka mengenai pertumbuhan PCE inti tahun ke tahun. Pada bulan Oktober dan November, perkiraannya untuk pertumbuhan masing-masing sebesar 5,0% dan 4,7% dari tahun ke tahun - persis seperti yang dilaporkan oleh Departemen Perdagangan AS. Untuk data bulan Desember yang akan dirilis pada hari Jumat, ekspektasinya adalah pertumbuhan sebesar 4,4%. Jika benar, ini akan menjadi angka inflasi inti tahunan terendah sejak Oktober 2021.

Dalam upaya untuk mengendalikan lonjakan harga, The Fed menambahkan 425 basis poin ke suku bunga AS sejak Maret melalui tujuh kenaikan suku bunga. Sebelumnya, suku bunga mencapai puncaknya hanya 25 basis poin, tatkala bank sentral memangkasnya menjadi hampir nol setelah wabah global COVID-19 pada tahun 2020. The Fed, yang memberikan empat kenaikan suku bunga jumbo berturut-turut sebesar 75 basis poin dari Juni hingga November, memberlakukan kenaikan 50 basis poin yang lebih moderat pada bulan Desember.

Keputusan suku bunga untuk rapat berikutnya pada 1 Februari, para ekonom memperkirakan bank sentral akan mengumumkan kenaikan yang lebih kecil sebesar 25 basis poin. Terakhir kali The Fed mengumumkan kenaikan 25 basis poin pada Maret 2022, pada awal siklus kenaikan suku bunga saat ini.

Analis di forum ForexLive mengatakan dalam catatan awal pekan ini bahwa PCE "akan menginformasikan ekspektasi untuk rapat Fed bulan Februari, di mana kenaikan suku bunga sebesar 25 bps diperkirakan akan terjadi."

Namun, jika data penting lainnya dalam Indeks PCE menyiratkan bahwa inflasi tetap tinggi, maka the Fed mungkin akan berpikir dua kali untuk memperlambat kenaikan suku bunga di bulan Februari, kata para analis di Credit Suisse. "Jika ada kejutan kenaikan dalam data PCE, maka peluang untuk 50 bps dapat meningkat sekali lagi," kata mereka dalam sebuah catatan.

Selain data PCE, angka awal untuk Produk Domestik Bruto AS kuartal IV, yang akan dirilis pada hari Kamis, dapat menjadi faktor lain yang menentukan arah emas menuju $1.950, meskipun diperkirakan akan memiliki tingkat pengaruh yang lebih rendah daripada angka inflasi. Sebagai informasi, PDB diperkirakan akan tumbuh hanya 2,6% pada kuartal terakhir tahun 2022 terhadap 3,2% pada kuartal III - elemen lain yang berpotensi bullish untuk emas, yang juga tumbuh subur di tengah pelemahan ekonomi AS.

Harga emas menjadi lebih tidak stabil pada bulan Januari dibandingkan dua bulan terakhir, tetapi hampir tidak kehilangan momentum kenaikannya, mengindikasikan bahwa buyer di pasar ini berharap besar pada kenaikan 25 bps pada 1 Februari.

Selama 48 jam terakhir, emas berjangka nyaris gagal menembus resisten $1.950 yang diperkirakan secara luas, mencapai level tertinggi sesi $1.943,80 pada hari Senin dan level puncak intraday di $1.940,65 pada hari Selasa.

Para analis mengantisipasi emas akan segera mencapai $1.970 dan $2.000, dalam perjalanan menuju apa yang diyakini banyak orang akan menjadi level tertinggi baru yang melewati rekor Agustus 2020 di $2.078 di COMEX dan $2.064,52 untuk emas spot.

Ahli strategi komoditas di TD Securities mengatakan "batasnya sudah rendah" bagi hedge fund emas untuk mengkatalisasi program pembelian lainnya. "Namun, arus perdagangan algoritma diperkirakan akan tetap terbatas dengan pembelian substansial hanya mungkin terjadi di atas kisaran $1.970."

Nick Cawley, ahli strategi logam mulia yang menulis blog di DailyFX, mengatakan bahwa dua rilis data AS yang penting minggu ini - mengacu pada angka PCE dan PDB - dapat membuat emas berada di jalur menuju kembalinya ke harga $2.000. "Keduanya berpotensi menggerakkan dolar AS secara tajam" lebih rendah, sarannya.

Jadi, di manakah posisi dolar dalam 24 jam ke depan untuk membantu emas melampaui target $1.950? Indeks Dolar Berjangka mencapai level terendah 101,545 di sesi pra-AS hari Rabu.

Dollar Index Futures 4-Hour Chart
Dollar Index Futures 4-Hour Chart

Kata Sunil Kumar Dixit, kepala strategi teknikal di SKCharting.com:

"DX perlu tetap berada di bawah 102 untuk melanjutkan jejak bearish. Pengujian ulang sementara di 102 dan pembalikan yang diikuti oleh penembusan support 101,38 dapat mendorong DX lebih rendah ke arah 101 dan mungkin 100,70 untuk menyiapkan panggung bagi emas mencapai $1.956-$1.968 dan bahkan $1.972."

Pada imbal hasil, patokan 10 tahun mencapai level terendah 3,447% di sesi pra-AS hari Rabu. Dixit mengatakan bahwa angkanya perlu turun ke 3,30%.

"Kenaikan sementara imbal hasil ke arah 3,50-3,55% mungkin akan berlangsung singkat, diikuti oleh penurunan dan penembusan di bawah level 3,45%. Hal itu dapat membawa imbal hasil ke 3,40-3,35%, bahkan 3,30%, yang akan kondusif untuk emas $1.950-$1.970."

10-Year Yield 4-Hour Chart
10-Year Yield 4-Hour Chart

Sedangkan untuk emas sendiri, harga spot dapat segera mencapai puncaknya di $1.972, pungkas Dixit.

"Pergerakan cepat pada hari Selasa menuju resisten $1.942 dan support $1.917, diikuti oleh settlement di atas $1.936 menunjukkan penegasan kelanjutan bullish yang menargetkan $1.968 dan $1.972.

Kisaran pergerakan minor adalah $1.952-$1.917, dengan $1.930-$1.935 sebagai kisaran tengah."

Ia juga menunjukkan bahwa sangat penting bagi emas untuk bertahan di atas support $1.920-$1.917 agar bisa mempertahankan tren naik. "Jika support ini gagal, penurunan ke $1.900 dan $1.880 akan dimulai."

Disclaimer: Barani Krishnan menggunakan berbagai pandangan di luar pandangannya sendiri untuk memberikan keragaman pada analisisnya untuk pasar mana pun. Sebagai netralitas, ia terkadang menyajikan pandangan-pandangan yang berlawanan dan variabel-variabel pasar. Ia tidak memiliki posisi dalam komoditas dan sekuritas yang ditulisnya.

Akankah Emas Beruntung Coba Ketiga Kalinya Tembus $1.950 setelah Rilis PCE?
 

Artikel Terkait

Akankah Emas Beruntung Coba Ketiga Kalinya Tembus $1.950 setelah Rilis PCE?

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar

Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email