Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

4 Saham yang Bisa Meroket jika Brexit Dibatalkan

Oleh Investing.com (Geoffrey Smith/Investing.com )Pasar Saham17/05/2019 14:45
id.investing.com/analysis/4-saham-yang-bisa-meroket-jika-brexit-dibatalkan-200212753
4 Saham yang Bisa Meroket jika Brexit Dibatalkan
Oleh Investing.com (Geoffrey Smith/Investing.com )   |  17/05/2019 14:45
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

pasar saham Inggris telah menjadi ladang ranjau, sejak negara tersebut memilih untuk meninggalkan Uni Eropa pada Juni 2016. Tetapi momentum politik di balik suara Brexit telah kandas: politisi telah gagal menemukan jalan meninggalkan pasar tunggal terbesar di dunia tanpa menghancurkan ekonomi Inggris. Akibatnya, beberapa bandar Inggris sekarang melihat setidaknya 30% kemungkinan Brexit dibatalkan sama sekali.

Hal tersebut akan mengangkat awan ketidakpastian atas pasar secara umum dan memicu setidaknya sebagian peringkat relatif UK terhadap pasar ekuitas lainnya. Menurut Bank of America Merrill Lynch, saldo bersih 28% dari fund manager adalah saham-saham dengan berat di bawah standar di bulan April, menjadikan mereka salah satu dari kelas aset yang paling 'kurang dimiliki' di dunia.

namun demikian, tidak semua saham akan mendapat manfaat yang sama. Sebagian, itu akibat efek dari nilai tukar: banyak blue-chips, seperti BP (NYSE:BP), (LON:BP) atau British American Tobacco (NYSE:BTI) dan (LON:BATS) yang berorientasi global, dengan sebagian besar pendapatan mereka dipesan dalam dolar. Dampaknya pada mereka adalah membatalkan Brexit menjadi tidak terlalu bagus..

Bagaimanapun, untuk perusahaan kecil yang lebih diarahkan pada ekonomi domestik, itu bisa menjadi momen penting. Berikut adalah empat saham yang patut diperhatikan jika orang Inggris akhirnya memutuskan untuk Bremain.

1. Grup Foxtons

Tiga tahun terakhir sulit bagi agen penjual yang berfokus di London seperti Foxtons Group (OTC:FXTGY)), (LON:FOXT)). Kecuali Brexit, sepertinya tidak ada yang bisa menggagalkan pasar perumahan London.

Foxtons
Foxtons

Harga-harga meraung kembali setelah Resesi Hebat sebagai tanggapan atas serangkaian kuat suku bunga nol, subsidi pemerintah, kekurangan pasokan, dan permintaan investasi yang tak pernah terpuaskan baik dari penduduk lokal maupun investor asing. Status London sebagai ibukota jasa keuangan Eropa menyediakan landasan permintaan yang kuat.

Akan tetapi, Brexit mengancam akan mengalihkan puluhan ribu pekerjaan para bankir ke kota-kota seperti Paris, Dublin dan Frankfurt, sementara reaksi menentang globalisasi — termasuk langkah-langkah untuk memeras lebih banyak pajak dari pembeli luar negeri — juga telah menghalangi pembeli. Pendapatan Foxtons tahun lalu turun 30% dari 2015, setahun penuh terakhir sebelum Brexit. Volume penjualan London secara keseluruhan turun lebih dari 20% sejak saat itu dan harga juga turun.

Rightmove
Rightmove

Disrupsi dari saingan daring Rightmove (OTC:RTMVY)), (LON:RMV), yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa minggu lalu, berarti masa kejayaan Foxton mungkin tidak akan pernah kembali, tetapi dengan turunnya saham sebesar 78% sejak 2015 dan permintaan tertahan tiga tahun di London menunggu untuk dibayar, ada ruang yang cukup untuk bangkit.

2. EasyJet

Maskapai murah terbesar kedua di Eropa, EasyJet (OTC:ESYJY), (LON:EZJ), yang mendasarkan setengah dari 300 armada pesawat berkekuatan 300 di Inggris, telah mengalami saham jatuh lebih dari 30% sejak pemungutan suara untuk meninggalkan Uni Eropa tiga tahun lalu. Brexit menghapus 12% dari daya beli mereka melalui nilai tukar pada tahun 2016; sejak itu pasar valuta asing secara konsisten memberi isyarat bahwa membatalkan Brexit akan menjadi hasil optimal untuk sterling. Tidak ada Brexit berarti pound yang lebih tinggi, biaya bahan bakar yang lebih rendah dan dengan demikian lebih banyak permintaan di Inggris.

