Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

3 Saham Defensif Pemberi Dividen dan Layak Dipertimbangkan Ketika Risiko Stagflasi Meningkat

Oleh Investing.com (Jesse Cohen/Investing.com)Pasar Saham12/05/2022 17:01
id.investing.com/analysis/3-saham-defensif-pemberi-dividen-dan-layak-dipertimbangkan-ketika-risiko-stagflasi-meningkat-200236660
3 Saham Defensif Pemberi Dividen dan Layak Dipertimbangkan Ketika Risiko Stagflasi Meningkat
Oleh Investing.com (Jesse Cohen/Investing.com)   |  12/05/2022 17:01
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

 

  • Kekhawatiran atas inflasi yang melonjak, pertumbuhan ekonomi yang melambat, dan kenaikan suku bunga telah menjadi pendorong utama sentimen pasar dalam beberapa bulan terakhir.

  • Dalam artikel ini, kami menyoroti tiga perusahaan yang relatif aman di tengah ancaman stagflasi yang menjulang, berkat fundamental mereka yang kuat, valuasi yang wajar, dan pembayaran dividen yang terus meningkat.

  • Mempertimbangkan hal itu, Kellogg, Duke Energy, dan Dollar General dapat menjadi pilihan terbaik.

  • Anda dapat mencoba InvestingPro+, yang menyediakan alat, data, dan konten yang dapat membantu Anda membuat keputusan investasi yang lebih baik.

Saham-saham di Wall Street telah mengalami salah satu awal terburuk dalam sejarah mereka di tahun ini karena meningkatnya risiko stagflasi. Risiko stagflasi adalah inflasi tinggi yang terus-menerus ditambah dengan pertumbuhan ekonomi yang stagnan.

Dow Jones Industrial Average turun 11,4% year-to-date, sedangkan indeks tolok ukur S&P 500 dan NASDAQ Composite turun masing-masing sebesar 16% dan 24,4%.

Saat Wall Street melanjutkan pergerakannya yang naik turun, tiga saham di bawah ini berada pada posisi yang baik untuk mengatasi gejolak pasar yang sedang berlangsung karena investor bergegas untuk melindungi diri mereka dari prospek melemahnya ekonomi.

 

1. Kellogg

  • Rasio P/E: 16.6

  • Kapitalisasi Pasar: $24.6 Miliar

  • Kinerja Year-To-Date: +13.2%

The Kellogg Company (NYSE:K) adalah salah satu perusahaan manufaktur makanan terbesar di dunia, terkenal karena memproduksi sereal dan makanan ringan, seperti keripik kentang, kerupuk, dan kue kering.

Beberapa mereknya yang paling dikenal termasuk Corn Flakes, Froot Loops, Rice Krispies, Frosted Flakes, Pringles, Cheez-It, dan Eggo waffle.

Sementara penurunan tajam telah menghantam perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tinggi yang tidak menguntungkan sejak awal tahun, area defensif dari sektor kebutuhan pokok konsumen mengalami keuntungan yang mengesankan, karena banyak investor yang berinvestasi pada saham yang cenderung berkinerja baik dalam situasi stagflasi.

Dengan rasio P/E 16,6, Kellogg—yang sahamnya naik sekitar 13% year-to-date—hadir dengan diskon yang ekstrem jika dibandingkan dengan rekan-rekannya yang terkenal, seperti Kraft Heinz (NASDAQ:KHC), General Mills (NYSE:GIS), dan Hormel Foods (NYSE:HRL).

Produsen makanan kemasan juga merupakan saham dividen yang berkualitas. K saat ini menawarkan pembayaran triwulanan sebesar $0,58 per saham, yang menyiratkan dividen tahunan sebesar $2,32 dengan imbal hasil 3,11%, salah satu yang tertinggi di sektor ini.

