Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

3 Kebijakan Energi Utama AS Dan Bagaimana Mereka Dapat Mempengaruhi Harga Minyak

Oleh Ellen R. Wald, Ph.D.Komoditas18/06/2021 08:43
id.investing.com/analysis/3-kebijakan-energi-utama-as-dan-bagaimana-mereka-dapat-mempengaruhi-harga-minyak-200230681
3 Kebijakan Energi Utama AS Dan Bagaimana Mereka Dapat Mempengaruhi Harga Minyak
Oleh Ellen R. Wald, Ph.D.   |  18/06/2021 08:43
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Tepat setelah pelantikan Presiden Joe Biden pada Januari 2021, saya membahas beberapa kebijakan energi yang mungkin diberlakukan pemerintahannya dan apa dampaknya terhadap pasar minyak.

WTI Weekly Chart
WTI Weekly Chart

Enam bulan kemudian, dengan harga Brent dengan cepat mendekati $75 per barel dan WTI mendekati $73 per barel (harga tertinggi sejak Oktober 2018), sekarang adalah saat yang tepat untuk menilai sejauh mana tiga serangkai kebijakan Biden mempengaruhi pasar minyak, dan apa yang dapat kita harapkan di masa depan.

1. Mencabut izin pipa Keystone XL (JK:EXCL)

Sehari setelah peresmian, pemerintah Biden mencabut izin pipa Keystone XL. Pengerjaan pipa segera dihentikan, mengakibatkan ratusan kontraktor di PHK.

Awalnya, ada pembicaraan bahwa provinsi Alberta dan TC Energy (NYSE:TRP), perusahaan yang membangun pipa, mungkin meminta ganti rugi dari pemerintahan Biden.

Pada bulan Maret, 21 negara bagian mengajukan gugatan terhadap pemerintahan Biden atas pembatalan tersebut. Namun, TC Energy baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka membatalkan proyek untuk selamanya, sehingga tindakan hukum apa pun dapat diperdebatkan.

Pada saat itu, tidak ada dampak nyata pada harga minyak, mungkin karena pipa belum dibangun. Namun, harga minyak dan bensin dapat terpengaruh, jika pemerintahan Biden mencoba menutup jaringan pipa domestik yang ada. Seperti yang kita lihat bulan lalu, gangguan pada Saluran Pipa Kolonial yang cukup singkat menyebabkan harga bensin melonjak di banyak negara bagian di Amerika Serikat bagian timur dan menyebabkan kekurangan bensin dan solar.

Pengadilan Banding Minnesota baru-baru ini menguatkan putusan yang akan memungkinkan perusahaan pipa Kanada Enbridge (NYSE:ENB) untuk memperluas pipa Jalur 3 yang membawa minyak dari Alberta ke Wisconsin. Pipa sedang diperluas untuk dapat memindahkan 760.000 bph minyak dan harus selesai pada kuartal keempat tahun 2021.

Demikian pula, seorang hakim federal memberikan izin untuk Dakota Access Pipeline untuk terus beroperasi selama peninjauan lingkungan, yang diperkirakan akan memakan waktu hingga Maret 2022.

Harga minyak diperkirakan akan naik jika dua kasus pengadilan ini melawan perusahaan-perusahaan pipa ini.

Ada kemungkinan bahwa kita bisa melihat kebijakan anti-pipa yang lebih agresif dari pemerintahan Biden, terutama jika timnya merasa perlu untuk menenangkan beberapa anggota Partai Demokrat yang radikal terhadap anti-fosil.

2. Moratorium sewa minyak dan gas baru di tanah dan perairan federal

Langkah lain yang relatif cepat dilakukan oleh pemerintahan Biden setelah menjabat adalah menangguhkan penerbitan izin pengeboran minyak dan gas baru di tanah yang dimiliki pemerintahan federal. Ini diputuskan sambil menunggu tinjauan proses perizinan.

Setengah tahun kemudian, pemerintah masih belum mengeluarkan pedoman baru tentang perizinan. Pada saat pertama kali diumumkan, pergerakan pasar masih normal. Harga minyak masih rendah, dan banyak pengebor yang sudah mengantongi izin.