Easyjet
Easyjet

Ini juga menghilangkan gangguan besar karena harus mengutak-atik struktur kepemilikan grup untuk memastikan bahwa maskapai dapat terus melayani pasar UE. International Airlines Group (LON:ICAG), induk dari British Airways, tentu saja telah bergelut dengan masalah kepemilikan yang sama, tetapi faktor Brexit lebih terkonsentrasi di EasyJet karena bergantung secara eksklusif pada penerbangan jarak pendek, terutama ke tujuan Uni Eropa.

3. Grup Perbankan Lloyds (LON:LLOY)

Pemilik dua nama bank besar Inggris — Lloyds dan Halifax — dan salah satu manajer aset terbesarnya, Scottish Widows, Lloyds (NYSE:LYG)), (LON:{{287|LLOY} }) ditempatkan dengan baik untuk mengambil untung dari segala benturan kepercayaan saat konsumen kembali ke pasar perumahan dan bisnis mencairkan rencana pengeluaran modal mereka. Saham pemberi pinjaman raksasa tersebut telah tenggelam sekitar 10% sejak pemilihan Brexit tiga tahun lalu.

Lloyds Banking Group
Lloyds Banking Group

Pedoman Bank Inggris menunjukkan bahwa ia akan segera menaikkan suku bunga jika ketidakpastian Brexit dihapus, sesuatu yang akan memberi Lloyds dan sektor perbankan Inggris pada umumnya beberapa ruang sambutan untuk ekspansi margin setelah satu dekade suku bunga mendekati nol. Royal Bank of Scotland (OTC:RBSPF)), (LON:RBS) berdiri untuk mendapatkan keuntungan dari faktor-faktor serupa, tetapi sudah diperdagangkan dengan kelipatan pendapatan yang lebih tinggi, dan sementara hasil dividennya 2,37 % kurang dari setengah saham Lloyds yang saat ini di 5,26%, RBS juga harus menavigasi saham yangbergantung karena pemerintah Inggris terus mengurangi saham yang diperolehnya selama dana talangan besar 2008 dan 2009.

4. Grup Restoran

Mengoperasikan rantai rumah makan casual dining di sektor yang semakin ditantang oleh layanan pengiriman online, Restaurant Group mungkin memiliki tantangan yang lebih sekuler daripada saham lainnya dalam daftar ini. Penjualan yang sebanding telah turun selama dua tahun berturut-turut dan sahamnya anjlok lebih dari 50% sejak pemilihan Brexit pada 2016.

Perusahaan itu berharap bahwa akuisisi mahalnya, yakni Asian-themed Wagamama tahun lalu dapat mengubah hal itu. Mereka menghadapi serah-terima yang menarik di atas, dengan Andy McCue yang dihormati meninggalkan kursi CEO untuk Andy Hornby, yang mendapatkan ketenaran karena mengendarai Lloyds (lihat di atas) ke pelukan bailout pemerintah pada tahun 2008, sebelum mengembalikan reputasinya di perjudian grup GVC.

Restaurant Group
Restaurant Group

Membatalkan Brexit akan membantu Restaurant Group dalam dua biaya input utama - membatasi harga makanan dan memastikan kumpulan tenaga kerja muda Eropa yang murah untuk mengelola dapurnya dan menerima pesanan pelanggan. Kelemahan Sterling dan pengetatan pasar tenaga kerja berarti bahwa upah dan biaya pembelian saja menambah 17 juta pound ke pengeluaran operasional pada 2018.

*Berbeda dengan saham lain yang disebutkan di sini, Restaurant Group tidak memiliki tanda terima penyimpanan yang terdaftar di AS. Itu berarti bahwa investor yang berbasis di AS perlu memastikan bahwa mereka dapat memegang saham yang terdaftar di AS secara langsung.

4 Saham yang Bisa Meroket jika Brexit Dibatalkan
 

Artikel Terkait

Ellen May
Apakah IHSG Bisa Bertahan di Hari Senin? Oleh Ellen May - 29/11/2021

Apakah IHSG bisa bertahan di hari Senin?Dunia dikejutkan dengan munculnya varian baru virus corona yang diprediksi mampu mengurangi efektivitas vaksin yang ada saat ini.Pasar...

4 Saham yang Bisa Meroket jika Brexit Dibatalkan

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email