K Daily Chart
K Daily Chart

Saham K naik menjadi $75,52 pada hari Selasa, level terbaik mereka sejak Februari 2017, sebelum mengakhiri sesi di $72,93, penilaian perusahaan yang berbasis di Battle Creek, Michigan ini sebesar $24,6 miliar.

Sebagai tanda seberapa baik kinerja bisnisnya saat ini, Kellogg melaporkan laba dan penjualan kuartal pertama yang melampaui ekspektasi konsensus pada 6 Mei, berkat permintaan yang kuat untuk berbagai macam makanan ringan.

Kellogg juga meningkatkan prospek penjualan organik setahun penuh untuk tahun 2022 dan mengatakan berencana untuk mempercepat laju kenaikan harga di tengah melonjaknya biaya dan kekurangan pasokan.

Tidak mengherankan, K bisa melihat peningkatan sekitar 16,5% dalam 12 bulan ke depan, menurut model InvestingPro, membawanya lebih dekat ke nilai wajarnya sebesar $84,95 per saham.

K Fair Value Estimates
K Fair Value Estimates

Sumber: InvestingPro

 

2. Duke Energy

  • Rasio P/E: 22.4

  • Kapitalisasi Pasar: $83.8 Miliar

  • Kinerja Year-To-Date: +3.8%

Ketika investor resah dengan cepatnya kenaikan inflasi, lambatnya pertumbuhan ekonomi, dan kenaikan suku bunga, Duke Energy (NYSE:DUK), salah satu utilitas listrik dan gas alam terbesar di AS, memiliki potensi untuk memberikan keuntungan yang kuat di bulan-bulan mendatang.

Saham perusahaan defensif yang produk dan layanannya penting bagi kehidupan masyarakat sehari-hari, seperti penyedia utilitas, cenderung unggul di saat pertumbuhan ekonomi yang sangat rendah dan inflasi yang melonjak.

Selain itu, Duke saat ini menawarkan dividen triwulanan yang relatif tinggi sebesar $0.9850 per saham. Ini mewakili dividen tahunan sebesar $3,94 dan imbal hasil 3,56%, menjadikannya investasi yang sangat menarik saat ini.

Sebagai perbandingan, imbal hasil pada tolok ukur Treasury 10 tahun AS berada di sekitar 3%, sedangkan imbal hasil tersirat untuk S&P 500 saat ini berada di 1,55%.

DUK Daily Chart
DUK Daily Chart

DUK mengakhiri sesi Selasa di $108,91, mendekati tertinggi sepanjang masa baru-baru ini di $116,33 yang dicapai pada 21 April. Saat ini, perusahaan yang berbasis di Charlotte, Carolina Utara—yang naik sekitar 4% year-to-date—memiliki kapitalisasi pasar sebesar $83,8 miliar.

Duke Energy melaporkan laba penyesuaian kuartal pertama sebesar $1,30 per saham pada 9 Mei, sedikit di bawah perkiraan konsensus sebesar $1,34.

Pendapatan naik sekitar 16% year-over-year menjadi $7,1 miliar, berkat penjualan yang kuat dari segmen gas dan listrik serta bisnis energi terbarukan. Analis memperkirakan penjualan Kuartal I sebesar $5,7 miliar.

Penyedia utilitas ini juga telah menegaskan kembali kisaran panduan pendapatan yang disesuaikan setahun penuh dari $5,30 hingga $ 5,60 per saham, serta tingkat pertumbuhan pendapatan per saham jangka panjang antara 5% hingga 7% hingga 2026.

Pada titik harga di bawah $110, DUK hadir dengan diskon yang moderat menurut analis yang disurvei oleh Investing.com, yang menunjukkan kenaikan lebih dari 6% dalam saham Duke dari level saat ini hingga 12 bulan ke depan.

