Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Tingkatkan Sekarang

3 Saham Peluang ‘Beli’ Kala Fed Naikkan Suku Bunga dalam Inflasi Tinggi & Resesi

id.investing.com/analysis/3-saham-peluang-beli-kala-fed-naikkan-suku-bunga-dalam-inflasi-tinggi--resesi-200237478
3 Saham Peluang ‘Beli’ Kala Fed Naikkan Suku Bunga dalam Inflasi Tinggi & Resesi
Oleh Jesse Cohen/Investing.com   |  28/07/2022 20:54
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
 
COP
-1,38%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
IXIC
-0,60%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
PXD
-1,71%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
NG
+2,75%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
CL
+0,99%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
PEP
-0,04%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
  • Fed AS menaikkan suku bunga 75 basis poin
  • Kekhawatiran meningkat atas pengetatan agresif bisa dorong ekonomi ke dalam resesi
  • Potensi masuk Pepsico, Citigroup, dan Pioneer Natural Resources

Wall Street akan berada di salah satu tahun terburuk dalam sejarah karena investor khawatir terhadap strategi Federal Reserve AS untuk memerangi inflasi yang terus tinggi.

Dow Jones Industrial Average turun 12,6% tahun ini saat ditulis, sedangkan S&P 500 dan NASDAQ Composite masing-masing turun sebesar 17,7% dan 26%.

Dow, S&P, NASDAQ Daily
Dow, S&P, NASDAQ Daily


Bank sentral AS telah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 150 basis poin (bps) sepanjang tahun ini dan kemungkinan ada kenaikan lebih lanjut. Ini juga akan terus mengurangi neraca keuangan senilai $9 triliun, menambah pengetatan kebijakan di pasar yang jauh lebih bergejolak daripada terakhir kali Fed menyusutkan portofolio obligasinya.

Berikut adalah 3 perusahaan yang siap untuk naik dalam beberapa bulan mendatang.

PepsiCo

  • Kinerja Tahun Ini: -1,1%
  • Kapitalisasi Pasar: $237,1 miliar

PepsiCo (NASDAQ:PEP) adalah salah satu perusahaan minuman dan makanan ringan global terbesar yang terkenal karena memproduksi Pepsi Cola, serta berbagai macam makanan ringan.

Kami yakini bahwa saham perusahaan bisa dibeli, yang berbasis di New York tersebut akan berkinerja baik karena investor menumpuk investasi ke sektor defensif daripada sektor kebutuhan pokok konsumen untuk menghindari volatilitas.

PEP Daily
PEP Daily



Bisnisnya telah berkinerja baik dan melaporkan hasil pendapatan kuartal II pada 12 Juli yang melampaui ekspektasi konsensus. Perusahaan juga meningkatkan prospek penjualan setahun penuh dengan mengatakan permintaan kuat dan ada ruang untuk kenaikan harga meskipun terjadi volatilitas makroekonomi dan geopolitik yang sedang berlangsung,

Kini perusahaan telah mencapai atau melampaui ekspektasi laba Wall Street di setiap kuartal sejak kuartal I 2012, menyoroti kekuatan dan ketahanan bisnisnya. Tidak mengherankan, sebagian besar analis yang disurvei oleh Investing.com menyematkan saham Pepsi dengan rating 'beli' atau 'tahan'.

PEP Price Target
PEP Price Target


Target harga rata-ratanya $180,94 memberikan PEP tersirat naik 5,3%.

Model kuantitatif InvestingPro menunjukkan kenaikan harga saham sebesar 10,5% dari level saat ini.

PEP Fair Value
PEP Fair Value



Rasio P/E Pepsi sebesar 25,5 berada pada diskon moderat dengan perusahaan terkenal lain, termasuk Coca-Cola (NYSE:KO) dan Kraft Heinz (NASDAQ:KHC).

Ini juga merupakan saham dividen berkualitas yang saat ini menawarkan pembayaran kuartalan sebesar $1,15 per saham, yang menyiratkan imbal hasil tahunan 2,68%.

Citigroup

  • Kinerja Tahun Ini: -14,9%
  • Kapitalisasi Pasar: $99,5 miliar

Citigroup (NYSE:C), yang layanan keuangan utamanya meliputi perbankan konsumen, perbankan investasi, dan manajemen kekayaan, dianggap sebagai salah satu lembaga perbankan 'Empat Besar' AS, bersama dengan JPMorgan Chase (NYSE:JPM), Bank of America (NYSE:BAC), dan Wells Fargo (NYSE:WFC).

Megabank yang berbasis di New York itu, yang memiliki aset lebih dari $23,6 triliun, menyediakan berbagai produk dan layanan keuangannya kepada konsumen global, perusahaan, pemerintah, dan institusi.

