😎 Sale Tengah Tahun Eksklusif - Hemat hingga 50% pilihan saham dari AI InvestingProAMBIL SALE

2 Saham Dividen yang Kaya Tunai Untuk Melawan Risiko Resesi AS yang Tumbuh

Diterbitkan 13/05/2022, 18/33
KO
-
MRK
-
PFE
-
ABBV
-
XLP
-

 

  • Deutsche Bank memprediksi pengetatan moneter paling agresif sejak 1980-an

  • Perusahaan yang kaya akan uang tunai dan dalam sejarahnya dapat membayar dividen adalah pasar teraman

  • Saham dividen dari industri di segmen kebutuhan pokok konsumen dan perawatan kesehatan paling tidak terpengaruh oleh memburuknya keadaan ekonomi

  • Mencari lebih banyak saham peringkat teratas untuk ditambahkan ke portofolio Anda? Anggota InvestingPro+ mendapatkan akses eksklusif ke penelitian, data, dan saham-saham yang secara professional telah disaring. Untuk mengetahui lebih lanjut

Hancurnya pasar ekuitas global yang menghapus $11 triliun sejak akhir Maret adalah tanda kuat bahwa ekonomi AS sedang menuju penurunan luar biasa setelah upaya pascapandemi yang dilakukan Fed.

Menurut perkiraan Deutsche Bank, Federal Reserve kemungkinan akan perlu melakukan siklus pengetatan moneter paling agresif sejak 1980-an untuk mendinginkan inflasi yang telah mencapai tertinggi empat dekade saat ini.

Oleh karena itu, Goldman Sachs menghitung bahwa risiko ekonomi terbesar dunia tergelincir ke dalam resesi selama dua tahun ke depan, saat ini berada disekitar 35%.

Dalam keadaan ekonomi yang tidak pasti seperti itu, hampir tidak mungkin untuk menghindari risiko di pasar ekuitas, yang mungkin dilakukan adalah meminimalkan risikonya. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mendiversifikasi portofolio Anda dan memasukkan perusahaan defensif yang kaya akan uang tunai yang memiliki rekam jejak yang baik dalam membayar dividen di saat-saat baik dan buruk.

Saham dividen dari industri seperti utilitas, telekomunikasi, dan kebutuhan pokok konsumen, adalah yang paling tidak terpengaruh oleh memburuknya keadaan ekonomi karena konsumen harus mempunyai produk-produk ini.

Ketahanan layanan dan produk mereka sangat menarik bagi investor yang khawatir Fed tidak akan mampu memerangi inflasi tanpa secara signifikan meningkatkan pengangguran.

Di bawah ini kami telah memilih dua saham dividen untuk Anda pertimbangkan:

 

1. Coca-Cola

Perusahaan raksasa makanan dan minuman yang berbasis di Atlanta Coca-Cola (NYSE:KO) adalah perusahaan yang sangat tahan terhadap resesi dan kaya akan uang tunai yang telah mengeluarkan cek dividen selama lebih dari satu abad. Rekam jejak yang mengesankan ini menunjukkan kekuatan mereknya dan kemampuannya untuk bertahan di masa ekonomi terberat. KO ditutup Selasa di $64,01.

 

Bukti terbaru dari kombinasi unik ini datang bulan lalu ketika Coca-Cola merilis laporan pendapatan kuartal pertama. Permintaan minuman perusahaan rebound kuat setelah hampir dua tahun merosot yang dipicu oleh pandemi.

Pembuat Sprite, Fanta, dan Simply ini melaporkan pendapatan sebesar $10,5 miliar, menghasilkan pertumbuhan lebih dari 18% year-over-year, sesuai dengan ekspektasi analis.

Dan Coke tidak sendirian. Menurut FactSet, hampir 90% dari perusahaan kebutuhan pokok konsumen yang telah melaporkan musim ini telah mencatat keuntungan di atas perkiraan analis. Di seluruh industri dalam indeks, angka itu hampir mencapai 80%.

Sebagai bagian dari dorongan untuk tumbuh melampaui merek mereka dan menjadi "total sebuah perusahaan minuman", Coke mengakuisisi perusahaan minuman pemula untuk dapat mengikuti keinginan klien yang sadar akan kesehatan dan menemukan area pertumbuhan baru. Investasi terbarunya termasuk Honest Tea, Fairlife Dairy, dan Suja Life.

Diperdagangkan pada $64,01 pada penutupan kemarin, saham Coke menghasilkan 2,75% per tahun. Keuntungan itu mungkin tidak terlihat terlalu menarik, tetapi perusahaan ini memiliki rekam jejak yang panjang dalam meningkatkan pembayarannya selama 58 tahun berturut-turut.

Dengan tingkat pertumbuhan dividen tahunan sebesar 7% dalam 10 tahun terakhir, KO saat ini membayar $0,44 per kuartal per saham.

 

2. Pfizer

Raksasa farmasi global Pfizer (NYSE:PFE) adalah kandidat ke dua perusahaan dengan saham yang tahan resesi dan mempunyai banyak uang tunai untuk memuaskan investor yang ingin mendapatkan penghasilan, terutama setelah keberhasilan vaksin global COVID-19 menciptakan aliran pendapatan permanen untuk mendanai dividennya. Pfizer ditutup Selasa pada $49,49.

Perusahaan yang berbasis di New York City ini membayar dividen saham kuartalan sebesar $0,4 dengan hasil dividen tahunan sebesar 3,29%, atau rata-rata lebih dari 6% setahun dalam lima tahun terakhir. Namun, peningkatan itu dapat terus meningkat jika vaksin COVID-19 perusahaan Pfizer ini menjadi fitur reguler dengan dosis booster dan jenis suntikan tambahan.

Selanjutnya, hingga pertengahan April, Pfizer mengatakan telah memperoleh $32 miliar pada kontrak tahun 2022 untuk vaksinnya dan $22 miliar untuk pil COVID-nya, Paxlovid.

Pejabat perusahaan, yang dipimpin oleh Chief Executive Albert Bourla, mengatakan bahwa vaksin mRNA Pfizer tampaknya mampu melawan varian COVID-19 baru. Dengan demikian, pendapatan yang dihasilkan dengan memberikan vaksin COVID-19 pada populasi global kemungkinan akan bertahan lama, bahkan setelah pandemi mereda.

Jika proyeksi penjualan Pfizer terbukti benar, vaksin akan naik ke peringkat tertinggi obat-obatan ternama, melampaui para pemimpin seperti terapi imunosupresif AbbVie (NYSE:ABBV) HUMIRA dan imunoterapi untuk melawan kanker Merck (NYSE:MRK) KEYTRUDA, menurut perkiraan Bloomberg.

 

Tertarik untuk menemukan saham-saham yang bagus? InvestingPro+ memberi Anda kesempatan untuk menyaring 135 ribu+ saham, agar Anda dapat menemukan saham dengan pertumbuhan tercepat atau paling rendah di dunia dengan data, alat dan wawasan yang professional. Untuk mengetahui lebih lanjut.

 

 

Komentar terkini

Memuat artikel selanjutnya...
Pengungkapan Risiko: Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.
Versi bahasa Inggris dari perjanjian ini adalah versi utama, yang akan berlaku setiap kali ada perbedaan antara versi bahasa Inggris dan versi bahasa Indonesia.
© 2007-2024 - Fusion Media Limited. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.