DUK Consensus Estimates
DUK Consensus Estimates

Sumber: Investing.com

 

3. Dollar General

  • Rasio P/E: 22.7

  • Kapitalisasi Pasar: $52.04 Miliar

  • Kinerja Year-To-Date: -3.5%

Ketika kekhawatiran mulai meningkat bahwa ekonomi AS akan mencapai masa sulit di bulan-bulan mendatang, Dollar General (NYSE:DG), yang mengoperasikan lebih dari 18.000 toko di 44 negara bagian, muncul sebagai pilihan saham nilai yang sangat baik bagi investor yang ingin melakukan lindung nilai dalam menghadapi volatilitas lebih lanjut.

Perusahaan ritel diskon terbesar di AS sebagian besar menjual bahan makanan, perlengkapan rumah tangga, dan produk perawatan pribadi dengan harga terendah. Perusahaan ini telah secara terbuka menggambarkan pelanggan inti mereka sebagai rumah tangga yang berpenghasilan kurang dari $35.000, menggarisbawahi status perusahaan sebagai perusahaan yang tahan resesi.

Saham DG, yang turun 3,5% year-to-date, naik ke level tertinggi sepanjang masa di $262,20 pada 21 April. Pada penutupan sesi tadi malam, DG mencapai $227,50, memberikan pengecer diskon yang berbasis di Goodlettsville, Tennessee ini, kapitalisasi pasar sebesar $52,04 miliar.

DG Daily Chart
DG Daily Chart

Upaya berkelanjutan Dollar General untuk mengembalikan lebih banyak uang kepada pemegang saham dalam bentuk pembayaran dividen yang lebih tinggi dan pembelian kembali saham menjadikannya kandidat yang lebih mungkin untuk unggul di bulan-bulan mendatang.

Perusahaan baru-baru ini meningkatkan dividen tunai triwulanan sebesar 31% menjadi $0,55 per saham. Peningkatan ini mewakili dividen tahunan sebesar $2,20 dan imbal hasil sekitar 1%.

Memang, saham DG saat ini undervalue menurut model InvestingPro dan bisa mengalami kenaikan sebesar 9,5% dalam 12 bulan ke depan dengan nilai wajarnya $249,16.

DG Fair Value Estimates
DG Fair Value Estimates

Sumber: InvestingPro

Dollar General, yang melaporkan laba dan pendapatan yang beragam pada kuartal sebelumnya, tetapi memperkirakan penjualan setahun penuh yang lebih baik dari perkiraan, selanjutnya akan melaporkan hasil keuangan menjelang bel pembukaan pada hari Kamis, 26 Mei. Konsensus memperkirakan laba per saham kuartal pertama sebesar $2,35 dengan pendapatan sebesar $8,7 miliar.

Mungkin yang lebih penting adalah, prospek Dollar General untuk sisa tahun 2022 akan menjadi fokus karena berkaitan dengan dampak berkelanjutan dari kenaikan inflasi yang semakin cepat, masalah rantai pasokan yang masih ada, kenaikan biaya bahan baku, kekurangan tenaga kerja, serta potensi perubahan perilaku konsumen.

Membuat keputusan yang tepat pada pasar saat ini memang lebih sulit dari sebelumnya. Yang disebabkan oleh tantangan-tantangan ini:

  • Inflasi

  • Gejolak geopolitik

  • Gangguan teknologi

  • Kenaikan suku bunga

Untuk menanganinya, Anda memerlukan data yang baik, alat yang efektif untuk memilah-milah data, dan wawasan agar dapat mengerti arti dari semuanya itu. Anda perlu menghilangkan emosi dan fokus pada investasi dan fundamental.

Untuk melakukan semuanya itu, Anda peru InvestingPro+, yang menyediakan semua data dan alat profesional yang Anda butuhkan untuk membuat keputusan investasi yang lebih baik. Untuk mengetahui lebih lanjut

 

 

3 Saham Defensif Pemberi Dividen dan Layak Dipertimbangkan Ketika Risiko Stagflasi Meningkat
 

Artikel Terkait

3 Saham Defensif Pemberi Dividen dan Layak Dipertimbangkan Ketika Risiko Stagflasi Meningkat

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email