Saham Citigroup mendapat keuntungan dari prospek kenaikan suku bunga agresif jangka pendek Fed. Dalam lingkungan suku bunga yang lebih tinggi, bank cenderung meningkatkan pengembalian bunga yang diperoleh pemberi pinjaman dari produk pinjaman mereka, atau margin bunga bersih.

C Daily
C Daily



Hasil kuartal II bank jauh melebihi ekspektasi konsensus karena diuntungkan oleh suku bunga yang lebih tinggi. CEO Jane Fraser mengatakan:

“Dalam lingkungan makro dan geopolitik yang menantang, tim kami memberikan hasil yang solid dan kami berada dalam posisi yang kuat untuk menghadapi masa-masa yang tidak pasti, mengingat tingkat likuiditas, kualitas kredit, dan cadangan kami.”

Berdasarkan survei Investing.com, rekomendasi konsensus untuk C adalah 'outperform' dengan keyakinan yang cukup tinggi.

C Price Target
C Price Target


Analis memperkirakan potensi kenaikan sekitar 15,5% dari level saat ini. Nilai wajar rata-rata untuk saham Citigroup di InvestingPro adalah 48,3%, lebih tinggi dari nilai pasar saat ini.

C Fair Value
C Fair Value

Raksasa perbankan, dengan rasio P/E yang relatif murah sebesar 6,6, menawarkan dividen tahunan sebesar $2,04 per saham dengan imbal hasil 3,97%, dua kali lipat lebih hasil tersirat untuk S&P 500, yang saat ini sebesar 1,52%.

Pioneer Natural Resources

  • Kinerja Tahun Ini: +20,2%
  • Kapitalisasi Pasar: $52,9 miliar

Pioneer Natural Resources (NYSE:PXD) menjadi salah satu perusahaan eksplorasi dan produksi minyak serpih dan gas alam terbesar di AS, dengan operasi utama berlokasi di Midland tengah dari Permian Basin di West Texas. Operasi bisnis inti meliputi eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak mentah, gas alam, dan cairan gas alam.

Saham perusahaan energi berbasis di Irving, Texas yang berkembang pesat tersebut telah mengungguli pasar yang lebih luas dengan selisih yang lebar dalam beberapa bulan terakhir, melonjak 20% pada 2022 di tengah reli dramatis dalam harga minyak dan gas.

Saham PXD naik ke level tertinggi sepanjang masa di $288,46 pada 31 Mei silam. Di level saat ini, Pioneer adalah produsen energi AS terbesar keenam, di belakang ExxonMobil (NYSE:XOM), Chevron (NYSE: CVX), ConocoPhillips (NYSE:COP), EOG Resources (NYSE:EOG), dan Occidental Petroleum (NYSE:OXY).

PXD Daily
PXD Daily



Terlepas dari kinerjanya yang kuat dari tahun ke tahun, Pioneer tetap menjadi salah satu nama terbaik untuk dimiliki di tengah pemulihan yang sedang berlangsung di sektor minyak dan gas AS. Perusahaan punya posisi yang baik untuk mendapatkan keuntungan dari operasi utama Permian, sambil memanfaatkan harga minyak dan gas yang tinggi.

Analis umumnya tetap bullish pada Pioneer, mengutip prospek jangka panjangnya yang kuat. Dalam survei Investing.com, sebagian besar saham PXD dinilai sebagai 'beli'.

PXD Price Target
PXD Price Target


Di antara analis yang disurvei, saham memiliki potensi kenaikan sekitar 32%.

Nilai wajar rata-rata untuk saham PXD di InvestingPro mencapai $328,90, potensi kenaikan sebesar 50,5%.

PXD Fair Value
PXD Fair Value


Pioneer akan merilis hasil keuangan terbarunya setelah pasar AS ditutup pada Senin, 8 Agustus mendatang. Konsensus menyiratkan pertumbuhan laba per saham (EPS) lebih dari 200% yoy menjadi $8,79. Pendapatan diperkirakan akan melonjak 99% yoy menjadi $6,81 miliar.

Investor akan senang mendengar jika Pioneer berencana untuk mengembalikan lebih banyak uang kepada para pemegang saham dalam bentuk peningkatan pembayaran dividen khusus dan dividen reguler, serta pembelian kembali saham.

Produsen energi saat ini menawarkan imbal hasil yang sangat tinggi sebesar 7,97%.

Disclaimer: Pada saat penulisan, Jesse memiliki saham di $PXD. Pandangan yang dibahas dalam artikel ini semata-mata merupakan pendapat penulis dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi.

3 Saham Peluang ‘Beli’ Kala Fed Naikkan Suku Bunga dalam Inflasi Tinggi & Resesi
 

Artikel Terkait

3 Saham Peluang ‘Beli’ Kala Fed Naikkan Suku Bunga dalam Inflasi Tinggi & Resesi

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email