Namun, sejak saat itu, menjadi jelas bahwa keputusan ini sebenarnya mendorong harga minyak naik, karena berdampak pada kemauan perusahaan minyak AS untuk mengebor sumur baru.

Menurut survei perusahaan minyak domestik yang dilakukan oleh Federal Reserve Bank of Dallas, 58% eksekutif melaporkan kekhawatiran bahwa "semakin ketat peraturan Federal akan membuat bisnis mereka semakin tidak menguntungkan."

Dan sebagai hasilnya, harga minyak terdorong lebih tinggi. Permintaan minyak yang lebih tinggi dan keputusan OPEC+ untuk mempertahankan kuota produksi minyak juga menambah tailwind pada eskalasi harga.

Awal pekan ini, seorang hakim federal di Louisiana mengeluarkan perintah awal untuk menghentikan moratorium administrasi Biden dalam mengeluarkan sewa minyak dan gas baru. Menanggapi gugatan yang diajukan oleh 13 negara bagian, hakim mengatakan bahwa Biden tidak memiliki wewenang hukum untuk menghentikan penyewaan tanah federal untuk pengeboran minyak dan gas tanpa persetujuan Kongres.

Tetapi trader tidak boleh melihat ini sebagai kemenangan bagi perusahaan minyak. Bahkan, kecil kemungkinan pengeboran akan meningkat berdasarkan putusan ini.

Perusahaan minyak tidak yakin tentang masa depan. Ini semua telah memperumit peraturan bagi perusahaan minyak dan menciptakan lebih banyak ketidakstabilan.

Perusahaan umumnya tidak mau berinvestasi untuk memperluas operasi ketika menghadapi ketidakpastian peraturan. Jangan berharap harga minyak turun berdasarkan putusan ini.

3. Mengekang emisi metana

Januari lalu, pemerintahan Biden mengarahkan EPA dan mengusulkan aturan yang akan menangguhkan, merevisi, atau membatalkan pencabutan aturan metana Obama oleh pemerintahan Trump. Aturan ini mengharuskan perusahaan untuk memantau operasi hulu dan tengah untuk mengecek kebocoran metana.

Aturan baru ini diharapkan akan siap pada bulan September, tetapi tidak jelas apakah itu hanya akan mengembalikan aturan Obama, atau akan mengusulkan peraturan yang lebih ketat.

Jika hanya kembali ke aturan era Obama, sebagian besar perusahaan minyak dan gas besar tidak akan terpengaruh karena mereka telah menyesuaikan praktik mereka agar sesuai dengan hukum yang berlaku. Namun, perusahaan minyak yang lebih kecil akan merasakan beban karena mereka akan dipaksa untuk berinvestasi dalam sistem pemantauan yang mahal.

Pengembalian ke aturan sebelumnya tidak akan berdampak pada pasokan minyak dan gas pada saat ini, karena penurunan harga minyak tahun lalu membantu membersihkan industri dari perusahaan yang lebih lemah dan bangkrut.

Namun, aturan metana yang lebih ketat dari Obama dapat berdampak pada semua perusahaan. Akibatnya, aturan yang lebih keras dapat berdampak pada investasi masa depan dalam pengeboran baru, sehingga membatasi pasokan dari AS kedepannya dan mendorong harga minyak lebih tinggi.

Pemerintahan Biden tidak sepenuhnya bertanggung jawab atas kenaikan harga minyak dan gas saat ini. Meningkatnya permintaan minyak dan kebijakan OPEC+ pun berakibat pada kenaikan harga minyak.

Tetapi kebijakan Biden berperan dalam menjaga produksi minyak di AS agar tidak tumbuh, yang kemungkinan dampaknya akan bisa dirasakan selama berbulan-bulan, bukan berhari-hari.

Ketidakpastian peraturan membuat perusahaan ragu untuk berinvestasi dalam pengeboran baru atau infrastruktur baru, dan ini memiliki implikasi nyata terhadap harga minyak.


3 Kebijakan Energi Utama AS Dan Bagaimana Mereka Dapat Mempengaruhi Harga Minyak
 

Artikel Terkait

3 Kebijakan Energi Utama AS Dan Bagaimana Mereka Dapat Mempengaruhi Harga Minyak

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email